Detail mengenai 5thjib Super Junior dirilis!
Dijadwalkan akan dirilis pada 2 Agustus jam 12AM KST, Super Junior’s album akan pertama kali dirilis melalui berbagai situs musik online seperti mel0n, Dosirak, Bugs Music, dan Naver.
Dengan lagu utamanya adalah, “Mr. Simple“, bermakna hilangnya harapan dan impian, dan isi makna dari lagu ini akan ditunjukkan melalui koreografinya yang diyakini akan membuat semua fans didunia terkagum.
Lagu lainnya yang termasuk adalah “Good Friends“, yang dimana lagu ini dibuat dengan terinspirasi dari masa lalu Super Junior. Dan juga, “Opera” menjadi lagu yang dihadiahkan untuk seluruh pendengar dengan berbagai realitas dikehidupan sosial. Lagu ini mengandung makna dalam liriknya yang bisa membuat seluruh penonton bisa mengatasi semua kesulitan dan rintangan yang ada.
“Walk in” yang merupakan pop dance yang menceritakan tentang berbagai cerita member. Dialbum ini juga ada lagu R&B berjudul, “Y“,yang dikomposeri sendiri oleh Donghae; lagu ini mengekspresikan emosi yang jatuh karena kegagalan.
Sedangkan “Silly Thoughts” merupakan lagu remake dari lagu hit JINU tahun 1996, yang menceritakan tentang harapan akan adanya white christmas dipertengahan musim panas. Dengan adanya melodi rock, “Silly Thoughts” bertujuan untuk menghapus rasa panas yang dirasakan saat terjadinya musim panas.
Lagu lainnya juga termasuk K.R.Y.’s ballad, “My Love, My Kiss, My Heart“, “Following My Memories“, “Be My Girl (La La La La)”, “Feels Good“. Album ini akan terdiri dari 13 lagu, dan juga terdapat lagu bonus yaitu Super Junior-M’s “Perfection“.
2 teaser “Mr. Simple” akan dirilis pada 1 Agustus, dan bisa dilihat melalui SMTOWN Facebook Page, Super Junior’s Facebook page, dan SM Entertainment’s YouTube channel.
Super Junior’s 5th album akan mulai diperjual belikan pada 3 Agustus.
Source: TV Daily via Nate
Cre : Allkpop
Ind Trans : Tsatsasoeun@asianfansclub
asianfansclub..
Entri Populer
-
Kisah He is Beautiful dimulai ketika sebuah boyband idola Korea bernama A.N.Jell menghadapi masalah serius lantaran vokalis utaman...
-
Download Geum Saram Ost Baker King K - Bread Love And Dream Ost Lee Seong Chul Geu Saram Ringtone Mp3 | Plasa Mp3 Wed : 12 Jan 2011 - 14:49:...
-
Donghae and Kyuhyun Fight!? Pagi hari di dorm Super Junior, seperti biasanya Leeteuk si leader berusaha membangunkan member yang lagi ...
-
Sejarah Tari Bali Tari bali merupakan bagian organik dari masyarakat pendukungnya dan perwatakan dari masyarakatnya tercerm...
-
Kyuhyun dan Sungmin bertengkar ??? Fakta Kyumin : Mengapa Sungmin marah ? Cerita ini tentang Kyumin. Eunhyuk dan Leeteuk membicarakan...
Senin, 01 Agustus 2011
[5jib Track List + description]
1. Mr. Simple
Groovy electronic beat combined with various voices, this song was solely created for Super Junior in the SJ FUNKY style. Sorry Sorry, BONAMANA are also related to SJ FUNKY.
2.오페라(Opera)
A dance song of intense rhythm’s layback groove with outstanding reverse beats with a meaningful lyric.
3.라라라라(Be My Girl)
A witty representation of love with an expressive lyric and impressive melody, HITCHHKER unique electronic sound is combined with some strong impressive dance numbers.
4.Walkin’
The lyric represents Super Junior’s hard step-by-step effort to reach to the top. A dance pop song with trendy beat and charming melody.
5.폭풍(Storm)
The more you listen to this song’s beautiful melody, the more you will keep thinking about it. Love and farewell are symbolized as ‘storm’ in the lyrical lyric. An outstanding pop ballad song sung by Kyuhyun Yesung Ryeowook Sungmin Donghae with their deep sentimental vocals.
6.어느새 우리 (Good Friends)
After vol.2’s Disco Drive, this is Super Junior and composer Yoon Jongsin’s second collaboration. The song is about Super Junior’s 6 years after debut with their everlasting friendship within members. The lyric is about their first meeting, their friendship with rich acoustic performance and sensitive melody.
7.결투(Feels Good)
Shuffle rhythms and electronic sounds make it an impressive dance song. Musical elements and great string melodies give the song a unique atmosphere.
8.기억을 따라(Memories)
With Popular melody lines and the loving atmosphere of the lyrics, the song’s lyrical feeling is well expressed by the vocals, the harmony is that of a medium-tempo ballad which reminds of Yesung’s solo song It has To Be You which received lots of love from music fans.
—>(the Korean text is just lmao, it suddenly jumped to Yesung’s It has to be you. I tried my best to translate what it meant =_=)
9.해바라기(Sunflower)
4jib’s My Only Girl’s composer Brandon Fraley composed this song with trendy hiphop beat, medium tempo pop style. The song is about a man falling in love, the sunflower symbolizes his fluttering heart, Super Junior’s charming voice makes it a memorable song.
10.엉뚱한상상 I tweeted a few days ago. It is a remake song. Check original ver here:http://www.youtube.com/watch?v=HBzLaGDm2aw&feature=player_embedded
Super Junior remade 1996’s JINU’s <odd imagination=""> into their song for this 5th album. It is a bright, pleasant atmosphere-song with an odd lyric.
11.Y 작사 동해 Chance 작곡 동해 Chance
A Medium-tempo R&B ballad song, a collaboration between Donghae & Chance.
http://12.My/ Love My Kiss My Heart
Super Junior’s ballad unit SJ KRY put their attempt into a fresh style for this song. From the awesome addition of timpani drums to the strong sensual synth sound, all make this song a unique R&B ballad track.
</odd>13.[Bounce Track] 태완미
Korean source: Marenubium & DC
Trans & Summarized by @YesungCenter
TAKE OUT WITH FULL CREDIT AND NO ADDITIONAL CREDIT
All I Want Is You Part 3
Main Cast :
* Kim Jong Woon a.k.a Yesung SUJU
* Cho Kyu Hyun a.k.a Kyu Hyun SUJU
* Jung So Jung a.k.a Krystal f(x)
Support Cast :
* Bae Young Jun as Presiden
# kalo gak tau ni ma org, klo prnah nnton drama winter sonata pasti tau hehe#
* Choi Ji Woo as Eommanya Joon Hee *cmn maaf krna di gnti marganya jadi Lee*
#bagi yg ga tau siapa choi ji woo, itu lho yg main di drama winter sonata tpi klo tetep ga tau, cari aja di mbah google#
* Park Jung Soo a.k.a Lee Teuk SUJU
* Im Yoon Ah a.k.a Yoona SNSD
* Kim Hee Chul a.k.a Hee Chul SUJU
* and other cast
Disclaimer :
Semua cast milik Allah swt, agensinya masing2 n ortunya masing2. Plot cerita dan semuanya murni karya saya sepenuhnya bukan karya orang lain. Kisah FF ini terinspirasi dari beberapa kisah yang saya lihat dan saya baca dan juga terinspirasi ma manga "Absolute Boyfriend" dan film barat, "Princess Diary" dan drama Korea jadul, "My Love Patzzi".
******
Joon Hee POV
Aku celingukan melihat ke sekelilingku. Waahh mobil ini bagus sekali. Mobil yang mewah. Ada TV, kulkas kecil, seperti di drama-drama saja.
"Maaf ajuhssi, kalau boleh tau anda siapa? Dan apa maksud juga tujuan anda menjemput saya? Dan sebenarnya siapa yang menyuruh anda?" Tanyaku.
Tapi, dia hanya tersenyum menanggapiku yang memberondongi dia dengan banyak pertanyaan.
"Nama saya Kim Hee Chul dan nona akan tahu setelah kita sampai. Maaf saya tidak bisa menjawab semua pertanyaan nona karena saya hanya diperintah untuk menjemput nona." Jawabnya sembari menatap lurus ke depan karena dia sedang menyetir.
Mendengar jawabannya makin membuatku penasaran setengah mampus.
"Joon Hee..."
Tiba-tiba aku mendengar ada suara yang memanggilku.
"Joon Hee..."
Bulu kudukku meremang. Suara itu sepertinya aku kenal. Tunggu!
Aku celingukan melihat kesana kemari. Lalu aku mengambil koran di sebelahku dan membukanya lalu aku berpura-pura membacanya.
"Joon Hee..." Bisiknya.
"Joon Hee, ini aku Yesung." Suaranya yang sepertinya dari arah samping kiriku.
"Kau ada dimana?" Bisikku di balik koran.
"Aku ada dibelakangmu."
Aku menoleh ke belakang dan aku tak menemukan dia.
"Jangan bercanda! Kau dimana?" Bisikku dengan nada pelan agar tak terdengar oleh laki-laki yang bernama Hee Chul itu.
"Aku sedang menyamar jadi kau tidak bisa melihatku." Bisiknya.
"Menyamar?!?"
"Ne, aku menyamar jadi seekor lalat. Aku hinggap dibelakangmu."
"Hahahahhahahaha." Mendengar ucapannya sontak membuatku tertawa keras.
"Agashi, kau kenapa?" Tanya namja bernama Hee Chul itu menatapku dengan tatapan heran.
"A..aniyo, gwaenchanayo. Aku sedang membaca berita di koran. Lucu sekali." Dustaku sembari berpura-pura membaca koran.
"Ooohh." Ucapnya singkat lalu dia melanjutkan lagi aktifitasnya.
"Hei, kenapa kau malah tertawa?" Tanya Yesung.
"Aku membayangkanmu jadi seekor lalat. Lucu sekali. Pasti kau jadi lalat buruk rupa yang aneh sekali." Aku tertawa tanpa suara.
"Sialan!" Dengusnya.
"Kenapa kau bisa ada disini?" Tanyaku.
"Aku sengaja mengikutimu karena aku takut terjadi sesuatu padamu. Kau lihat kan, di depan itu orang yang mencurigakan. Aku takut kau diculik."
"Bagaimana caranya kau jadi seekor lalat?"
"Hahaha itu perkara gampang. Tinggal menjentikkan jari, aku bisa bertransformasi menjadi apapun yang ku inginkan. Aku ini vampire segala bisa." Ucapnya dengan nada terdengar angkuh dan sok.
"Beuuhh..." Aku menggelengkan kepalaku.
"Menurutmu apakah dia laki-laki baik? Kau kan bisa membaca pikiran orang?" Sambungku.
"Hmm, dari aura yang kulihat sih, dia memancarkan aura bagus." Ucapnya dengan gaya bak seorang tabib.
"Ya elah lagak loe kayak tabib aja ngomongnya gitu amat. Terus kau bisa baca pikiran gak?" Tanyaku masih dengan nada yang pelan.
"Sialnya di saat menyamar begini, aku tidak bisa membaca pikiran orang."
"Huh payah. Dasar kau vampir payah!"
*untung joon hee gak bilang, "dasar kau keong racun" haha* --> author numpang lewat
"Ya! Aku bukan payah, vampir juga manusia." Sanggahnya.
"Manusia apanya? Kau itu mahluk tidak jelas. Manusia bukan, hantu juga bukan." Cibirku.
PLETAK
"Aigo! Sakit tau!" Gerutuku kesal sembari mengusap-usap kepalaku.
"Nona, kita sudah sampai."
"Sampai?"
Aku langsung menutup koran dan menyimpannya ke tempat semula.
Namja yang bernama Hee Chul itu membukakan pintu mobilnya untukku dan begitu aku keluar. Aku terperangah. Omona! Ini kan...
******
Yesung POV
Aish! Aku malah digoda sama lalat yang asli. Dikiranya aku sebangsa sama mereka dan kini aku sembunyi dari kejaran para lalat betina itu. Aku harus mengubah wujudku kalau begini. Aku menjentikkan jari dan sekarang aku kini dengan penampilan keren. Aku memakai kemeja putih, celana bahan kain warna hitam, jas hitam, sepatu hitam yang mengkilat plus kacamata hitam. Nah, kalau seperti ini penampilanku, aku jadi seperti tokoh mata-mata atau bisa dibilang aku seperti tokoh di film yang kulihat bersama Joon Hee. Tapi, judulnya apa ya? Aku lupa lagi. Kalau tidak salah tuh judulnya hmm Pen in Black deh eits salah Men in Black.
*hehehe yeppa yeppa dilirik tajam begitu ma author langsung deh meralat ucapannya hohoho mana ada film judulnya,"PEN IN BLACK" ckckck ada2 aja yeppa*
"Ya! Kenapa kau diam saja disana?" Teriak seseorang yang membuatku membalikkan badanku.
"Kau kenapa tidak masuk istana? Cepat sana! Kita kedatangan tamu dan kita harus menyambutnya." Seseorang itu menarik lenganku.
Aku memasuki sebuah tempat yang kata orang itu istana. Istana? Istana apaan? Lebih keren istana punyaku dong.
"Kau? Kau baru disini ya?" Tanya laki-laki itu padaku.
Aku langsung meraih tengkuk lehernya. Aku memanipulasi pikirannya.
******
Joon Hee POV
Aku memasuki bangunan ini dengan perasaan was was. Ini kan istana kepresidenan. Kenapa dia membawaku kesini? Ada hubungan apa? Apa jangan-jangan aku mau diberi uang kali ya?
*huh dasar mata ijoan eh mata duitan hehe* --> author numpang lewat lagi
Laki-laki yang bernama Hee Chul itu berbisik kepada salah satu pengawal disana.
"Silahkan nona. Anda sudah ditunggu di dalam." Ucapnya mempersilahkanku masuk ke dalam sebuah ruangan yang dijaga ketat oleh beberapa pengawal.
"Ditunggu? Oleh siapa?" Tanyaku polos.
Dia tertawa kecil, "Nona, silahkan masuk."
Pabo! Kenapa aku bertanya seperti itu? Ini kan istana kepresidenan. Sudah pasti aku bertemu dengan presiden dong masak bertemu ma David Beckham.Ada-ada aja kau, Joon Hee ckckck.
Aku memasuki sebuah ruangan yang cukup luas bukan cukup tapi luas sekali. Bisa dibilang lebih mirip lapangan sepak bola.
"Kenapa berdiri disana? Kemarilah." Suaranya membuyarkan lamunanku.
Kulihat Pak Presiden tengah menatap ke arahku sembari tersenyum. Aku berjalan menghampirinya dengan langkah yang penuh keraguan. Berjuta tanda tanya besar kini memenuhi otakku.
"Silahkan duduk."
Aku pun duduk dan kini jarak kami berdua sangat dekat. Dan kurasakan seluruh tubuhku gemetar. Baru kali ini aku face to face dengan seorang Presiden. Boro-boro Presiden, bertemu dengan artis secara langsung pun aku belum pernah.
"Jadi kau yang bernama Lee Joon Hee?"
"Ne, Pak Presiden."
*mianhaeyo author tak tau bahasa koreanya presiden itu apa..jadi bagi readers yang tau bahasa koreanya presiden, kasih tau author lewat komen ya..gomawo* --> author numpang nanya
"Lee Ji Woo nama ibumu kan?"
DEG
Kok beliau tau nama eomma?
"Ne, Pak Presiden."
Tiba-tiba dia berdiri dan berjalan menghampiri tempat dudukku. Beliau menatap mataku lekat-lekat. Kali ini tatapannya terlihat aneh sekali. Bukan tatapan nafsu tapi tatapan penuh kerinduan yang kutangkap dari matanya. Lalu beliau meraih lenganku dan aku berdiri sehingga kami berdiri saling berhadapan. Beliau langsung menarikku ke dalam pelukannya. Jelas aku kaget dengan perlakuannya yang tiba-tiba itu.
"Joon Hee, anakku. Akhirnya aku bertemu denganmu." Bisiknya.
DEG
Mwo? Anakku? Dia bilang anakku?
Sontak aku mendorong tubuhnya.
"Maaf Pak Presiden. Apa maksud anda?" Tanyaku.
"Joon Hee, anakku. Aku adalah appamu."
"Mworago? Appa?" Tiba-tiba aku merasa tenggorokanku tercekat.
"Ne, aku appamu."
"Mianhamnida, Pak Presiden. Anda jangan bercanda."
"Tidak. Aku tidak bercanda. Aku ayahmu, Joon Hee."
Aku berjalan mundur sembari menggelengkan kepalaku. Beliau menarik lenganku.
"Mianhamnida, Joon Hee."
"Kalau kau memang appaku. Kenapa kau baru muncul di depanku sekarang hah? Selama 17 tahun, aku belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang appa. Lalu kenapa kau baru muncul di depanku?" Nada suaraku mulai meninggi.
"Mianhamnida, Joon Hee. Aku tau kau pasti marah. Tapi, aku baru punya keberanian sekarang. Maafkan appa, Joon Hee."
Aku berjalan mundur lalu membalikkan tubuhku dan aku langsung berlari keluar.
"Nona Lee Joon Hee."
Aku tak mempedulikan panggilan laki-laki yang bernama Hee Chul itu karena yang aku pedulikan sekarang adalah aku bisa pergi dari tempat ini.
******
Yesung POV
Aku berjalan mengikutinya dari belakang. Orang-orang menatapku dengan tatapan aneh. Aku baru sadar kalau aku belum kembali ke wujudku yang asli. Aku masih memakai pakaian ala bodyguard. Tapi, aku bersikap acuh saja karena yang aku pedulikan sekarang adalah DIA.
Aku lalu mempercepat langkahku dan kini langkahku sudah sejajar dengannya.
"Nona, kenapa anda menangis?" Tanyaku.
"....." Dia hanya menatapku lalu berjalan cepat. Sepertinya dia takut. Lalu aku melepaskan kacamata hitamku.
"Hei, ini aku."
Lalu dia melirik ke arahku dan kulihat dia menatapku dengan tatapan aneh.
"Kau? Kenapa kau memakai pakaian seperti itu? Seperti agen rahasia saja." Tanyanya.
"Kau lupa ya. Aku kan mengikutimu tadi. Karena lalat-lalat betina itu mengira aku ini lalat asli sehingga mereka mengejarku. Ya, mau gimana lagi sih. Jadi lalat pun aku masih keren."
Kudengar dia tertawa kecil, "Keren? Keren apanya? Mana ada lalat keren?" Cibirnya.
"Kulihat kau berlari dari ruangan dan aku mengejarmu. Lagi-lagi aku melihatmu menangis. Bisakah kau tidak menangis di depanku hah?"
"Memangnya menangis itu kemauanku? Aku mencoba untuk tidak menangis tapi air mata ini nakal sekali." Isaknya.
"Ya sudah. Kau jangan menangis ya. Aku traktir kau makan es krim. Bagaimana?" Ajakku.
"Jinjja?"
"Ne."
"Uang darimana? Kau tidak merampok bank kan?" Tanyanya dengan nada penuh selidik.
"Ya! Memangnya aku ada tampang merampok hah? Hei, asal kau tau aku ini vampir kaya. Aku punya emas yang banyak dan saat aku dikutuk. Aku mengantongi banyak emas dalam jubahku. Beruntung tak ada yang menjarahnya."
Dia mengernyitkan dahinya, "Lalu?"
"Ya, aku jual semua emasnya. Aku simpan sebagian di ruang bawah tanah."
"Waah, sayang sekali aku tak menemukannya. Tau ada uang di ruang bawah tanah, aku bawa saja." Celetuknya.
"Mwo? Kau mau mencurinya dariku?"
"Hei, itu bukan mencuri tapi mengambil hakku. Kau kan sudah tinggal denganku. Biaya makan, biaya cuci piring, biaya cuci baju, biaya mengerjakan tugas sekolah dan semuanya. Memangnya kau pikir di dunia ini ada yang gratis huh, kencing juga bayar!"
"Dasar cewek matre!" Aku menjitak kepalanya.
"Ya! Kenapa kau suka sekali menjitak kepalaku hah?" Gerutunya kesal.
Melihat tampang kesalnya, entah kenapa aku merasa gemas sekali hingga akhirnya aku mencubit wajahnya.
"Aawww...appo. Aish kau ini!"
PLETAK
"Aigo!!! Sakit tau!" Aku meremas-remas bagian kepalaku yang sakit. Gila! Jitakannya keras sekali.
"Itu balasan dariku." Ucapnya tak mau kalah dan meleletkan lidahnya.
"Ya! Awas kau!"
Dia berlari dan aku mengejarnya. Kami kejar-kejaran seperti Tom n Jerry atau lebih terlihat seperti anak TK.
Kami berdua duduk di taman kota sambil makan es krim.
"Ceritakan padaku. Kenapa kau tadi berlari dan menangis?" Tanyaku yang masih penasaran dengan sikapnya tadi.
"....."
"Hei, aku tanya kenapa malah diam?"
"Apa kau mau percaya dengan apa yang kudengar tadi?" Tanyanya sembari menundukkan wajahnya.
"Memangnya apa yang kau dengar?"
Aku ingin sekali membaca pikirannya tapi entah kenapa hanya dia saja yang tak bisa aku baca pikirannya. Aneh.
"Apa kau percaya kalau ternyata dia adalah ayahku?" Tanyanya sekali lagi yang sukses membuatku tertawa.
"Mwo? Kau bilang kalau presiden itu appamu?"
"Kau saja tertawa mendengarnya. Lucu sekali memang kedengarannya. Hahaha." Dia tertawa tapi yang kudengar justru tawa kepedihan.
"Maaf..Bukan maksudku..." Aku merasa bersalah karena sudah menertawakan ucapannya.
"Kenapa dia muncul sekarang? Kenapa di saat aku merindukan sosok ayah dalam hidupku dia tidak muncul? Dan kenapa harus orang itu yang jadi appaku? Wae? Waeyo?" Teriaknya lalu dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Aku lalu merangkul bahunya dan kusandarkan kepalanya di bahuku. Dan menepuk-nepuk pundaknya. Dan untuk yang kedua kalinya, dia menangis di bahuku. Joon Hee, kenapa kau suka sekali menangis? Aku akan membuatmu tertawa dan aku akan membuatmu bahagia, Joon Hee. Meskipun kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan ada disampingmu selalu.
*****
Kyu Hyun POV
Seharian ini aku tak melihatnya. Dia sedang apa ya? Aku sangat merindukannya. Seharian ini aku sibuk dengan ujian akhir nasional jadi aku tak melihatnya. Kulirik bingkisan di sampingku. Pasti dia kaget kalau aku datang ke rumahnya.
Namun saat aku melewati taman kota. Mataku menangkap sosok yang ku kenal. Tunggu! Bukannya dia...
Aku menghentikan mobilku tepat disamping jalan. Aku langsung menghampiri mereka.
"Jagi?"
Kulihat dia tampak kaget.
"Kyu oppa?"
"Sedang apa kau disini?" Aku melirik ke arah Jong Woon.
"Kau? Kenapa kau ada disini? Sudah hampir sebulan ini kau tidak masuk sekolah. Kau kemana saja?" Tanyaku.
"Hmm, aku pindah sekolah." Jawabnya terdengar santai.
"Ooh, pindah kemana?"
Dia bangkit berdiri, "Kyu, kau antarkan Joon Hee pulang ya. Aku ada urusan."
Dia berlalu pergi dan aku menatap punggungnya hingga tak kelihatan lagi. Aku melihat ke arah Joon Hee yang menundukkan wajahnya. Kenapa dia? Tampaknya dia sedang sedih.
"Jagi, kau kenapa?" Tanyaku khawatir.
"Aniyo. Gwaenchanayo." Jawabnya sembari menggelengkan kepalanya.
"Hmm, kalau begitu. Aku antar kau pulang."
Selama perjalanan, dia hanya diam saja. Entah apa yang dia pikirkan. Dia hanya melihat keluar jendela. Dan tak menatapku sedikit pun apalagi mengeluarkan sepatah kata pun.
Sesampainya di depan rumah,
"Gomawo oppa."
Dia melepaskan sabuk pengamannya dan membuka pintunya.
"Jagi, tunggu." Aku langsung keluar dan menghampirinya yang sudah ada di depan gerbang rumahnya.
"Aku bawa bingkisan untukmu juga eomma."
"Oohh." Dia hanya menanggapinya dengan nada yang datar. Kenapa dia?
"Bolehkah aku ikut masuk?" Tanyaku.
"Mianhaeyo, oppa. Aku ingin sendiri dulu. Aku capek." Jawabnya sembari menundukkan wajahnya.
"Hmm, baiklah. Tapi, ini untukmu juga eomma." Aku mengulurkan bingkisan itu dan dia meraihnya.
"Gomawo oppa."
Lalu dia masuk kedalam rumahnya meninggalkanku sendirian disini.
Apa yang terjadi padamu, nae jagiya? Kenapa aku melihat matamu sembab? Aku juga melihat saudara sepupumu sepertinya tengah menenangkanmu.
******
Joon Hee POV
Aku melangkahkan kakiku dengan lemas dan kulihat eomma sedang duduk sembari menonton televisi.
"Kau sudah pulang. Bawa apa itu?" Tanyanya sembari menghampiriku.
"Ini dari Kyu oppa."
"Kyu Hyun? Mana dia? Kenapa dia tidak kesini?"
Lalu dia meraih bingkisan yang ada di tanganku.
"Waah, apa ya isinya?" Dia terdengar sangat antusias.
"Waah, kue. Kelihatannya enak sekali." Dia lalu mengeluarkan kue dari dus dan menyimpannya di meja makan.
"Eomma, kau mengenal presiden kita sekarang?" Tanyaku dan kulihat raut wajahnya berubah drastis.
"Tentu saja kenal kan dia presiden kita masak kita sebagai rakyatnya tak mengenalnya sih. Kau itu ada-ada saja." Kulihat dia memaksakan untuk tersenyum.
"Bukan begitu maksudku. Apa eomma sangat kenal dekat dengan beliau?" Aku menekankan kataku.
"....."
"Tadi sepulang sekolah, ada yang mendatangiku dan dia bilang kalau dia disuruh untuk menjemputku. Dan ternyata orang itu membawaku ke istana kepresidenan. Dan aku bertemu dengan presiden lalu dia tiba-tiba mengatakan kalau aku adalah anaknya. Apa benar itu eomma? Kalau memang iya, kenapa dia tidak mencari kita dulu?" Tanyaku.
"....."
"JAWAB AKU EOMMA!" Teriakku.
Tiba-tiba dia menangis.
"Maafkan aku, Joon Hee. Benar. Dia itu appamu." Isaknya.
DEG
Omona! Aku adalah anak seorang presiden?!?
"Dulu sewaktu aku seumuranmu. Aku punya sahabat namanya Jang Dong Gun. Kami berdua sangat dekat meskipun usia kami terpaut jauh. Suatu hari dia mengenalkanku pada temannya namanya Bae Young Jun. Dia 5 tahun lebih tua dariku, seumuran dengan Dong Gun. Awalnya kami hanya teman tapi lama-lama aku jatuh cinta padanya begitu juga dengannya. Kami menjalin hubungan. Tapi, kedua orang tuanya tak merestui hubungan kami berdua. Karena aku miskin. Dulu aku bukan orang miskin, aku orang kaya tapi perusahaan kakekmu gulung tikar hingga kami jatuh miskin lalu kakekmu meninggal karena serangan jantung dan nenekmu masuk rumah sakit jiwa karena frustasi dan tidak bisa menerima keadaan. Tapi, ternyata ibuku memilih untuk mengakhiri hidupnya dan aku hidup sebatang kara. Aku kerja serabutan hanya untuk mencari sesuap nasi. Hingga akhirnya Young Jun nekat mengajakku menikah padahal saat itu aku masih muda. Aku masih 18 tahun. Akhirnya kami lari dan pergi ke Jepang. Tapi, karena dia tidak terbiasa hidup susah membuatnya sulit beradaptasi. Sampai akhirnya ada suruhan orang tuanya membawa paksa dia. Dan dia meninggalkan eomma yang tengah mengandung. Saat itu usia kandunganku baru 2 bulan. Aku bingung antara menggugurkanmu atau mempertahankanmu. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mempertahankanmu. Saat kau lahir, aku tak memakaikan marga ayahmu tapi margaku karena kau anakku. Apalagi saat kau berumur 2 tahun, aku mendengar berita kalau dia menikah dan pergi ke London. Sejak saat itu aku mulai membencinya karena dia sama sekali tak menemuiku setelah dia pergi bersama suruhan orang tuanya."
Mendengar semua penuturannya membuatku tak bisa menahan air mataku lagi untuk ke sekian kalinya. Aku menghampirinya dan memeluknya.Sore itu kami menangis bersama. Dan ini untuk pertama kalinya kami berdua menangis bersama.
******
Author POV
Tanpa mereka berdua sadari. Yesung melihat mereka berdua dan dia menyamar jadi seekor burung.
"Ini yang ketiga kalinya aku melihatnya menangis. Ternyata seperti itu kisah hidupnya. Tiba-tiba aku teringat keluargaku. Pasti mereka sudah tidak ada. Secara hanya aku vampir yang tersisa di muka bumi ini." Batin Yesung dalam hati.
Malam itu saat Joon Hee dan ibunya tengah menonton televisi. Mereka tampak terhibur dan sesekali mereka tertawa bersama. Ternyata mereka sedang menonton Keroro, kartun yang sedang hits.
Tiba-tiba bel rumah berbunyi,
"Siapa ya?" Tanya Joon Hee.
"Hmm, jangan-jangan Kyu, pacarmu. Cepat buka pintunya." Suruh eommanya.
"Ne." Joon Hee bangkit dari tempat duduk lalu menghampiri pintu dan begitu dibuka. Joon Hee tersentak kaget. Dia membelalakan matanya.
"Siapa Joon Hee? Kyu Hyun ya?" Teriak Ji Woo, eommanya sembari matanya tak lepas dari televisi.
"Bu..bu..bukan..Kyu oppa..tapi..." Ucap Joon Hee terbata-bata.
"Annyeonghaseyo, Ji Woo." Sapa laki-laki itu yang tak lain tak bukan adalah Bae Young Jun.
"Ka..kau?!?" Ujar Ji Woo yang langsung bangkit dari kursi.
"Kenapa kau datang kesini hah? Pergi!" Usir Ji Woo.
"Ji Woo, tunggu dulu. Dengarkan dulu penjelasanku." Ujar Young Jun lalu mendekati Ji Woo.
"Jangan mendekat! Pergi sana!" Ji Woo berjalan mundur lalu Young Jun meraih lengan Ji Woo.
"Ji Woo..." Young Jun langsung memeluk Ji Woo dan Joon Hee hanya terdiam terpaku melihat mereka berdua.
Dan Yesung, jangan ditanya. Dia masih betah menyamar jadi seekor burung. Dan tiba-tiba dia merasa haus juga lapar dan tanpa pikir panjang dia langsung menghisap darah burung yang tak jauh dari tempatnya.
"Selama ini aku mencarimu dan akhirnya aku menemukan info dari sahabatmu, Young Ae kalau kau sekarang tinggal disini bersama anak kita." Ucap Young Jun.
"Mwo? Anak kita? Dulu kau kemana saat aku membutuhkanmu hah? Di saat aku berjuang melahirkan Joon Hee ke dunia ini, kau dimana hah? Saat Joon Hee beranjak besar dan dia membutuhkan sosok appa, kau dimana hah? Aku bahkan harus menerima cemoohan dari orang-orang yang bilang kalau aku ini pelacur dan kalau Joon Hee itu anak haram yang tidak jelas siapa appanya. Selama 17 tahun aku membesarkan Joon Hee dan sekarang kau baru muncul. Laki-laki macam apa kau?" Sahut Ji Woo dengan nada yang terdengar sinis.
"Ji Woo, mianhaeyo. Aku tau kalau aku pengecut tapi sekarang aku datang untuk menebus semua rasa bersalahku padamu juga Joon Hee. Aku akan membawamu tinggal disana. Aku mohon maafkan aku." Ucap Young Jun terdengar tulus.
"Lalu bagaimana dengan istrimu juga keluargamu?" Tanya Ji Woo masih dengan nada sinis.
"Mereka sudah tau semuanya bahkan mereka ingin kalian tinggal bersama kami. Mereka merasa bersalah pada kalian berdua. Tidak ada yang menghalangi kita sekarang jadi kita bisa hidup tenang dan aku bisa menebus semuanya. Kumohon maafkan aku." Kali ini nadanya terdengar sungguh-sungguh.
"Aku akan memaafkanmu jika Joon Hee juga memaafkanmu." Jawab Ji Woo dengan nada datar.
Young Jun menatap ke arah Joon Hee dan Joon Hee menghampiri mereka berdua.
"Joon Hee, maukah kau memaafkan appa?" Tanya Young Jun.
Joon Hee menatap ke arah eomma juga laki-laki yang tenyata adalah appanya. Dia bertanya pada hatinya sendiri hingga akhirnya dia menganggukan kepalanya.
Setelah malam itu, Ji Woo juga Joon Hee di ajak tinggal di istana kepresidenan tapi Joon Hee juga Ji Woo belum siap. Young Jun mengadakan konferensi pers keesokan paginya. Semua mata tertuju padanya dan dia mengatakan sesuatu yang membuat jutaan warga Korea Selatan dibuat terperanjat kaget.
"Mwo? Presiden sebelumnya pernah menikah? Jadi Kim Hee Sun itu bukan istri pertamanya presiden?"
Dan beberapa reaksi warga lainnya. Setelah Joon Hee diperkenalkan sebagai putri pertama presiden sontak membuatnya jadi terkenal. Bahkan saat di sekolah pun dia mendadak jadi seleb. So Jung pun yang dulu mengkhianatinya jadi mendekatinya lagi karena ingin ikut terkenal bahkan dia mengakui kepada wartawan kalau dia sahabat Joon Hee.
"Dasar muka dua!" Gerutu Joon Hee kesal melihat tingkah laku So Jung.
Apalagi Kyu Hyun yang jadi pacar Joon Hee pun tak lepas dari kejaran wartawan yang memburu kehidupan pribadinya Joon Hee. Berbagai majalah dihiasi wajah Joon Hee. Pokoknya heboh deh seantero jagat raya. *lebay.com*
Sementara Yesung merasa bahagia karena akhirnya Joon Hee mendapat kebahagiaannya.
"Sebenarnya bisa saja aku memanipulasi pikiran Kyu Hyun agar dia tidak mencintaimu dan aku bisa juga memanipulasi pikiranmu agar kau mencintaiku tapi aku tak bisa melakukannya karena aku mencintaimu, Joon Hee. Aku ingin suatu hari kau bisa mencintaiku dengan tulus tanpa aku memanipulasimu. Tapi, sepertinya tak mungkin karena di hatimu hanya ada Kyu Hyun. Kalau begitu aku akan menghilang dari kehidupanmu, Joon Hee." Gumam Yesung saat dia melihat Joon Hee sedang duduk di halaman belakang sekolah bersama Kyu Hyun.
Sementara itu,
"Jung Soo ssi, Yoona ssi...Maafkan saya karena saya tidak bisa melanjutkan pekerjaan saya disini." Ucap Joon Hee saat di toko.
"Gwaenchanayo, Joon Hee ssi. Kami mengerti kok sekarang posisimu berbeda. Apalagi saya mau minta maaf karena aku pernah memarahimu, Joon Hee ssi." Ujar Yoona.
Mendengar ada embel-embel ssi di belakang namanya membuat Joon Hee canggung, "Jangan panggil aku Joon Hee ssi, panggil saja aku seperti biasanya. Meskipun aku adalah anak seorang presiden tapi aku tetaplah Joon Hee yang dulu, tak ada yang berubah."
"Ng...Ne, Joon Hee ssi eh Joon Hee." Ujar Yoona.
"Oh ya, Joon Hee. Jangan lupa ya kau datang ke pernikahanku." Ujar Jung Soo.
"Ne, Jung Soo ssi eh Jung Soo oppa." Ucap Joon Hee.
"Tak apa-apa kok kau panggil aku Jung Soo ssi lagi." Ujar Jung Soo sembari tersenyum.
"Ne, Jung Soo ssi."
Akhirnya Joon Hee keluar dari pekerjaan paruh waktunya karena dia bukan lagi Joon Hee yang dulu tapi sekarang dia jadi Bae Joon Hee bukan Lee Joon Hee lagi. Apalagi kakek, nenek, istri kedua ayahnya, Nyonya Kim juga saudara tirinya memperlakukan dia baik bahkan eommanya, Lee Ji Woo juga diperlakukan baik bahkan di anggap kakak oleh Nyonya Kim.
******
Joon Hee POV
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan kini sudah memasuki tahun baru. Kyu oppa kuliah di Amerika dan kita berkomunikasi lewat facebook, twitter juga video call. Tapi,dulu saat dia pergi aku merasa biasa saja. Kenapa ya? Dan sudah hampir 6 bulan lamanya, aku tak bertemu dengan Yesung. Kemana dia? Aku cari ke tempat yang biasa dia datangi tapi hasilnya nihil. Aku sangat merindukan sosoknya. Aku selalu ingat saat-saat dia menghiburku, saat-saat dia yang bersikap menyebalkan itu. Aku sangat merindukan saat-saat bersamanya.
Aigo! Kenapa aku ini? Bukankah aku sudah punya Kyu oppa? Tapi, kenapa aku malah mikirin dia sih?
*****
Yesung POV
Sudah 6 bulan lamanya ini aku menghilang dari kehidupannya namun tampaknya aku masih belum bisa melupakannya. Dan aku hanya bisa memperhatikannya secara diam-diam.
"Yesung, sekarang saatnya kau tampil." Suara itu membuyarkan lamunanku.
"Ne."
Hari ini adalah hari pertamaku debut sebagai penyanyi setelah beberapa bulan aku di training. Semoga semuanya lancar.
Aku memasuki panggung dan musik mulai mengalun. Aku bernyanyi dengan penuh perasaan. Saat mata ini terpejam, bayangan wajahnya yang muncul.
*****
Author POV
Sejak kemunculan Yesung di belantika musik membuat semua orang langsung menyukai suaranya apalagi singlenya, "That Man" langsung meledak dan laris di pasaran. Yesung langsung terkenal.
Joon Hee tak sengaja melihat Yesung di televisi saat berada di dalam mobil.
"Yesung?!?" Pekik Joon Hee sembari menutup mulutnya.
"Agassi, kenapa?" Tanya Hee Chul yang jadi pengawal pribadi Joon Hee.
"Gwaenchanayo." Jawab Joon Hee sembari menggelengkan kepalanya.
"Omona! Dia jadi penyanyi?!? Benarkah yang kulihat ini?" Batin Joon Hee dalam hati sembari matanya menatap layar televisi yang menayangkan penampilan Yesung yang sedang bernyanyi.
Joon Hee pun memutuskan untuk membeli albumnya Yesung dan dia melihat sampul kaset juga cd album itu dengan tatapan mata yang masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Omo! Benarkah ini dirimu Yesung?" Gumam Joon Hee.
Joon Hee selalu melihat penampilan Yesung bahkan saat Yesung mengadakan konser pun diam-diam Joon Hee melihatnya dan dia menyamar menjadi orang biasa. Setiap hari Joon Hee memikirkan Yesung dan sampai akhirnya...
"Kyu oppa, maafkan aku. Tapi, lebih baik kita berteman saja." Ucap Joon Hee saat Kyu datang ke Korea di waktu liburnya. Dan mereka janjian bertemu di taman kota.
"Mwo? Kenapa?" Tanya Kyu tersentak kaget.
"Entahlah tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini, oppa. Aku tak mau melukai hatimu karena percuma saja kita berhubungan sementara hati dan pikiranku cenderung ke laki-laki lain. Mianhaeyo, oppa. Aku tak bermaksud menyakitimu tapi lebih baik aku jujur pada oppa juga pada perasaanku sendiri daripada melukaimu oppa." Ucap Joon Hee sembari menundukkan wajahnya.
"....." Kyu Hyun menghela nafasnya berat.
"Baiklah kalau begitu, aku menerima keputusanmu. Mulai hari ini aku melepaskanmu, Joon Hee."
Joon Hee mendongakkan kepalanya, menatap ke arah Kyu dengan tatapan tak percaya.
"Jinjja?"
"Ne. Lagipula aku sudah bisa menduga kalau akhirnya akan seperti ini dan aku tau kalau kini kau mencintai laki-laki itu. Laki-laki yang kau anggap sebagai saudara sepupumu padahal bukan sepupumu." Ucap Kyu datar.
Joon Hee membelalakan matanya, "Kyu oppa, kau..kau tau kalau dia bukan sepupuku? Apa kau tau kalau dia..."
"Vampir. Aku tau semuanya. Bahkan aku tau itu secara tanpa sengaja." Potong Kyu cepat.
"Kau tau darimana?" Tanya Joon Hee dengan nada yang terdengar ragu-ragu.
"Beberapa bulan yang lalu, aku tak sengaja melihatnya sedang menghisap darah seekor anjing di pinggir jalan yang sepi saat aku hendak pergi ke rumahmu dulu sebelum kau pindah ke istana kepresidenan. Jujur aku tak percaya dengan apa yang kulihat sampai dia sendiri yang bilang kalau dia bukan sepupumu tapi seorang vampir yang kau temukan di ruang bawah tanah."
Joon Hee speechless mendengar jawaban Kyu Hyun yang ternyata sudah mengetahui identitas asli Yesung.
"Tenang saja, Joon Hee. Aku tak akan membocorkannya kepada orang lain kok." Kyu Hyun tersenyum ke arah Joon Hee.
"Gomawo oppa." Ucap Joon Hee lalu dia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Oppa mianhaeyo. Aku ada les bahasa spanyol sekarang. Aku pergi dulu ya. Oh ya kapan kau kembali ke Amerika?" Tanya Joon Hee.
"Besok pagi aku berangkat kesana." Jawab Kyu.
"Oh begitu. Salam buat ajuhssi, ajuhmma juga Ah Ra eonnie ya."
"Ne. Aku juga titip salam buat semuanya ya."
"Ne. Annyeong." Joon Hee lalu pergi meninggalkan Kyu sendirian di taman kota.
Kyu melambaikan tangannya dan dia menatap punggung Joon Hee hingga sudah tak kelihatan lagi. Tiba-tiba bayangan massa lalu melintas di benaknya...
Flashback
"Apa kau benar-benar mencintai Joon Hee?" Tanya Yesung pada Kyu saat Kyu tak sengaja melihat Yesung sedang menghisap darah seekor anjing di pinggir jalan yang sepi hingga akhirnya mereka berdua berbincang-bincang di sebuah kedai mie.
"Ne. Kenapa kau bertanya seperti itu?" Kyu balik bertanya.
"Kau harus membahagiakan Joon Hee. Buat dia bahagia, buat dia tertawa dan buat dia tersenyum setiap hari. Kalau kau sampai melukai hatinya, kau akan berurusan denganku, Kyu Hyun." Jawab Yesung.
"Kenapa kau berkata seperti itu? Kau mencintai Joon Hee, benar kan?"
"......" Yesung terdiam.
"Kalau diam berarti benar."
"Ne, aku memang mencintainya tapi dia mencintaimu dan melihatnya bahagia, aku merasa bahagia. Kalau kau sampai membuatnya terluka. Aku tak segan-segan akan merebutnya darimu, Kyu Hyun."
end of flashback
Kyu Hyun tersenyum saat mengingat hal itu, "Kini aku yang akan berkata seperti itu. Jika Joon Hee terluka karenamu. Aku akan merebut Joon Hee dan membuatnya jatuh cinta lagi padaku." Batinnya dalam hati.
******
Joon Hee POV
Besok lusa adalah hari ulang tahunku dan 3 bulan lagi aku akan pergi ke Paris untuk melanjutkan studiku. Aku ingin sekali bertemu dengannya. Aku ingin bertemu dengan Yesung. Keinginanku sekarang adalah hanya ingin bertemu dengan Yesung.
"Joon Hee..." Aku menoleh dan ternyata eomma sudah ada di depan pintu kamarku.
"Kau kenapa sayang?" Tanyanya sembari mengusap kepalaku dengan penuh sayang.
"Eomma, aku sudah putus dengan Kyu oppa."
"Mwo? Putus? Kenapa?" Tanyanya. Kudengar dari nadanya kalau beliau kaget sekali.
"Aku tak bisa membohongi hatiku, eomma. Di saat bersama Kyu oppa malah aku memikirkan laki-laki lain."
"Laki-laki lain? Siapa dia?"
"Yesung."
"Yesung?!? Omona!" Pekiknya.
"Ne, Yesung yang sudah menolong kita dari preman-preman jahat itu."
"....." Eomma terdiam membisu.
Aku tau beliau pasti kaget saat mendengarnya karena dia sudah tau kalau Yesung adalah seorang vampir. Tapi, aku tak bisa membohongi hati ini karena ternyata perasaan ini mulai tumbuh dan berkembang di saat aku menyadari kehadirannya benar-benar sangat berarti untukku.
************
Yesung POV
Hari ini adalah hari ulang tahunnya dan aku mendapat undangan untuk menghadiri pesta ulang tahunnya. Aku bingung mau pakai baju apa ya? Kenapa aku mendadak jadi gugup seperti ini ya? Aish, Yesung bersikaplah yang wajar dan seperti biasa saja nanti ketika kau bertemu dengannya.
******
Author POV
Pesta ulang tahun Joon Hee sangat meriah apalagi Yesung mampu membius semua tamu disana dengan suaranya yang merdu bahkan Joon Hee tak bisa melepaskan tatapan matanya dari Yesung karena Yesung yang ia ada di depannya kini menjelma jadi seorang namja yang keren dengan potongan rambutnya yang pendek plus pakaiannya yang rapi membuat Joon Hee terpesona pada ketampanan Yesung.
*yeppa minta uang lembaran dong kan aku udh muji kmu...pluukk!! lho kok uang receh sih? saya btuh uang lembaran woy! dassar yeppa pelit :P * --> author numpang lewat lagi #kabuurr sblum kena lmpar bakiak krna nongol mulu nih hoho
Sampai akhirnya tiba di acara puncak yaitu pemotongan kurban eh kue ulang tahun. :)
"Sebelum tiup lili, make a wish ya nona." Ucap sang host saat sebelum pemotongan kue dimulai.
Lalu setelah lagu happy birthday versi korea berakhir, Joon Hee menutup matanya, mengucapkan keinginannya lalu dia meniup lilin. Tepuk tangan bergemuruh dan potongan kue pertamanya dia persembahkan untuk kedua orang tuanya lalu keluarganya.
"Terakhir potongan kue ini untuk siapa? Apakah ada laki-laki special?" Tanya host itu tampak penasaran.
Joon Hee melihat ke sekeliling lalu dia menemukan Yesung sedang berdiri di panggung dan menatap ke arahnya.
"Aku ingin memberikan potongan kue ini pada idolaku, Yesung." Ucap Joon Hee yang sontak membuat Yesung kaget luar binasa.
"Aku?" Tunjuk Yesung ke dirinya sendiri.
"Ne, cepat Yesung datang kemari." Ujar host itu.
Yesung menghampiri Joon Hee lalu dia sudah berdiri disamping Joon Hee dan dia merasakan detak jantungnya berdetak sangat kencang.
"Kamsahamnida, Joon Hee ssi." Ucap Yesung.
Lalu saat acara sedang berlangsung, Joon Hee menarik tangan Yesung dan membawanya ke halaman belakang istana sehingga tak ada orang disana.
"Selama 6 bulan kau kemana saja? Tiba-tiba saja kau muncul dan menjadi seorang penyanyi terkenal." Tanya Joon Hee.
"Aku menjalani training setelah aku lulus audisi Top Entetainment." Jawab Yesung sembari menundukkan wajahnya.
"Mana Kyu Hyun? Kok aku tak melihat dia?" Tanya Yesung.
"Aku sudah putus dengannya." Ucap Joon Hee sembari menatap ke arah Yesung.
"Putus?!?" Yesung menatap ke arah Joon Hee dengan tatapan kaget.
"Ne."
"Oohh..."
Hening.
"Apa kau mau tau apa permohonanku sebelum aku meniup lilin?" Tanya Joon Hee tiba-tiba.
"Hmm, memangnya apa permohonanmu?" Tanya Yesung yang tampak penasaran.
"Uang, harta, orang tua juga keluarga yang utuh dan kasih sayang, aku sudah punya semuanya. Tapi, hanya satu keinginanku. Keinginanku hanyalah kau, Yesung oppa. Aku ingin kau selalu disampingku selamanya." Jawab Joon Hee yang sukses membuat Yesung kaget setengah mampus.
"Mworago? Apa maksudmu, Joon Hee?" Tanya Yesung gugup.
"Aigo, masak kau tidak mengerti apa maksud perkataanku hah? Kau ini katanya vampir segala bisa, vampir yang keren tapi kau juga vampir payah yang pabo." Gerutu Joon Hee kesal.
"Jadi kau putus dengan Kyu karena kau...karena kau mencintaiku?" Tanya Yesung dengan hati-hati.
Joon Hee menganggukkan kepalanya. Tanpa pikir panjang Yesung langsung menarik tubuh Joon Hee ke dalam pelukannya.
"Saranghaeyo, Joon Hee." Bisik Yesung.
"Nado saranghaeyo, Yesung oppa." Balas Joon Hee.
"Baru kali ini kau memanggilku oppa. Aku senang sekali. Aku bahagia perasaanku kini berbalas. Gomawo, Joon Hee." Ucap Yesung.
Yesung melepaskan pelukannya lalu menatap mata Joon Hee lekat-lekat. Perlahan wajah Yesung mendekat dan Joon He merasakan sentuhan lembut di bibirnya. Waktu seakan berhenti. Dunia serasa milik mereka berdua. Rembulan bersembunyi dibalik awan hitam karena malu melihat sepasang kekasih tangah bercumbu dibawah sinarnya.
EPILOG
Author POV
Seorang gadis tengah berkutat di depan laptopnya,
"Akhirnya selesai juga fan fiction karanganku yang aku beri judul All I Want Is You. Tinggal di kirim ke majalah deh." Gumamnya lalu setelah selesai dia langsung mematikan laptopnya.
Namun dia tak beranjak dari tempat duduknya. Dia memandangi sebuah poster yang terpampang jelas di depannya. Sebuah poster boyband terkenal yang sangat ia idolakan, Super Junior.
"Membayangkan Yesung oppa jadi seorang vampire dan Kyu Hyun jadi pacarku hahaha khayalan tingkat tinggi." Ucapnya pelan sembari matanya tak lepas dari poster itu.
"JOON HEE...AYO CEPAT MAKAN! BUKANKAH NANTI SORE JADWAL PENERBANGANMU." Teriak seseorang dari luar kamarnya.
"Ne, eomma. Aku segera ke bawah."
Joon Hee langsung menuruni tangga dan dia langsung duduk bersama appa juga adik laki-lakinya, Taemin.
"Noona, kau akan berapa lama tinggal disana?" Tanya Taemin, adiknya.
"Tidak lama kok, Taemin sayang. Noona hanya 2,5 tahun disana. Lagipula kalau libur kan noona bisa pulang kesini." Ujar Joon Hee lalu mengusap-usap kepalanya Taemin.
"Tak terasa waktu berlalu dan anak eomma sudah besar. Sekarang kau akan pergi ke Paris untuk kuliah disana. Rumah ini pasti sepi tanpa kehadiranmu." Ujar eommanya.
"Eomma, jangan begitu. Lagipula sekarang kan tehnologi sudah canggih jadi kita bisa berkomunikasi lewat facebook, twitter juga video call." Ujar Joon Hee.
"Kau sudah menyiapkan semuanya?" Tanya appanya.
"Sudah appa. Tinggal berangkat saja nanti sore."
*****
Joon Hee lalu pamitan dengan kedua orang tuanya di Bandara Incheon.
"Jaga dirimu baik-baik disana ya, sayang. Jangan telat makan. Jaga kesehatan disana. Kalau kau sudah sampai, hubungi kami ya?" Ujar Eommanya sembari memeluk Joon Hee dengan erat seolah-olah tak ingin melepaskan pelukannya.
"Ne, eomma." Ucap Joon Hee.
Tiba-tiba terdengar suara...
"Penerbangan dengan nomor 376BW dengan tujuan Paris akan segera tinggal landas harap kepada penumpang untuk segera memasuki pesawat..."
"Eomma, appa, Taemin...Aku berangkat ya."
"Ne, hati-hati ya. Jangan lupa berdo'a agar kau selamat, Joon Hee."
"Ne."
Joon Hee menyeret kopernya lalu melambai-lambaikan tangannya.
Saat membalikkan badannya tiba-tiba dia merasa ada yang bergetar ternyata ponselnya. Joon Hee menundukkan wajahnya, membaca pesan yang masuk.
Tiba-tiba dia menubruk seseorang hingga ponselnya jatuh dari tangannya.
"Chusseonghamnida." Ucap Joon Hee sembari membungkukkan badannya.
"Agassi, kau tidak apa-apa?" Tanya seseorang yang ia tubruk begitu Joon Hee mendongak, dia tampak kaget sekali.
"......"
"Agassi?"
"Ne. Yesung oppa? Benarkah yang kulihat ini? Kau Yesung oppa?" Tanya Joon Hee tak percaya.
"Ne. Aku memang Yesung." Ujar orang itu yang ternyata adalah Yesung.
"Kyaaaa!!!" Teriak Joon Hee kegirangan.
"Oppa, aku fans berat oppa. Aku minta fotonya ya."
"Ne."
Lalu Joon Hee mengambil fotonya bersama Yesung.
"Siapa namamu?" Tanya Yesung.
"Jeoneun Lee Joon Hee imnida." Jawab Joon Hee dengan sangat antusias
"Hmm, Joon Hee, kau mau kemana?" Tanya Yesung.
"Ke Paris. Oppa mau kemana?" Joon Hee balik bertanya.
"Sama. Aku juga mau ke Paris. SM Town konser di adakan disana."
"Aaa..."
"Oh ya kau ikut saja bersama kami." Ajak Yesung.
"Mwo?"
"Ne. Gimana?"
Joon Hee menganggukkan kepalanya cepat. Dia sangat antusias.
"Ya Tuhan, impianku terkabul. Aku bertemu dengan idolaku disini. Tak kusangka. Terima kasih, Tuhan." Batin Joon Hee dalam hati.
"Ya Tuhan, dia gadis yang sangat cantik dan manis. Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama." Batin Yesung dalam hati sembari menatap ke arah Joon Hee
* Kim Jong Woon a.k.a Yesung SUJU
* Cho Kyu Hyun a.k.a Kyu Hyun SUJU
* Jung So Jung a.k.a Krystal f(x)
Support Cast :
* Bae Young Jun as Presiden
# kalo gak tau ni ma org, klo prnah nnton drama winter sonata pasti tau hehe#
* Choi Ji Woo as Eommanya Joon Hee *cmn maaf krna di gnti marganya jadi Lee*
#bagi yg ga tau siapa choi ji woo, itu lho yg main di drama winter sonata tpi klo tetep ga tau, cari aja di mbah google#
* Park Jung Soo a.k.a Lee Teuk SUJU
* Im Yoon Ah a.k.a Yoona SNSD
* Kim Hee Chul a.k.a Hee Chul SUJU
* and other cast
Disclaimer :
Semua cast milik Allah swt, agensinya masing2 n ortunya masing2. Plot cerita dan semuanya murni karya saya sepenuhnya bukan karya orang lain. Kisah FF ini terinspirasi dari beberapa kisah yang saya lihat dan saya baca dan juga terinspirasi ma manga "Absolute Boyfriend" dan film barat, "Princess Diary" dan drama Korea jadul, "My Love Patzzi".
******
Joon Hee POV
Aku celingukan melihat ke sekelilingku. Waahh mobil ini bagus sekali. Mobil yang mewah. Ada TV, kulkas kecil, seperti di drama-drama saja.
"Maaf ajuhssi, kalau boleh tau anda siapa? Dan apa maksud juga tujuan anda menjemput saya? Dan sebenarnya siapa yang menyuruh anda?" Tanyaku.
Tapi, dia hanya tersenyum menanggapiku yang memberondongi dia dengan banyak pertanyaan.
"Nama saya Kim Hee Chul dan nona akan tahu setelah kita sampai. Maaf saya tidak bisa menjawab semua pertanyaan nona karena saya hanya diperintah untuk menjemput nona." Jawabnya sembari menatap lurus ke depan karena dia sedang menyetir.
Mendengar jawabannya makin membuatku penasaran setengah mampus.
"Joon Hee..."
Tiba-tiba aku mendengar ada suara yang memanggilku.
"Joon Hee..."
Bulu kudukku meremang. Suara itu sepertinya aku kenal. Tunggu!
Aku celingukan melihat kesana kemari. Lalu aku mengambil koran di sebelahku dan membukanya lalu aku berpura-pura membacanya.
"Joon Hee..." Bisiknya.
"Joon Hee, ini aku Yesung." Suaranya yang sepertinya dari arah samping kiriku.
"Kau ada dimana?" Bisikku di balik koran.
"Aku ada dibelakangmu."
Aku menoleh ke belakang dan aku tak menemukan dia.
"Jangan bercanda! Kau dimana?" Bisikku dengan nada pelan agar tak terdengar oleh laki-laki yang bernama Hee Chul itu.
"Aku sedang menyamar jadi kau tidak bisa melihatku." Bisiknya.
"Menyamar?!?"
"Ne, aku menyamar jadi seekor lalat. Aku hinggap dibelakangmu."
"Hahahahhahahaha." Mendengar ucapannya sontak membuatku tertawa keras.
"Agashi, kau kenapa?" Tanya namja bernama Hee Chul itu menatapku dengan tatapan heran.
"A..aniyo, gwaenchanayo. Aku sedang membaca berita di koran. Lucu sekali." Dustaku sembari berpura-pura membaca koran.
"Ooohh." Ucapnya singkat lalu dia melanjutkan lagi aktifitasnya.
"Hei, kenapa kau malah tertawa?" Tanya Yesung.
"Aku membayangkanmu jadi seekor lalat. Lucu sekali. Pasti kau jadi lalat buruk rupa yang aneh sekali." Aku tertawa tanpa suara.
"Sialan!" Dengusnya.
"Kenapa kau bisa ada disini?" Tanyaku.
"Aku sengaja mengikutimu karena aku takut terjadi sesuatu padamu. Kau lihat kan, di depan itu orang yang mencurigakan. Aku takut kau diculik."
"Bagaimana caranya kau jadi seekor lalat?"
"Hahaha itu perkara gampang. Tinggal menjentikkan jari, aku bisa bertransformasi menjadi apapun yang ku inginkan. Aku ini vampire segala bisa." Ucapnya dengan nada terdengar angkuh dan sok.
"Beuuhh..." Aku menggelengkan kepalaku.
"Menurutmu apakah dia laki-laki baik? Kau kan bisa membaca pikiran orang?" Sambungku.
"Hmm, dari aura yang kulihat sih, dia memancarkan aura bagus." Ucapnya dengan gaya bak seorang tabib.
"Ya elah lagak loe kayak tabib aja ngomongnya gitu amat. Terus kau bisa baca pikiran gak?" Tanyaku masih dengan nada yang pelan.
"Sialnya di saat menyamar begini, aku tidak bisa membaca pikiran orang."
"Huh payah. Dasar kau vampir payah!"
*untung joon hee gak bilang, "dasar kau keong racun" haha* --> author numpang lewat
"Ya! Aku bukan payah, vampir juga manusia." Sanggahnya.
"Manusia apanya? Kau itu mahluk tidak jelas. Manusia bukan, hantu juga bukan." Cibirku.
PLETAK
"Aigo! Sakit tau!" Gerutuku kesal sembari mengusap-usap kepalaku.
"Nona, kita sudah sampai."
"Sampai?"
Aku langsung menutup koran dan menyimpannya ke tempat semula.
Namja yang bernama Hee Chul itu membukakan pintu mobilnya untukku dan begitu aku keluar. Aku terperangah. Omona! Ini kan...
******
Yesung POV
Aish! Aku malah digoda sama lalat yang asli. Dikiranya aku sebangsa sama mereka dan kini aku sembunyi dari kejaran para lalat betina itu. Aku harus mengubah wujudku kalau begini. Aku menjentikkan jari dan sekarang aku kini dengan penampilan keren. Aku memakai kemeja putih, celana bahan kain warna hitam, jas hitam, sepatu hitam yang mengkilat plus kacamata hitam. Nah, kalau seperti ini penampilanku, aku jadi seperti tokoh mata-mata atau bisa dibilang aku seperti tokoh di film yang kulihat bersama Joon Hee. Tapi, judulnya apa ya? Aku lupa lagi. Kalau tidak salah tuh judulnya hmm Pen in Black deh eits salah Men in Black.
*hehehe yeppa yeppa dilirik tajam begitu ma author langsung deh meralat ucapannya hohoho mana ada film judulnya,"PEN IN BLACK" ckckck ada2 aja yeppa*
"Ya! Kenapa kau diam saja disana?" Teriak seseorang yang membuatku membalikkan badanku.
"Kau kenapa tidak masuk istana? Cepat sana! Kita kedatangan tamu dan kita harus menyambutnya." Seseorang itu menarik lenganku.
Aku memasuki sebuah tempat yang kata orang itu istana. Istana? Istana apaan? Lebih keren istana punyaku dong.
"Kau? Kau baru disini ya?" Tanya laki-laki itu padaku.
Aku langsung meraih tengkuk lehernya. Aku memanipulasi pikirannya.
******
Joon Hee POV
Aku memasuki bangunan ini dengan perasaan was was. Ini kan istana kepresidenan. Kenapa dia membawaku kesini? Ada hubungan apa? Apa jangan-jangan aku mau diberi uang kali ya?
*huh dasar mata ijoan eh mata duitan hehe* --> author numpang lewat lagi
Laki-laki yang bernama Hee Chul itu berbisik kepada salah satu pengawal disana.
"Silahkan nona. Anda sudah ditunggu di dalam." Ucapnya mempersilahkanku masuk ke dalam sebuah ruangan yang dijaga ketat oleh beberapa pengawal.
"Ditunggu? Oleh siapa?" Tanyaku polos.
Dia tertawa kecil, "Nona, silahkan masuk."
Pabo! Kenapa aku bertanya seperti itu? Ini kan istana kepresidenan. Sudah pasti aku bertemu dengan presiden dong masak bertemu ma David Beckham.Ada-ada aja kau, Joon Hee ckckck.
Aku memasuki sebuah ruangan yang cukup luas bukan cukup tapi luas sekali. Bisa dibilang lebih mirip lapangan sepak bola.
"Kenapa berdiri disana? Kemarilah." Suaranya membuyarkan lamunanku.
Kulihat Pak Presiden tengah menatap ke arahku sembari tersenyum. Aku berjalan menghampirinya dengan langkah yang penuh keraguan. Berjuta tanda tanya besar kini memenuhi otakku.
"Silahkan duduk."
Aku pun duduk dan kini jarak kami berdua sangat dekat. Dan kurasakan seluruh tubuhku gemetar. Baru kali ini aku face to face dengan seorang Presiden. Boro-boro Presiden, bertemu dengan artis secara langsung pun aku belum pernah.
"Jadi kau yang bernama Lee Joon Hee?"
"Ne, Pak Presiden."
*mianhaeyo author tak tau bahasa koreanya presiden itu apa..jadi bagi readers yang tau bahasa koreanya presiden, kasih tau author lewat komen ya..gomawo* --> author numpang nanya
"Lee Ji Woo nama ibumu kan?"
DEG
Kok beliau tau nama eomma?
"Ne, Pak Presiden."
Tiba-tiba dia berdiri dan berjalan menghampiri tempat dudukku. Beliau menatap mataku lekat-lekat. Kali ini tatapannya terlihat aneh sekali. Bukan tatapan nafsu tapi tatapan penuh kerinduan yang kutangkap dari matanya. Lalu beliau meraih lenganku dan aku berdiri sehingga kami berdiri saling berhadapan. Beliau langsung menarikku ke dalam pelukannya. Jelas aku kaget dengan perlakuannya yang tiba-tiba itu.
"Joon Hee, anakku. Akhirnya aku bertemu denganmu." Bisiknya.
DEG
Mwo? Anakku? Dia bilang anakku?
Sontak aku mendorong tubuhnya.
"Maaf Pak Presiden. Apa maksud anda?" Tanyaku.
"Joon Hee, anakku. Aku adalah appamu."
"Mworago? Appa?" Tiba-tiba aku merasa tenggorokanku tercekat.
"Ne, aku appamu."
"Mianhamnida, Pak Presiden. Anda jangan bercanda."
"Tidak. Aku tidak bercanda. Aku ayahmu, Joon Hee."
Aku berjalan mundur sembari menggelengkan kepalaku. Beliau menarik lenganku.
"Mianhamnida, Joon Hee."
"Kalau kau memang appaku. Kenapa kau baru muncul di depanku sekarang hah? Selama 17 tahun, aku belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang appa. Lalu kenapa kau baru muncul di depanku?" Nada suaraku mulai meninggi.
"Mianhamnida, Joon Hee. Aku tau kau pasti marah. Tapi, aku baru punya keberanian sekarang. Maafkan appa, Joon Hee."
Aku berjalan mundur lalu membalikkan tubuhku dan aku langsung berlari keluar.
"Nona Lee Joon Hee."
Aku tak mempedulikan panggilan laki-laki yang bernama Hee Chul itu karena yang aku pedulikan sekarang adalah aku bisa pergi dari tempat ini.
******
Yesung POV
Aku berjalan mengikutinya dari belakang. Orang-orang menatapku dengan tatapan aneh. Aku baru sadar kalau aku belum kembali ke wujudku yang asli. Aku masih memakai pakaian ala bodyguard. Tapi, aku bersikap acuh saja karena yang aku pedulikan sekarang adalah DIA.
Aku lalu mempercepat langkahku dan kini langkahku sudah sejajar dengannya.
"Nona, kenapa anda menangis?" Tanyaku.
"....." Dia hanya menatapku lalu berjalan cepat. Sepertinya dia takut. Lalu aku melepaskan kacamata hitamku.
"Hei, ini aku."
Lalu dia melirik ke arahku dan kulihat dia menatapku dengan tatapan aneh.
"Kau? Kenapa kau memakai pakaian seperti itu? Seperti agen rahasia saja." Tanyanya.
"Kau lupa ya. Aku kan mengikutimu tadi. Karena lalat-lalat betina itu mengira aku ini lalat asli sehingga mereka mengejarku. Ya, mau gimana lagi sih. Jadi lalat pun aku masih keren."
Kudengar dia tertawa kecil, "Keren? Keren apanya? Mana ada lalat keren?" Cibirnya.
"Kulihat kau berlari dari ruangan dan aku mengejarmu. Lagi-lagi aku melihatmu menangis. Bisakah kau tidak menangis di depanku hah?"
"Memangnya menangis itu kemauanku? Aku mencoba untuk tidak menangis tapi air mata ini nakal sekali." Isaknya.
"Ya sudah. Kau jangan menangis ya. Aku traktir kau makan es krim. Bagaimana?" Ajakku.
"Jinjja?"
"Ne."
"Uang darimana? Kau tidak merampok bank kan?" Tanyanya dengan nada penuh selidik.
"Ya! Memangnya aku ada tampang merampok hah? Hei, asal kau tau aku ini vampir kaya. Aku punya emas yang banyak dan saat aku dikutuk. Aku mengantongi banyak emas dalam jubahku. Beruntung tak ada yang menjarahnya."
Dia mengernyitkan dahinya, "Lalu?"
"Ya, aku jual semua emasnya. Aku simpan sebagian di ruang bawah tanah."
"Waah, sayang sekali aku tak menemukannya. Tau ada uang di ruang bawah tanah, aku bawa saja." Celetuknya.
"Mwo? Kau mau mencurinya dariku?"
"Hei, itu bukan mencuri tapi mengambil hakku. Kau kan sudah tinggal denganku. Biaya makan, biaya cuci piring, biaya cuci baju, biaya mengerjakan tugas sekolah dan semuanya. Memangnya kau pikir di dunia ini ada yang gratis huh, kencing juga bayar!"
"Dasar cewek matre!" Aku menjitak kepalanya.
"Ya! Kenapa kau suka sekali menjitak kepalaku hah?" Gerutunya kesal.
Melihat tampang kesalnya, entah kenapa aku merasa gemas sekali hingga akhirnya aku mencubit wajahnya.
"Aawww...appo. Aish kau ini!"
PLETAK
"Aigo!!! Sakit tau!" Aku meremas-remas bagian kepalaku yang sakit. Gila! Jitakannya keras sekali.
"Itu balasan dariku." Ucapnya tak mau kalah dan meleletkan lidahnya.
"Ya! Awas kau!"
Dia berlari dan aku mengejarnya. Kami kejar-kejaran seperti Tom n Jerry atau lebih terlihat seperti anak TK.
Kami berdua duduk di taman kota sambil makan es krim.
"Ceritakan padaku. Kenapa kau tadi berlari dan menangis?" Tanyaku yang masih penasaran dengan sikapnya tadi.
"....."
"Hei, aku tanya kenapa malah diam?"
"Apa kau mau percaya dengan apa yang kudengar tadi?" Tanyanya sembari menundukkan wajahnya.
"Memangnya apa yang kau dengar?"
Aku ingin sekali membaca pikirannya tapi entah kenapa hanya dia saja yang tak bisa aku baca pikirannya. Aneh.
"Apa kau percaya kalau ternyata dia adalah ayahku?" Tanyanya sekali lagi yang sukses membuatku tertawa.
"Mwo? Kau bilang kalau presiden itu appamu?"
"Kau saja tertawa mendengarnya. Lucu sekali memang kedengarannya. Hahaha." Dia tertawa tapi yang kudengar justru tawa kepedihan.
"Maaf..Bukan maksudku..." Aku merasa bersalah karena sudah menertawakan ucapannya.
"Kenapa dia muncul sekarang? Kenapa di saat aku merindukan sosok ayah dalam hidupku dia tidak muncul? Dan kenapa harus orang itu yang jadi appaku? Wae? Waeyo?" Teriaknya lalu dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Aku lalu merangkul bahunya dan kusandarkan kepalanya di bahuku. Dan menepuk-nepuk pundaknya. Dan untuk yang kedua kalinya, dia menangis di bahuku. Joon Hee, kenapa kau suka sekali menangis? Aku akan membuatmu tertawa dan aku akan membuatmu bahagia, Joon Hee. Meskipun kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan ada disampingmu selalu.
*****
Kyu Hyun POV
Seharian ini aku tak melihatnya. Dia sedang apa ya? Aku sangat merindukannya. Seharian ini aku sibuk dengan ujian akhir nasional jadi aku tak melihatnya. Kulirik bingkisan di sampingku. Pasti dia kaget kalau aku datang ke rumahnya.
Namun saat aku melewati taman kota. Mataku menangkap sosok yang ku kenal. Tunggu! Bukannya dia...
Aku menghentikan mobilku tepat disamping jalan. Aku langsung menghampiri mereka.
"Jagi?"
Kulihat dia tampak kaget.
"Kyu oppa?"
"Sedang apa kau disini?" Aku melirik ke arah Jong Woon.
"Kau? Kenapa kau ada disini? Sudah hampir sebulan ini kau tidak masuk sekolah. Kau kemana saja?" Tanyaku.
"Hmm, aku pindah sekolah." Jawabnya terdengar santai.
"Ooh, pindah kemana?"
Dia bangkit berdiri, "Kyu, kau antarkan Joon Hee pulang ya. Aku ada urusan."
Dia berlalu pergi dan aku menatap punggungnya hingga tak kelihatan lagi. Aku melihat ke arah Joon Hee yang menundukkan wajahnya. Kenapa dia? Tampaknya dia sedang sedih.
"Jagi, kau kenapa?" Tanyaku khawatir.
"Aniyo. Gwaenchanayo." Jawabnya sembari menggelengkan kepalanya.
"Hmm, kalau begitu. Aku antar kau pulang."
Selama perjalanan, dia hanya diam saja. Entah apa yang dia pikirkan. Dia hanya melihat keluar jendela. Dan tak menatapku sedikit pun apalagi mengeluarkan sepatah kata pun.
Sesampainya di depan rumah,
"Gomawo oppa."
Dia melepaskan sabuk pengamannya dan membuka pintunya.
"Jagi, tunggu." Aku langsung keluar dan menghampirinya yang sudah ada di depan gerbang rumahnya.
"Aku bawa bingkisan untukmu juga eomma."
"Oohh." Dia hanya menanggapinya dengan nada yang datar. Kenapa dia?
"Bolehkah aku ikut masuk?" Tanyaku.
"Mianhaeyo, oppa. Aku ingin sendiri dulu. Aku capek." Jawabnya sembari menundukkan wajahnya.
"Hmm, baiklah. Tapi, ini untukmu juga eomma." Aku mengulurkan bingkisan itu dan dia meraihnya.
"Gomawo oppa."
Lalu dia masuk kedalam rumahnya meninggalkanku sendirian disini.
Apa yang terjadi padamu, nae jagiya? Kenapa aku melihat matamu sembab? Aku juga melihat saudara sepupumu sepertinya tengah menenangkanmu.
******
Joon Hee POV
Aku melangkahkan kakiku dengan lemas dan kulihat eomma sedang duduk sembari menonton televisi.
"Kau sudah pulang. Bawa apa itu?" Tanyanya sembari menghampiriku.
"Ini dari Kyu oppa."
"Kyu Hyun? Mana dia? Kenapa dia tidak kesini?"
Lalu dia meraih bingkisan yang ada di tanganku.
"Waah, apa ya isinya?" Dia terdengar sangat antusias.
"Waah, kue. Kelihatannya enak sekali." Dia lalu mengeluarkan kue dari dus dan menyimpannya di meja makan.
"Eomma, kau mengenal presiden kita sekarang?" Tanyaku dan kulihat raut wajahnya berubah drastis.
"Tentu saja kenal kan dia presiden kita masak kita sebagai rakyatnya tak mengenalnya sih. Kau itu ada-ada saja." Kulihat dia memaksakan untuk tersenyum.
"Bukan begitu maksudku. Apa eomma sangat kenal dekat dengan beliau?" Aku menekankan kataku.
"....."
"Tadi sepulang sekolah, ada yang mendatangiku dan dia bilang kalau dia disuruh untuk menjemputku. Dan ternyata orang itu membawaku ke istana kepresidenan. Dan aku bertemu dengan presiden lalu dia tiba-tiba mengatakan kalau aku adalah anaknya. Apa benar itu eomma? Kalau memang iya, kenapa dia tidak mencari kita dulu?" Tanyaku.
"....."
"JAWAB AKU EOMMA!" Teriakku.
Tiba-tiba dia menangis.
"Maafkan aku, Joon Hee. Benar. Dia itu appamu." Isaknya.
DEG
Omona! Aku adalah anak seorang presiden?!?
"Dulu sewaktu aku seumuranmu. Aku punya sahabat namanya Jang Dong Gun. Kami berdua sangat dekat meskipun usia kami terpaut jauh. Suatu hari dia mengenalkanku pada temannya namanya Bae Young Jun. Dia 5 tahun lebih tua dariku, seumuran dengan Dong Gun. Awalnya kami hanya teman tapi lama-lama aku jatuh cinta padanya begitu juga dengannya. Kami menjalin hubungan. Tapi, kedua orang tuanya tak merestui hubungan kami berdua. Karena aku miskin. Dulu aku bukan orang miskin, aku orang kaya tapi perusahaan kakekmu gulung tikar hingga kami jatuh miskin lalu kakekmu meninggal karena serangan jantung dan nenekmu masuk rumah sakit jiwa karena frustasi dan tidak bisa menerima keadaan. Tapi, ternyata ibuku memilih untuk mengakhiri hidupnya dan aku hidup sebatang kara. Aku kerja serabutan hanya untuk mencari sesuap nasi. Hingga akhirnya Young Jun nekat mengajakku menikah padahal saat itu aku masih muda. Aku masih 18 tahun. Akhirnya kami lari dan pergi ke Jepang. Tapi, karena dia tidak terbiasa hidup susah membuatnya sulit beradaptasi. Sampai akhirnya ada suruhan orang tuanya membawa paksa dia. Dan dia meninggalkan eomma yang tengah mengandung. Saat itu usia kandunganku baru 2 bulan. Aku bingung antara menggugurkanmu atau mempertahankanmu. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mempertahankanmu. Saat kau lahir, aku tak memakaikan marga ayahmu tapi margaku karena kau anakku. Apalagi saat kau berumur 2 tahun, aku mendengar berita kalau dia menikah dan pergi ke London. Sejak saat itu aku mulai membencinya karena dia sama sekali tak menemuiku setelah dia pergi bersama suruhan orang tuanya."
Mendengar semua penuturannya membuatku tak bisa menahan air mataku lagi untuk ke sekian kalinya. Aku menghampirinya dan memeluknya.Sore itu kami menangis bersama. Dan ini untuk pertama kalinya kami berdua menangis bersama.
******
Author POV
Tanpa mereka berdua sadari. Yesung melihat mereka berdua dan dia menyamar jadi seekor burung.
"Ini yang ketiga kalinya aku melihatnya menangis. Ternyata seperti itu kisah hidupnya. Tiba-tiba aku teringat keluargaku. Pasti mereka sudah tidak ada. Secara hanya aku vampir yang tersisa di muka bumi ini." Batin Yesung dalam hati.
Malam itu saat Joon Hee dan ibunya tengah menonton televisi. Mereka tampak terhibur dan sesekali mereka tertawa bersama. Ternyata mereka sedang menonton Keroro, kartun yang sedang hits.
Tiba-tiba bel rumah berbunyi,
"Siapa ya?" Tanya Joon Hee.
"Hmm, jangan-jangan Kyu, pacarmu. Cepat buka pintunya." Suruh eommanya.
"Ne." Joon Hee bangkit dari tempat duduk lalu menghampiri pintu dan begitu dibuka. Joon Hee tersentak kaget. Dia membelalakan matanya.
"Siapa Joon Hee? Kyu Hyun ya?" Teriak Ji Woo, eommanya sembari matanya tak lepas dari televisi.
"Bu..bu..bukan..Kyu oppa..tapi..." Ucap Joon Hee terbata-bata.
"Annyeonghaseyo, Ji Woo." Sapa laki-laki itu yang tak lain tak bukan adalah Bae Young Jun.
"Ka..kau?!?" Ujar Ji Woo yang langsung bangkit dari kursi.
"Kenapa kau datang kesini hah? Pergi!" Usir Ji Woo.
"Ji Woo, tunggu dulu. Dengarkan dulu penjelasanku." Ujar Young Jun lalu mendekati Ji Woo.
"Jangan mendekat! Pergi sana!" Ji Woo berjalan mundur lalu Young Jun meraih lengan Ji Woo.
"Ji Woo..." Young Jun langsung memeluk Ji Woo dan Joon Hee hanya terdiam terpaku melihat mereka berdua.
Dan Yesung, jangan ditanya. Dia masih betah menyamar jadi seekor burung. Dan tiba-tiba dia merasa haus juga lapar dan tanpa pikir panjang dia langsung menghisap darah burung yang tak jauh dari tempatnya.
"Selama ini aku mencarimu dan akhirnya aku menemukan info dari sahabatmu, Young Ae kalau kau sekarang tinggal disini bersama anak kita." Ucap Young Jun.
"Mwo? Anak kita? Dulu kau kemana saat aku membutuhkanmu hah? Di saat aku berjuang melahirkan Joon Hee ke dunia ini, kau dimana hah? Saat Joon Hee beranjak besar dan dia membutuhkan sosok appa, kau dimana hah? Aku bahkan harus menerima cemoohan dari orang-orang yang bilang kalau aku ini pelacur dan kalau Joon Hee itu anak haram yang tidak jelas siapa appanya. Selama 17 tahun aku membesarkan Joon Hee dan sekarang kau baru muncul. Laki-laki macam apa kau?" Sahut Ji Woo dengan nada yang terdengar sinis.
"Ji Woo, mianhaeyo. Aku tau kalau aku pengecut tapi sekarang aku datang untuk menebus semua rasa bersalahku padamu juga Joon Hee. Aku akan membawamu tinggal disana. Aku mohon maafkan aku." Ucap Young Jun terdengar tulus.
"Lalu bagaimana dengan istrimu juga keluargamu?" Tanya Ji Woo masih dengan nada sinis.
"Mereka sudah tau semuanya bahkan mereka ingin kalian tinggal bersama kami. Mereka merasa bersalah pada kalian berdua. Tidak ada yang menghalangi kita sekarang jadi kita bisa hidup tenang dan aku bisa menebus semuanya. Kumohon maafkan aku." Kali ini nadanya terdengar sungguh-sungguh.
"Aku akan memaafkanmu jika Joon Hee juga memaafkanmu." Jawab Ji Woo dengan nada datar.
Young Jun menatap ke arah Joon Hee dan Joon Hee menghampiri mereka berdua.
"Joon Hee, maukah kau memaafkan appa?" Tanya Young Jun.
Joon Hee menatap ke arah eomma juga laki-laki yang tenyata adalah appanya. Dia bertanya pada hatinya sendiri hingga akhirnya dia menganggukan kepalanya.
Setelah malam itu, Ji Woo juga Joon Hee di ajak tinggal di istana kepresidenan tapi Joon Hee juga Ji Woo belum siap. Young Jun mengadakan konferensi pers keesokan paginya. Semua mata tertuju padanya dan dia mengatakan sesuatu yang membuat jutaan warga Korea Selatan dibuat terperanjat kaget.
"Mwo? Presiden sebelumnya pernah menikah? Jadi Kim Hee Sun itu bukan istri pertamanya presiden?"
Dan beberapa reaksi warga lainnya. Setelah Joon Hee diperkenalkan sebagai putri pertama presiden sontak membuatnya jadi terkenal. Bahkan saat di sekolah pun dia mendadak jadi seleb. So Jung pun yang dulu mengkhianatinya jadi mendekatinya lagi karena ingin ikut terkenal bahkan dia mengakui kepada wartawan kalau dia sahabat Joon Hee.
"Dasar muka dua!" Gerutu Joon Hee kesal melihat tingkah laku So Jung.
Apalagi Kyu Hyun yang jadi pacar Joon Hee pun tak lepas dari kejaran wartawan yang memburu kehidupan pribadinya Joon Hee. Berbagai majalah dihiasi wajah Joon Hee. Pokoknya heboh deh seantero jagat raya. *lebay.com*
Sementara Yesung merasa bahagia karena akhirnya Joon Hee mendapat kebahagiaannya.
"Sebenarnya bisa saja aku memanipulasi pikiran Kyu Hyun agar dia tidak mencintaimu dan aku bisa juga memanipulasi pikiranmu agar kau mencintaiku tapi aku tak bisa melakukannya karena aku mencintaimu, Joon Hee. Aku ingin suatu hari kau bisa mencintaiku dengan tulus tanpa aku memanipulasimu. Tapi, sepertinya tak mungkin karena di hatimu hanya ada Kyu Hyun. Kalau begitu aku akan menghilang dari kehidupanmu, Joon Hee." Gumam Yesung saat dia melihat Joon Hee sedang duduk di halaman belakang sekolah bersama Kyu Hyun.
Sementara itu,
"Jung Soo ssi, Yoona ssi...Maafkan saya karena saya tidak bisa melanjutkan pekerjaan saya disini." Ucap Joon Hee saat di toko.
"Gwaenchanayo, Joon Hee ssi. Kami mengerti kok sekarang posisimu berbeda. Apalagi saya mau minta maaf karena aku pernah memarahimu, Joon Hee ssi." Ujar Yoona.
Mendengar ada embel-embel ssi di belakang namanya membuat Joon Hee canggung, "Jangan panggil aku Joon Hee ssi, panggil saja aku seperti biasanya. Meskipun aku adalah anak seorang presiden tapi aku tetaplah Joon Hee yang dulu, tak ada yang berubah."
"Ng...Ne, Joon Hee ssi eh Joon Hee." Ujar Yoona.
"Oh ya, Joon Hee. Jangan lupa ya kau datang ke pernikahanku." Ujar Jung Soo.
"Ne, Jung Soo ssi eh Jung Soo oppa." Ucap Joon Hee.
"Tak apa-apa kok kau panggil aku Jung Soo ssi lagi." Ujar Jung Soo sembari tersenyum.
"Ne, Jung Soo ssi."
Akhirnya Joon Hee keluar dari pekerjaan paruh waktunya karena dia bukan lagi Joon Hee yang dulu tapi sekarang dia jadi Bae Joon Hee bukan Lee Joon Hee lagi. Apalagi kakek, nenek, istri kedua ayahnya, Nyonya Kim juga saudara tirinya memperlakukan dia baik bahkan eommanya, Lee Ji Woo juga diperlakukan baik bahkan di anggap kakak oleh Nyonya Kim.
******
Joon Hee POV
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan kini sudah memasuki tahun baru. Kyu oppa kuliah di Amerika dan kita berkomunikasi lewat facebook, twitter juga video call. Tapi,dulu saat dia pergi aku merasa biasa saja. Kenapa ya? Dan sudah hampir 6 bulan lamanya, aku tak bertemu dengan Yesung. Kemana dia? Aku cari ke tempat yang biasa dia datangi tapi hasilnya nihil. Aku sangat merindukan sosoknya. Aku selalu ingat saat-saat dia menghiburku, saat-saat dia yang bersikap menyebalkan itu. Aku sangat merindukan saat-saat bersamanya.
Aigo! Kenapa aku ini? Bukankah aku sudah punya Kyu oppa? Tapi, kenapa aku malah mikirin dia sih?
*****
Yesung POV
Sudah 6 bulan lamanya ini aku menghilang dari kehidupannya namun tampaknya aku masih belum bisa melupakannya. Dan aku hanya bisa memperhatikannya secara diam-diam.
"Yesung, sekarang saatnya kau tampil." Suara itu membuyarkan lamunanku.
"Ne."
Hari ini adalah hari pertamaku debut sebagai penyanyi setelah beberapa bulan aku di training. Semoga semuanya lancar.
Aku memasuki panggung dan musik mulai mengalun. Aku bernyanyi dengan penuh perasaan. Saat mata ini terpejam, bayangan wajahnya yang muncul.
*****
Author POV
Sejak kemunculan Yesung di belantika musik membuat semua orang langsung menyukai suaranya apalagi singlenya, "That Man" langsung meledak dan laris di pasaran. Yesung langsung terkenal.
Joon Hee tak sengaja melihat Yesung di televisi saat berada di dalam mobil.
"Yesung?!?" Pekik Joon Hee sembari menutup mulutnya.
"Agassi, kenapa?" Tanya Hee Chul yang jadi pengawal pribadi Joon Hee.
"Gwaenchanayo." Jawab Joon Hee sembari menggelengkan kepalanya.
"Omona! Dia jadi penyanyi?!? Benarkah yang kulihat ini?" Batin Joon Hee dalam hati sembari matanya menatap layar televisi yang menayangkan penampilan Yesung yang sedang bernyanyi.
Joon Hee pun memutuskan untuk membeli albumnya Yesung dan dia melihat sampul kaset juga cd album itu dengan tatapan mata yang masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Omo! Benarkah ini dirimu Yesung?" Gumam Joon Hee.
Joon Hee selalu melihat penampilan Yesung bahkan saat Yesung mengadakan konser pun diam-diam Joon Hee melihatnya dan dia menyamar menjadi orang biasa. Setiap hari Joon Hee memikirkan Yesung dan sampai akhirnya...
"Kyu oppa, maafkan aku. Tapi, lebih baik kita berteman saja." Ucap Joon Hee saat Kyu datang ke Korea di waktu liburnya. Dan mereka janjian bertemu di taman kota.
"Mwo? Kenapa?" Tanya Kyu tersentak kaget.
"Entahlah tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini, oppa. Aku tak mau melukai hatimu karena percuma saja kita berhubungan sementara hati dan pikiranku cenderung ke laki-laki lain. Mianhaeyo, oppa. Aku tak bermaksud menyakitimu tapi lebih baik aku jujur pada oppa juga pada perasaanku sendiri daripada melukaimu oppa." Ucap Joon Hee sembari menundukkan wajahnya.
"....." Kyu Hyun menghela nafasnya berat.
"Baiklah kalau begitu, aku menerima keputusanmu. Mulai hari ini aku melepaskanmu, Joon Hee."
Joon Hee mendongakkan kepalanya, menatap ke arah Kyu dengan tatapan tak percaya.
"Jinjja?"
"Ne. Lagipula aku sudah bisa menduga kalau akhirnya akan seperti ini dan aku tau kalau kini kau mencintai laki-laki itu. Laki-laki yang kau anggap sebagai saudara sepupumu padahal bukan sepupumu." Ucap Kyu datar.
Joon Hee membelalakan matanya, "Kyu oppa, kau..kau tau kalau dia bukan sepupuku? Apa kau tau kalau dia..."
"Vampir. Aku tau semuanya. Bahkan aku tau itu secara tanpa sengaja." Potong Kyu cepat.
"Kau tau darimana?" Tanya Joon Hee dengan nada yang terdengar ragu-ragu.
"Beberapa bulan yang lalu, aku tak sengaja melihatnya sedang menghisap darah seekor anjing di pinggir jalan yang sepi saat aku hendak pergi ke rumahmu dulu sebelum kau pindah ke istana kepresidenan. Jujur aku tak percaya dengan apa yang kulihat sampai dia sendiri yang bilang kalau dia bukan sepupumu tapi seorang vampir yang kau temukan di ruang bawah tanah."
Joon Hee speechless mendengar jawaban Kyu Hyun yang ternyata sudah mengetahui identitas asli Yesung.
"Tenang saja, Joon Hee. Aku tak akan membocorkannya kepada orang lain kok." Kyu Hyun tersenyum ke arah Joon Hee.
"Gomawo oppa." Ucap Joon Hee lalu dia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Oppa mianhaeyo. Aku ada les bahasa spanyol sekarang. Aku pergi dulu ya. Oh ya kapan kau kembali ke Amerika?" Tanya Joon Hee.
"Besok pagi aku berangkat kesana." Jawab Kyu.
"Oh begitu. Salam buat ajuhssi, ajuhmma juga Ah Ra eonnie ya."
"Ne. Aku juga titip salam buat semuanya ya."
"Ne. Annyeong." Joon Hee lalu pergi meninggalkan Kyu sendirian di taman kota.
Kyu melambaikan tangannya dan dia menatap punggung Joon Hee hingga sudah tak kelihatan lagi. Tiba-tiba bayangan massa lalu melintas di benaknya...
Flashback
"Apa kau benar-benar mencintai Joon Hee?" Tanya Yesung pada Kyu saat Kyu tak sengaja melihat Yesung sedang menghisap darah seekor anjing di pinggir jalan yang sepi hingga akhirnya mereka berdua berbincang-bincang di sebuah kedai mie.
"Ne. Kenapa kau bertanya seperti itu?" Kyu balik bertanya.
"Kau harus membahagiakan Joon Hee. Buat dia bahagia, buat dia tertawa dan buat dia tersenyum setiap hari. Kalau kau sampai melukai hatinya, kau akan berurusan denganku, Kyu Hyun." Jawab Yesung.
"Kenapa kau berkata seperti itu? Kau mencintai Joon Hee, benar kan?"
"......" Yesung terdiam.
"Kalau diam berarti benar."
"Ne, aku memang mencintainya tapi dia mencintaimu dan melihatnya bahagia, aku merasa bahagia. Kalau kau sampai membuatnya terluka. Aku tak segan-segan akan merebutnya darimu, Kyu Hyun."
end of flashback
Kyu Hyun tersenyum saat mengingat hal itu, "Kini aku yang akan berkata seperti itu. Jika Joon Hee terluka karenamu. Aku akan merebut Joon Hee dan membuatnya jatuh cinta lagi padaku." Batinnya dalam hati.
******
Joon Hee POV
Besok lusa adalah hari ulang tahunku dan 3 bulan lagi aku akan pergi ke Paris untuk melanjutkan studiku. Aku ingin sekali bertemu dengannya. Aku ingin bertemu dengan Yesung. Keinginanku sekarang adalah hanya ingin bertemu dengan Yesung.
"Joon Hee..." Aku menoleh dan ternyata eomma sudah ada di depan pintu kamarku.
"Kau kenapa sayang?" Tanyanya sembari mengusap kepalaku dengan penuh sayang.
"Eomma, aku sudah putus dengan Kyu oppa."
"Mwo? Putus? Kenapa?" Tanyanya. Kudengar dari nadanya kalau beliau kaget sekali.
"Aku tak bisa membohongi hatiku, eomma. Di saat bersama Kyu oppa malah aku memikirkan laki-laki lain."
"Laki-laki lain? Siapa dia?"
"Yesung."
"Yesung?!? Omona!" Pekiknya.
"Ne, Yesung yang sudah menolong kita dari preman-preman jahat itu."
"....." Eomma terdiam membisu.
Aku tau beliau pasti kaget saat mendengarnya karena dia sudah tau kalau Yesung adalah seorang vampir. Tapi, aku tak bisa membohongi hati ini karena ternyata perasaan ini mulai tumbuh dan berkembang di saat aku menyadari kehadirannya benar-benar sangat berarti untukku.
************
Yesung POV
Hari ini adalah hari ulang tahunnya dan aku mendapat undangan untuk menghadiri pesta ulang tahunnya. Aku bingung mau pakai baju apa ya? Kenapa aku mendadak jadi gugup seperti ini ya? Aish, Yesung bersikaplah yang wajar dan seperti biasa saja nanti ketika kau bertemu dengannya.
******
Author POV
Pesta ulang tahun Joon Hee sangat meriah apalagi Yesung mampu membius semua tamu disana dengan suaranya yang merdu bahkan Joon Hee tak bisa melepaskan tatapan matanya dari Yesung karena Yesung yang ia ada di depannya kini menjelma jadi seorang namja yang keren dengan potongan rambutnya yang pendek plus pakaiannya yang rapi membuat Joon Hee terpesona pada ketampanan Yesung.
*yeppa minta uang lembaran dong kan aku udh muji kmu...pluukk!! lho kok uang receh sih? saya btuh uang lembaran woy! dassar yeppa pelit :P * --> author numpang lewat lagi #kabuurr sblum kena lmpar bakiak krna nongol mulu nih hoho
Sampai akhirnya tiba di acara puncak yaitu pemotongan kurban eh kue ulang tahun. :)
"Sebelum tiup lili, make a wish ya nona." Ucap sang host saat sebelum pemotongan kue dimulai.
Lalu setelah lagu happy birthday versi korea berakhir, Joon Hee menutup matanya, mengucapkan keinginannya lalu dia meniup lilin. Tepuk tangan bergemuruh dan potongan kue pertamanya dia persembahkan untuk kedua orang tuanya lalu keluarganya.
"Terakhir potongan kue ini untuk siapa? Apakah ada laki-laki special?" Tanya host itu tampak penasaran.
Joon Hee melihat ke sekeliling lalu dia menemukan Yesung sedang berdiri di panggung dan menatap ke arahnya.
"Aku ingin memberikan potongan kue ini pada idolaku, Yesung." Ucap Joon Hee yang sontak membuat Yesung kaget luar binasa.
"Aku?" Tunjuk Yesung ke dirinya sendiri.
"Ne, cepat Yesung datang kemari." Ujar host itu.
Yesung menghampiri Joon Hee lalu dia sudah berdiri disamping Joon Hee dan dia merasakan detak jantungnya berdetak sangat kencang.
"Kamsahamnida, Joon Hee ssi." Ucap Yesung.
Lalu saat acara sedang berlangsung, Joon Hee menarik tangan Yesung dan membawanya ke halaman belakang istana sehingga tak ada orang disana.
"Selama 6 bulan kau kemana saja? Tiba-tiba saja kau muncul dan menjadi seorang penyanyi terkenal." Tanya Joon Hee.
"Aku menjalani training setelah aku lulus audisi Top Entetainment." Jawab Yesung sembari menundukkan wajahnya.
"Mana Kyu Hyun? Kok aku tak melihat dia?" Tanya Yesung.
"Aku sudah putus dengannya." Ucap Joon Hee sembari menatap ke arah Yesung.
"Putus?!?" Yesung menatap ke arah Joon Hee dengan tatapan kaget.
"Ne."
"Oohh..."
Hening.
"Apa kau mau tau apa permohonanku sebelum aku meniup lilin?" Tanya Joon Hee tiba-tiba.
"Hmm, memangnya apa permohonanmu?" Tanya Yesung yang tampak penasaran.
"Uang, harta, orang tua juga keluarga yang utuh dan kasih sayang, aku sudah punya semuanya. Tapi, hanya satu keinginanku. Keinginanku hanyalah kau, Yesung oppa. Aku ingin kau selalu disampingku selamanya." Jawab Joon Hee yang sukses membuat Yesung kaget setengah mampus.
"Mworago? Apa maksudmu, Joon Hee?" Tanya Yesung gugup.
"Aigo, masak kau tidak mengerti apa maksud perkataanku hah? Kau ini katanya vampir segala bisa, vampir yang keren tapi kau juga vampir payah yang pabo." Gerutu Joon Hee kesal.
"Jadi kau putus dengan Kyu karena kau...karena kau mencintaiku?" Tanya Yesung dengan hati-hati.
Joon Hee menganggukkan kepalanya. Tanpa pikir panjang Yesung langsung menarik tubuh Joon Hee ke dalam pelukannya.
"Saranghaeyo, Joon Hee." Bisik Yesung.
"Nado saranghaeyo, Yesung oppa." Balas Joon Hee.
"Baru kali ini kau memanggilku oppa. Aku senang sekali. Aku bahagia perasaanku kini berbalas. Gomawo, Joon Hee." Ucap Yesung.
Yesung melepaskan pelukannya lalu menatap mata Joon Hee lekat-lekat. Perlahan wajah Yesung mendekat dan Joon He merasakan sentuhan lembut di bibirnya. Waktu seakan berhenti. Dunia serasa milik mereka berdua. Rembulan bersembunyi dibalik awan hitam karena malu melihat sepasang kekasih tangah bercumbu dibawah sinarnya.
EPILOG
Author POV
Seorang gadis tengah berkutat di depan laptopnya,
"Akhirnya selesai juga fan fiction karanganku yang aku beri judul All I Want Is You. Tinggal di kirim ke majalah deh." Gumamnya lalu setelah selesai dia langsung mematikan laptopnya.
Namun dia tak beranjak dari tempat duduknya. Dia memandangi sebuah poster yang terpampang jelas di depannya. Sebuah poster boyband terkenal yang sangat ia idolakan, Super Junior.
"Membayangkan Yesung oppa jadi seorang vampire dan Kyu Hyun jadi pacarku hahaha khayalan tingkat tinggi." Ucapnya pelan sembari matanya tak lepas dari poster itu.
"JOON HEE...AYO CEPAT MAKAN! BUKANKAH NANTI SORE JADWAL PENERBANGANMU." Teriak seseorang dari luar kamarnya.
"Ne, eomma. Aku segera ke bawah."
Joon Hee langsung menuruni tangga dan dia langsung duduk bersama appa juga adik laki-lakinya, Taemin.
"Noona, kau akan berapa lama tinggal disana?" Tanya Taemin, adiknya.
"Tidak lama kok, Taemin sayang. Noona hanya 2,5 tahun disana. Lagipula kalau libur kan noona bisa pulang kesini." Ujar Joon Hee lalu mengusap-usap kepalanya Taemin.
"Tak terasa waktu berlalu dan anak eomma sudah besar. Sekarang kau akan pergi ke Paris untuk kuliah disana. Rumah ini pasti sepi tanpa kehadiranmu." Ujar eommanya.
"Eomma, jangan begitu. Lagipula sekarang kan tehnologi sudah canggih jadi kita bisa berkomunikasi lewat facebook, twitter juga video call." Ujar Joon Hee.
"Kau sudah menyiapkan semuanya?" Tanya appanya.
"Sudah appa. Tinggal berangkat saja nanti sore."
*****
Joon Hee lalu pamitan dengan kedua orang tuanya di Bandara Incheon.
"Jaga dirimu baik-baik disana ya, sayang. Jangan telat makan. Jaga kesehatan disana. Kalau kau sudah sampai, hubungi kami ya?" Ujar Eommanya sembari memeluk Joon Hee dengan erat seolah-olah tak ingin melepaskan pelukannya.
"Ne, eomma." Ucap Joon Hee.
Tiba-tiba terdengar suara...
"Penerbangan dengan nomor 376BW dengan tujuan Paris akan segera tinggal landas harap kepada penumpang untuk segera memasuki pesawat..."
"Eomma, appa, Taemin...Aku berangkat ya."
"Ne, hati-hati ya. Jangan lupa berdo'a agar kau selamat, Joon Hee."
"Ne."
Joon Hee menyeret kopernya lalu melambai-lambaikan tangannya.
Saat membalikkan badannya tiba-tiba dia merasa ada yang bergetar ternyata ponselnya. Joon Hee menundukkan wajahnya, membaca pesan yang masuk.
Tiba-tiba dia menubruk seseorang hingga ponselnya jatuh dari tangannya.
"Chusseonghamnida." Ucap Joon Hee sembari membungkukkan badannya.
"Agassi, kau tidak apa-apa?" Tanya seseorang yang ia tubruk begitu Joon Hee mendongak, dia tampak kaget sekali.
"......"
"Agassi?"
"Ne. Yesung oppa? Benarkah yang kulihat ini? Kau Yesung oppa?" Tanya Joon Hee tak percaya.
"Ne. Aku memang Yesung." Ujar orang itu yang ternyata adalah Yesung.
"Kyaaaa!!!" Teriak Joon Hee kegirangan.
"Oppa, aku fans berat oppa. Aku minta fotonya ya."
"Ne."
Lalu Joon Hee mengambil fotonya bersama Yesung.
"Siapa namamu?" Tanya Yesung.
"Jeoneun Lee Joon Hee imnida." Jawab Joon Hee dengan sangat antusias
"Hmm, Joon Hee, kau mau kemana?" Tanya Yesung.
"Ke Paris. Oppa mau kemana?" Joon Hee balik bertanya.
"Sama. Aku juga mau ke Paris. SM Town konser di adakan disana."
"Aaa..."
"Oh ya kau ikut saja bersama kami." Ajak Yesung.
"Mwo?"
"Ne. Gimana?"
Joon Hee menganggukkan kepalanya cepat. Dia sangat antusias.
"Ya Tuhan, impianku terkabul. Aku bertemu dengan idolaku disini. Tak kusangka. Terima kasih, Tuhan." Batin Joon Hee dalam hati.
"Ya Tuhan, dia gadis yang sangat cantik dan manis. Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama." Batin Yesung dalam hati sembari menatap ke arah Joon Hee
-THE END-
All I Want Is You Part 2
Main Cast :
* Kim Jong Woon a.k.a Yesung SUJU
* Cho Kyu Hyun a.k.a Kyu Hyun SUJU
* Jung So Jung a.k.a Krystal f(x)
* Lee Ji Ah as Eommanya Joon Hee
#bagi yg ga tau siapa lee ji ah, itu lho yg main di drama athena tpi klo tetep ga tau, cari aja di mbah google#
Support Cast :
* Park Jung Soo a.k.a Lee Teuk SUJU
* Im Yoon Ah a.k.a Yoona SNSD
* Lee Dong Hae a.k.a Dong Hae SUJU
* and other cast
*******
Joon Hee POV
Hari ini Kyu oppa mengajakku pergi tapi aku tidak tau pergi kemana soalnya pas ditanya, dia hanya tersenyum dan bilang, "Nanti juga kau tau."
Benar-benar penasaran tingkat akut nih.
"Jagi, ayo cepat naik." Suaranya membuyarkan lamunanku.
"Ne, oppa." Aku langsung menaiki mobilnya.
"Jagi, saudara sepupumu itu kemana? Kok sudah hampir sebulan ini dia tidak masuk." Tanyanya di sela perjalanan.
"Hmm, nado molla." Jawabku.
Sudah sebulan ini dia menghilang tanpa kabar bahkan fans-fansnya di sekolah banyak ngomongin dia. Aku baru sadar kalau dia sudah pergi selama itu. Kemana ya perginya?
"Kamu tidak terlalu dekat dengan saudara sepupumu itu ya?" Tanyanya lagi sembari matanya lurus ke depan.
"Hmm, begitulah. Kami tidak akrab. Bisa dibilang kami itu seperti air dan minyak, seperti tom & jerry. Tapi, kadang dia baik kadang dia menyebalkan sampai-sampai ingin rasanya aku mencekik lehernya sampai mati."
Kudengar Kyu oppa tertawa kecil mendengar penuturanku.
Tak lama kemudian,
"Akhirnya kita sampai." Ucapnya.
"Rumah siapa ini?" Tanyaku.
"Rumahku."
"Rumah oppa?!?" Aku tersentak kaget.
"Kenapa kau kaget? Santai saja. Aku mengajakmu kesini karena aku ingin mengenalkanmu pada appa, eomma juga noona."
"Mwo?"
DEG
Omona! Bertemu dengan keluarga Kyu oppa? Kalau mereka bertanya tentang keluargaku, aku harus jawab apa?
"Kajja." Dia menarik tanganku dan aku merasa detak jantungku kini sudah melebihi batas kecepatan.
Kami berdua memasuki rumah yang lumayan mewah dan mataku menangkap sesosok perempuan yang cantik dan anggun.
"Kyu, akhirnya kau bawa pacarmu juga kesini."
"Noona..."
Oh jadi dia kakaknya Kyu oppa. Cantik sekali.
"Annyeonghaseyo..." Sapaku sembari membungkukkan badanku.
"Annyeonghaseyo. Jadi ini yang namanya Lee Joon Hee yang selalu dibicarakan oleh adikku ini."
Yang selalu dibicarakan oleh Kyu oppa? Aku melirik ke arahnya dan dia tampak malu lalu menundukkan wajahnya.
"Noona, eomma dan appa ada?"
"Appa sedang pergi keluar ada urusan bisnis kalau eomma ada."
"Dimana eomma?"
"Di dapur."
Kyu oppa pergi meninggalkanku dan aku hanya berdiri.
"Aish, dasar Kyu. Masak tidak disuruh duduk sih. Oh ya, Joon Hee, silahkan duduk."
"Ne, eonnie."
******
Tak lama kemudian,
Seorang wanita paruh baya namun masih terlihat sangat cantik dalam balutan busana yang meski sederhana tapi aura kecantikannya tetap terpancar.
"Annyeonghaseyo." Aku bangkit dari kursi dan memberi salam juga membungkukkan badanku.
"Annyeonghaseyo. Jadi kau yang namanya selalu disebut-sebut oleh anakku, Kyu. Ternyata kau tidak salah pilih, Kyu. Dia cantik." Ucapnya dengan lembut dan dia tersenyum kepadaku.
Waahh, aku disebut cantik? Untung saja aku tidak punya sayap, kalau punya, aku sudah terbang ke langit ketujuh.
*****
Author POV
Joon Hee diajak makan siang disana dan mereka berbincang-bincang apalagi Eommanya Kyu sempat protes karena Joon Hee memanggilnya ajuhma katanya dia ingin dipanggil eomma oleh Joon Hee. Joon Hee merasa terharu dengan sikap eommanya Kyu juga kakaknya Kyu yang memperlakukannya dengan baik.
Tapi, dia mendadak gugup karena...
"Joon Hee, orang tuamu kerja apa?" Tanya Eommanya Kyu.
Joon Hee terdiam. Dia sibuk dengan pikirannya. Dia bingung mau jawab apa akhirnya...
"Ayahnya seorang pegawai negeri dan ibunya seorang pemilik butik di Busan." Ucap Kyu yang membuat Joon Hee melirik ke arah Kyu dengan tatapan kaget.
"Hmm, benarkah itu?" Tanya eommanya Kyu.
"Ng...Ne, eomma." Ujar Joon Hee.
"Kapan-kapan pertemukan aku dengan orang tuamu ya?"
"Ng..Ne..." Jawab Joon Hee gugup.
Joon Hee pamitan dan dia di antar pulang oleh Kyu Hyun.
"Kenapa oppa bohong?" Tanya Joon Hee.
"Itu...karena..karena..aku..."
"Karena oppa malu kalau aku ini adalah orang yang tidak jelas ayahnya siapa juga orang yang punya ibu seorang penyanyi klub malam. Benarkan?" Potong Joon Hee.
"....." Kyu terdiam.
"Berhenti!" Teriak Joon Hee.
"Joon Hee, aku..."
"AKU BILANG BERHENTI DISINI!" Tegas Joon Hee.
Lalu mobil pun berhenti dan Joon Hee keluar dari mobil.
"JOON HEE..." Panggil Kyu tapi Joon Hee tetap meneruskan langkahnya.
*****
Yesung POV
Sudah sebulan ini aku tak melihatnya. Dia sedang apa ya? Lho kok aku jadi memikirkan dia sih? Bukannya dia tidak ingin melihatku lagi. Lagipula sekarang aku sedang menikmati masa-masa trainingku. Akhirnya aku lolos audisi dan katanya aku harus menjalani training selama setahun. Aku pikir itu bagus karena aku pasti bisa melupakan gadis itu.
Aduuhh mendadak aku haus sekali. Aku ingin darah. Tapi, darah siapa yang akan kuhisap? Aku celingukan mencari mangsa dan akhirnya aku menemukan mangsaku di atas pohon. Tanpa pikir panjang, aku langsung memanjat pohon dan dalam hitungan detik, aku sudah menghisap darah seekor tupai. Hmm, sedap sekali.
"Hiks hiks hiks hiks."
Suara apa itu? Jangan-jangan hantu lagi! Iiihhh...
Mataku menangkap sosok yang sudah tidak asing lagi di mataku.
Dia?
Aku berjalan menghampirinya.
"Hei."
Dia mendongakkan kepalanya.
"Kau?" Tanyanya lalu dia buru-buru menyeka air matanya.
"Kau kenapa?" Tanyaku khawatir melihat matanya sembab dan wajahnya tampak pucat.
"Kau sakit?" Aku meraba dahinya tapi dia langsung menepis tanganku.
"Kau kemana saja? Kenapa kau tiba-tiba muncul di depanku hah?" Isaknya.
"Aku...Aku sedang berkelana." Dustaku.
*jiah berkelana kayak bang haji rhoma irama aja pke berkelana haha* --> author numpang lewat
"Kenapa kau menangis?" Tanyaku.
"Bukan urusanmu." Jawabnya dengan nada dingin.
"Ceritakan saja masalahmu. Aku akan jadi pendengar setia kok. Dan anggap saja ini pertemuan terakhir kita. Dan soal 3 permohonanku itu, anggap saja kau sudah membayarnya. Aku sudah anggap lunas."
"Jinjja?" Tanyanya tak percaya.
"Ne, jadi kau ceritakan saja masalahmu." Ucapku pasti.
"Terlalu rumit." Jawabnya dengan nada datar tanpa melihat ke arahku sedikit pun.
"Rumit kenapa?" Aku penasaran.
"Kau tau kan keluargaku seperti apa. Aku tidak tahu dengan jelas siapa ayahku, ibuku yang seorang penyanyi klub malam juga pacar yang malu mengakui latar belakang keluarga pacarnya. Miris sekali bukan."
Bisa kulihat dari wajahnya kalau dia menyimpan masalah yang tidak ringan tapi cukup berat untuk dipikul seorang gadis muda sepertinya.
Aku mengelus-elus pundaknya dan aku sandarkan kepalanya ke bahuku.
"Kalau kau ingin menangis. Menangislah sepuasmu. Aku pinjamkan bahuku untukmu. Gratis. Tak usah bayar."
"Jinjja?"
"Ne..."
Tak lama kemudian, aku mendengar isak tangis yang kini berubah jadi raungan.
*****
Joon Hee POV
Setidaknya aku merasa sudah baikan sekarang. Ternyata Yesung itu orang yang baik. Di balik sikapnya yang menyebalkan itu. Dia berjalan di belakangku. Katanya dia mau mengantarku pulang sampai depan rumah.
"Jebal...jebal..." Aku mendengar suara seorang wanita tengah kesakitan.
Aku melihat dari kejauhan, tampak seorang wanita sedang dipukuli oleh 3 orang pria.
Omona! Aku kenal wanita itu. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari ke arahnya.
"HENTIKAN!" Teriakku.
"Nuguseyo?" Tanya salah seorang laki-laki bertubuh besar.
"Aku anaknya. Dan kenapa kalian memukulinya hah?"
"Oh jadi kau anaknya Lee Ji Ah. Kalian berdua, cepat bawa gadis ini!" Perintahnya pada 2 laki-laki yang sama besarnya dengannya.
Mwo? Membawaku?
"Jebal...Kumohon jangan bawa dia. Bawa saja aku." Isaknya.
"Ahh, perempuan jalang! Karena kau tidak bisa membayar hutangmu, jadi kau bayar saja dengan anakmu."
"Mwo?!? Shirreo!" Teriakku.
PLAAAKK
Sebuah tamparan keras medarat di pipiku dan aku merasakan darah yang keluar dari ujung bibirku.
Dengan segenap kekuatan yang ada, aku berontak lalu aku meraih tangan eomma dan mencoba lari namun ternyata laki-laki bertubuh besar itu mencengkeram tanganku dengan kuat.
"Kalian berdua mau kemana huh?!?" Seringainya membuatku merinding.
"LEPASKAN!"
Yesung menghampiri kami, "Lepaskan mereka!"
"Ya! Bocah tengik, kau tak usah ikut campur!"
Tiba-tiba kulihat matanya berubah menjadi merah menyala. Dia melihat ke arah laki-laki itu dan tiba-tiba tubuh laki-laki besar itu terangkat alias kakinya tidak menapak di tanah. Dan dengan sekali gerakan matanya, tubuh laki-laki itu terhempas dan berulang kali di hempaskan tubuh laki-laki itu ke tembok. Lalu 2 laki-laki lainnya pun dia perlakukan sama. Sungguh kejadian itu memang tak dapat dipercaya tapi itu nyata di mataku.
"Kalian berdua. Cepat lari! Biar aku yang urus mereka."
Aku langsung berlari bersama ibu.
Sesampainya di rumah,
"Joon Hee, siapa pemuda itu? Dia menakutkan sekali. Matanya merah menyala. Apakah dia hantu atau apa?" Tanyanya dengan nada gemetar.
"Dia...dia..itu..vampire."
"Vampire?" Dia menutup mulutnya dan membelalakan matanya.
"Ne, aku menemukannya di ruang bawah tanah rumah ini."
"Ruang bawah tanah?"
"Ne, dan eomma kenapa eomma tadi dipukuli? Eomma buat ulah lagi?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Eomma tidak bisa membayar hutang eomma dan mereka bilang kalau mereka akan membawamu untuk dijual makanya eomma berniat menggagalkan mereka."
"Jadi itu alasan eomma kenapa eomma tidak mau mengakuiku karena eomma takut mereka menyakitiku."
"Ne." Ucapnya pelan sembari menundukkan kepalanya lalu aku meraih kotak P3K dan membersihkan luka-luka di tubuhnya.
"Lebih baik eomma berhentilah jadi penyanyi di klub malam."
"Tapi..."
"Biar aku saja yang cari uang. Kau tidak perlu khawatir padaku. Soal sekolah, bukankah aku dapat beasiswa."
"Mianhaeyo, Joon Hee."
"Waeyo?"
"Karena aku belum bisa jadi ibu yang baik untukmu."
"Sudahlah kau tidak perlu minta maaf. Pokoknya aku tidak mau eomma jadi penyanyi klub malam lagi karena kebanyakan orang-orang berpikir kalau penyanyi klub malam itu setara dengan pelacur dan aku tidak mau eomma di hina dan disamakan dengan pelacur."
*****
Author POV
Joon Hee mengayuh sepedanya dan tampak orang-orang mengamati wajahnya yang tampak memar.
"Joon Hee, kau kenapa?" Tanya salah satu dari mereka.
"Ohh, ini bekas jatuh dari sepeda kemarin." Dustanya.
"Aaa, kau harus hati-hati ya."
"Ne, gomawo." Ucap Joon Hee lalu dia melanjutkan lagi langkahnya.
Saat dia hendak memasuki kelas, Kyu Hyun menarik lengannya.
"Joon Hee, kumohon maafkan aku. Aku sudah mengatakan yang sebenarnya pada eomma juga noona. Awalnya eomma memarahiku karena aku telah berbohong tapi mereka bisa menerimanya. Mereka tidak mempermasalahkan latar belakang keluargamu. Yang terpenting adalah kebahagiaanku. Dan kaulah kebahagiaanku, Joon Hee." Ucap Kyu Hyun tulus.
"Jinjja?" Tanya Joon Hee, tak percaya.
"Ne, kau jangan marah lagi padaku ya, jagi."
Joon Hee tersenyum lalu Kyu langsung memeluknya.
"Ehem ehem. Kalau mau pelukan jangan di depan umum."
"Eh Shindong sunsaeng nim, mianhamnida sunsaeng nim." Ucap Kyu lalu dia berlalu pergi.
Sepulang sekolah, Joon Hee siap-siap dengan sepedanya tapi tiba-tiba ada yang menghampirinya.
"Annyeonghaseyo, maaf apakah benar anda nona Lee Joon Hee?" Tanya seseorang yang membuat Joon Hee membalikkan badannya.
"Ne, maaf anda siapa?" Tanya Joon Hee sembari memperhatikan seseorang di depannya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Saya disuruh untuk menjemput nona Joon Hee."
"Menjemput saya?"
"Ne."
"Disuruh oleh siapa?" Tanya Joon Hee dengan nada curiga.
"Jangan-jangan dia orang jahat yang mau menculikku." Batin Joon Hee.
"Anda tidak usah takut, saya bukan penculik. Saya hanya disuruh untuk menjemput anda." Ujar seseorang itu yang membuat Joon Hee mengernyitkan dahinya.
"Kok dia bisa baca pikiranku ya?" Batin Joon Hee.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Joon Hee penasaran.
"Nanti juga nona akan tahu. Baiklah kalau begitu, ikut saya."
Joon Hee tampak ragu dan akhirnya dia mengikuti orang itu dan masuk ke dalam mobil.
* Kim Jong Woon a.k.a Yesung SUJU
* Cho Kyu Hyun a.k.a Kyu Hyun SUJU
* Jung So Jung a.k.a Krystal f(x)
* Lee Ji Ah as Eommanya Joon Hee
#bagi yg ga tau siapa lee ji ah, itu lho yg main di drama athena tpi klo tetep ga tau, cari aja di mbah google#
Support Cast :
* Park Jung Soo a.k.a Lee Teuk SUJU
* Im Yoon Ah a.k.a Yoona SNSD
* Lee Dong Hae a.k.a Dong Hae SUJU
* and other cast
*******
Joon Hee POV
Hari ini Kyu oppa mengajakku pergi tapi aku tidak tau pergi kemana soalnya pas ditanya, dia hanya tersenyum dan bilang, "Nanti juga kau tau."
Benar-benar penasaran tingkat akut nih.
"Jagi, ayo cepat naik." Suaranya membuyarkan lamunanku.
"Ne, oppa." Aku langsung menaiki mobilnya.
"Jagi, saudara sepupumu itu kemana? Kok sudah hampir sebulan ini dia tidak masuk." Tanyanya di sela perjalanan.
"Hmm, nado molla." Jawabku.
Sudah sebulan ini dia menghilang tanpa kabar bahkan fans-fansnya di sekolah banyak ngomongin dia. Aku baru sadar kalau dia sudah pergi selama itu. Kemana ya perginya?
"Kamu tidak terlalu dekat dengan saudara sepupumu itu ya?" Tanyanya lagi sembari matanya lurus ke depan.
"Hmm, begitulah. Kami tidak akrab. Bisa dibilang kami itu seperti air dan minyak, seperti tom & jerry. Tapi, kadang dia baik kadang dia menyebalkan sampai-sampai ingin rasanya aku mencekik lehernya sampai mati."
Kudengar Kyu oppa tertawa kecil mendengar penuturanku.
Tak lama kemudian,
"Akhirnya kita sampai." Ucapnya.
"Rumah siapa ini?" Tanyaku.
"Rumahku."
"Rumah oppa?!?" Aku tersentak kaget.
"Kenapa kau kaget? Santai saja. Aku mengajakmu kesini karena aku ingin mengenalkanmu pada appa, eomma juga noona."
"Mwo?"
DEG
Omona! Bertemu dengan keluarga Kyu oppa? Kalau mereka bertanya tentang keluargaku, aku harus jawab apa?
"Kajja." Dia menarik tanganku dan aku merasa detak jantungku kini sudah melebihi batas kecepatan.
Kami berdua memasuki rumah yang lumayan mewah dan mataku menangkap sesosok perempuan yang cantik dan anggun.
"Kyu, akhirnya kau bawa pacarmu juga kesini."
"Noona..."
Oh jadi dia kakaknya Kyu oppa. Cantik sekali.
"Annyeonghaseyo..." Sapaku sembari membungkukkan badanku.
"Annyeonghaseyo. Jadi ini yang namanya Lee Joon Hee yang selalu dibicarakan oleh adikku ini."
Yang selalu dibicarakan oleh Kyu oppa? Aku melirik ke arahnya dan dia tampak malu lalu menundukkan wajahnya.
"Noona, eomma dan appa ada?"
"Appa sedang pergi keluar ada urusan bisnis kalau eomma ada."
"Dimana eomma?"
"Di dapur."
Kyu oppa pergi meninggalkanku dan aku hanya berdiri.
"Aish, dasar Kyu. Masak tidak disuruh duduk sih. Oh ya, Joon Hee, silahkan duduk."
"Ne, eonnie."
******
Tak lama kemudian,
Seorang wanita paruh baya namun masih terlihat sangat cantik dalam balutan busana yang meski sederhana tapi aura kecantikannya tetap terpancar.
"Annyeonghaseyo." Aku bangkit dari kursi dan memberi salam juga membungkukkan badanku.
"Annyeonghaseyo. Jadi kau yang namanya selalu disebut-sebut oleh anakku, Kyu. Ternyata kau tidak salah pilih, Kyu. Dia cantik." Ucapnya dengan lembut dan dia tersenyum kepadaku.
Waahh, aku disebut cantik? Untung saja aku tidak punya sayap, kalau punya, aku sudah terbang ke langit ketujuh.
*****
Author POV
Joon Hee diajak makan siang disana dan mereka berbincang-bincang apalagi Eommanya Kyu sempat protes karena Joon Hee memanggilnya ajuhma katanya dia ingin dipanggil eomma oleh Joon Hee. Joon Hee merasa terharu dengan sikap eommanya Kyu juga kakaknya Kyu yang memperlakukannya dengan baik.
Tapi, dia mendadak gugup karena...
"Joon Hee, orang tuamu kerja apa?" Tanya Eommanya Kyu.
Joon Hee terdiam. Dia sibuk dengan pikirannya. Dia bingung mau jawab apa akhirnya...
"Ayahnya seorang pegawai negeri dan ibunya seorang pemilik butik di Busan." Ucap Kyu yang membuat Joon Hee melirik ke arah Kyu dengan tatapan kaget.
"Hmm, benarkah itu?" Tanya eommanya Kyu.
"Ng...Ne, eomma." Ujar Joon Hee.
"Kapan-kapan pertemukan aku dengan orang tuamu ya?"
"Ng..Ne..." Jawab Joon Hee gugup.
Joon Hee pamitan dan dia di antar pulang oleh Kyu Hyun.
"Kenapa oppa bohong?" Tanya Joon Hee.
"Itu...karena..karena..aku..."
"Karena oppa malu kalau aku ini adalah orang yang tidak jelas ayahnya siapa juga orang yang punya ibu seorang penyanyi klub malam. Benarkan?" Potong Joon Hee.
"....." Kyu terdiam.
"Berhenti!" Teriak Joon Hee.
"Joon Hee, aku..."
"AKU BILANG BERHENTI DISINI!" Tegas Joon Hee.
Lalu mobil pun berhenti dan Joon Hee keluar dari mobil.
"JOON HEE..." Panggil Kyu tapi Joon Hee tetap meneruskan langkahnya.
*****
Yesung POV
Sudah sebulan ini aku tak melihatnya. Dia sedang apa ya? Lho kok aku jadi memikirkan dia sih? Bukannya dia tidak ingin melihatku lagi. Lagipula sekarang aku sedang menikmati masa-masa trainingku. Akhirnya aku lolos audisi dan katanya aku harus menjalani training selama setahun. Aku pikir itu bagus karena aku pasti bisa melupakan gadis itu.
Aduuhh mendadak aku haus sekali. Aku ingin darah. Tapi, darah siapa yang akan kuhisap? Aku celingukan mencari mangsa dan akhirnya aku menemukan mangsaku di atas pohon. Tanpa pikir panjang, aku langsung memanjat pohon dan dalam hitungan detik, aku sudah menghisap darah seekor tupai. Hmm, sedap sekali.
"Hiks hiks hiks hiks."
Suara apa itu? Jangan-jangan hantu lagi! Iiihhh...
Mataku menangkap sosok yang sudah tidak asing lagi di mataku.
Dia?
Aku berjalan menghampirinya.
"Hei."
Dia mendongakkan kepalanya.
"Kau?" Tanyanya lalu dia buru-buru menyeka air matanya.
"Kau kenapa?" Tanyaku khawatir melihat matanya sembab dan wajahnya tampak pucat.
"Kau sakit?" Aku meraba dahinya tapi dia langsung menepis tanganku.
"Kau kemana saja? Kenapa kau tiba-tiba muncul di depanku hah?" Isaknya.
"Aku...Aku sedang berkelana." Dustaku.
*jiah berkelana kayak bang haji rhoma irama aja pke berkelana haha* --> author numpang lewat
"Kenapa kau menangis?" Tanyaku.
"Bukan urusanmu." Jawabnya dengan nada dingin.
"Ceritakan saja masalahmu. Aku akan jadi pendengar setia kok. Dan anggap saja ini pertemuan terakhir kita. Dan soal 3 permohonanku itu, anggap saja kau sudah membayarnya. Aku sudah anggap lunas."
"Jinjja?" Tanyanya tak percaya.
"Ne, jadi kau ceritakan saja masalahmu." Ucapku pasti.
"Terlalu rumit." Jawabnya dengan nada datar tanpa melihat ke arahku sedikit pun.
"Rumit kenapa?" Aku penasaran.
"Kau tau kan keluargaku seperti apa. Aku tidak tahu dengan jelas siapa ayahku, ibuku yang seorang penyanyi klub malam juga pacar yang malu mengakui latar belakang keluarga pacarnya. Miris sekali bukan."
Bisa kulihat dari wajahnya kalau dia menyimpan masalah yang tidak ringan tapi cukup berat untuk dipikul seorang gadis muda sepertinya.
Aku mengelus-elus pundaknya dan aku sandarkan kepalanya ke bahuku.
"Kalau kau ingin menangis. Menangislah sepuasmu. Aku pinjamkan bahuku untukmu. Gratis. Tak usah bayar."
"Jinjja?"
"Ne..."
Tak lama kemudian, aku mendengar isak tangis yang kini berubah jadi raungan.
*****
Joon Hee POV
Setidaknya aku merasa sudah baikan sekarang. Ternyata Yesung itu orang yang baik. Di balik sikapnya yang menyebalkan itu. Dia berjalan di belakangku. Katanya dia mau mengantarku pulang sampai depan rumah.
"Jebal...jebal..." Aku mendengar suara seorang wanita tengah kesakitan.
Aku melihat dari kejauhan, tampak seorang wanita sedang dipukuli oleh 3 orang pria.
Omona! Aku kenal wanita itu. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari ke arahnya.
"HENTIKAN!" Teriakku.
"Nuguseyo?" Tanya salah seorang laki-laki bertubuh besar.
"Aku anaknya. Dan kenapa kalian memukulinya hah?"
"Oh jadi kau anaknya Lee Ji Ah. Kalian berdua, cepat bawa gadis ini!" Perintahnya pada 2 laki-laki yang sama besarnya dengannya.
Mwo? Membawaku?
"Jebal...Kumohon jangan bawa dia. Bawa saja aku." Isaknya.
"Ahh, perempuan jalang! Karena kau tidak bisa membayar hutangmu, jadi kau bayar saja dengan anakmu."
"Mwo?!? Shirreo!" Teriakku.
PLAAAKK
Sebuah tamparan keras medarat di pipiku dan aku merasakan darah yang keluar dari ujung bibirku.
Dengan segenap kekuatan yang ada, aku berontak lalu aku meraih tangan eomma dan mencoba lari namun ternyata laki-laki bertubuh besar itu mencengkeram tanganku dengan kuat.
"Kalian berdua mau kemana huh?!?" Seringainya membuatku merinding.
"LEPASKAN!"
Yesung menghampiri kami, "Lepaskan mereka!"
"Ya! Bocah tengik, kau tak usah ikut campur!"
Tiba-tiba kulihat matanya berubah menjadi merah menyala. Dia melihat ke arah laki-laki itu dan tiba-tiba tubuh laki-laki besar itu terangkat alias kakinya tidak menapak di tanah. Dan dengan sekali gerakan matanya, tubuh laki-laki itu terhempas dan berulang kali di hempaskan tubuh laki-laki itu ke tembok. Lalu 2 laki-laki lainnya pun dia perlakukan sama. Sungguh kejadian itu memang tak dapat dipercaya tapi itu nyata di mataku.
"Kalian berdua. Cepat lari! Biar aku yang urus mereka."
Aku langsung berlari bersama ibu.
Sesampainya di rumah,
"Joon Hee, siapa pemuda itu? Dia menakutkan sekali. Matanya merah menyala. Apakah dia hantu atau apa?" Tanyanya dengan nada gemetar.
"Dia...dia..itu..vampire."
"Vampire?" Dia menutup mulutnya dan membelalakan matanya.
"Ne, aku menemukannya di ruang bawah tanah rumah ini."
"Ruang bawah tanah?"
"Ne, dan eomma kenapa eomma tadi dipukuli? Eomma buat ulah lagi?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Eomma tidak bisa membayar hutang eomma dan mereka bilang kalau mereka akan membawamu untuk dijual makanya eomma berniat menggagalkan mereka."
"Jadi itu alasan eomma kenapa eomma tidak mau mengakuiku karena eomma takut mereka menyakitiku."
"Ne." Ucapnya pelan sembari menundukkan kepalanya lalu aku meraih kotak P3K dan membersihkan luka-luka di tubuhnya.
"Lebih baik eomma berhentilah jadi penyanyi di klub malam."
"Tapi..."
"Biar aku saja yang cari uang. Kau tidak perlu khawatir padaku. Soal sekolah, bukankah aku dapat beasiswa."
"Mianhaeyo, Joon Hee."
"Waeyo?"
"Karena aku belum bisa jadi ibu yang baik untukmu."
"Sudahlah kau tidak perlu minta maaf. Pokoknya aku tidak mau eomma jadi penyanyi klub malam lagi karena kebanyakan orang-orang berpikir kalau penyanyi klub malam itu setara dengan pelacur dan aku tidak mau eomma di hina dan disamakan dengan pelacur."
*****
Author POV
Joon Hee mengayuh sepedanya dan tampak orang-orang mengamati wajahnya yang tampak memar.
"Joon Hee, kau kenapa?" Tanya salah satu dari mereka.
"Ohh, ini bekas jatuh dari sepeda kemarin." Dustanya.
"Aaa, kau harus hati-hati ya."
"Ne, gomawo." Ucap Joon Hee lalu dia melanjutkan lagi langkahnya.
Saat dia hendak memasuki kelas, Kyu Hyun menarik lengannya.
"Joon Hee, kumohon maafkan aku. Aku sudah mengatakan yang sebenarnya pada eomma juga noona. Awalnya eomma memarahiku karena aku telah berbohong tapi mereka bisa menerimanya. Mereka tidak mempermasalahkan latar belakang keluargamu. Yang terpenting adalah kebahagiaanku. Dan kaulah kebahagiaanku, Joon Hee." Ucap Kyu Hyun tulus.
"Jinjja?" Tanya Joon Hee, tak percaya.
"Ne, kau jangan marah lagi padaku ya, jagi."
Joon Hee tersenyum lalu Kyu langsung memeluknya.
"Ehem ehem. Kalau mau pelukan jangan di depan umum."
"Eh Shindong sunsaeng nim, mianhamnida sunsaeng nim." Ucap Kyu lalu dia berlalu pergi.
Sepulang sekolah, Joon Hee siap-siap dengan sepedanya tapi tiba-tiba ada yang menghampirinya.
"Annyeonghaseyo, maaf apakah benar anda nona Lee Joon Hee?" Tanya seseorang yang membuat Joon Hee membalikkan badannya.
"Ne, maaf anda siapa?" Tanya Joon Hee sembari memperhatikan seseorang di depannya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Saya disuruh untuk menjemput nona Joon Hee."
"Menjemput saya?"
"Ne."
"Disuruh oleh siapa?" Tanya Joon Hee dengan nada curiga.
"Jangan-jangan dia orang jahat yang mau menculikku." Batin Joon Hee.
"Anda tidak usah takut, saya bukan penculik. Saya hanya disuruh untuk menjemput anda." Ujar seseorang itu yang membuat Joon Hee mengernyitkan dahinya.
"Kok dia bisa baca pikiranku ya?" Batin Joon Hee.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Joon Hee penasaran.
"Nanti juga nona akan tahu. Baiklah kalau begitu, ikut saya."
Joon Hee tampak ragu dan akhirnya dia mengikuti orang itu dan masuk ke dalam mobil.
-TO BE CONTINUED-
All I Want Is You Part 1
Main Cast :
* Kim Yoona as Lee Joon Hee
* Kim Jong Woon a.k.a Yesung SUJU
* Cho Kyu Hyun a.k.a Kyu Hyun SUJU
* Jung So Jung a.k.a Krystal f(x)
and other cast
******
Joon Hee POV
Aku celingukan, melihat ke sekeliling dan untungnya tak ada orang. Aku langsung menyimpan telur, susu juga secarik kertas bertuliskan,
" Oppa, hwaiting! Aku yakin pertandingan kali ini oppa pasti akan menang! Jangan lupa kontrol emosimu saat bermain karena aku tau kalau lawanmu hari ini adalah tim dari SMA Jindai yang terkenal licik dan suka sekali memancing emosi. Bermainlah yang sportif ok ^__^"
Aku langsung mengunci loker itu dan langsung bersembunyi di balik tembok. Dan tak lama kemudian, aku mendengar suara derap langkah kaki. Dan ternyata dia muncul, ketika dia membuka pintu lokernya. Kulihat dia tampak tersenyum. Melihat senyumannya di pagi hari bagaikan tetesan embun yang menyejukkan mataku.
Tiba-tiba ada yang menghampirinya, ternyata Ki Bum sunbae, sahabatnya...
"Ya! Cho Kyu Hyun, kenapa kau malah senyum-senyum sendiri hah?"
Kulihat dia hanya diam sembari tersenyum dan di tangannya menggenggam secarik kertas yang tadi aku simpan di laci lokernya.
"Aaa, arasseo. Aku tau pasti karena ini kan kau tersenyum. Kau sudah tau siapa yang selalu melakukan ini?"
Dia menggelengkan kepalanya, "Aniyo. Aku benar-benar penasaran. Siapa ya?"
Ingin rasanya aku berteriak dan muncul di depannya lalu bilang, "Akulah orangnya."
Namun kenyataannya hanyalah tubuhku yang terasa kaku dan bibirku yang terasa kelu. Lalu mereka berdua berlalu pergi.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dan aku tersentak kaget. Begitu aku menoleh,
"Joon Hee-ah..."
"Aaa, Soo Jung-ah, kau ini kenapa mengagetkanku sih? Kalau aku punya penyakit jantung, udah mati berdiri nih." Ketusku.
"Mianhaeyo, Joon Hee-ah." Ucapnya.
"Kau masih saja seperti ini, Joon Hee-ah. Mau sampai kapan kau akan seperti ini? Menjadi secret admirernya selama hampir satu tahun." Tanyanya.
Ya, aku sendiri tidak tau mau sampai kapan akan tetap jadi secret admirernya.
"Hei, Joon Hee-ah, kau harus cepat-cepat jujur pada Kyu Hyun oppa sebelum dia di gaet cewek lain. Kalau kau seperti ini lama-lama orang lain bisa mendapatkan hatinya duluan." Kata-kata So Jung seakan-akan jadi cambukan bagiku.
Tapi, kenyataannya aku benar-benar belum berani bilang pada Kyu Hyun oppa kalau akulah secret admirernya selama ini.
"Sudahlah, lebih baik kita cepat-cepat pergi ke gedung olahraga. Bukankah sekarang pertandingannya?" So Jung menarik lenganku dan kami berlari-lari ke arah gedung yang sudah mulai dipadati oleh mahluk-mahluk lainnya apalagi mahluk berjenis kelamin yang sama denganku, yang mengidolakan Kyu Hyun oppa.
"CHO KYU HYUN...CHO KYU HYUN...CHO KYU HYUN..." Teriak mereka memenuhi ruangan dan seakan-akan memekakan telinga.
Aku dan So Jung duduk di barisan depan. Kulihat dia memasuki lapangan dan seperti biasa aku terpesona melihatnya dalam balutan kostum tim basket kebanggaan sekolah kami, SMA Mugunghwa. Terlihat otot-otot lengannya menonjol dan mataku benar-benar tak dapat lepas darinya. Wajahnya benar-benar mengalihkan duniaku. Sesaat mata kami beradu dan dia tampak tersenyum. Tapi, entah untuk siapa senyuman itu yang jelas aku bisa merasakan kalau mukaku ini panas dan aku langsung menundukkan wajahku.
"Waah, makin hari Kyu Hyun oppa makin cakep aja ya." Celetuk cewek di sebelahku.
"Ya, dia katanya sih belum punya pacar. Aku mau ngelamar jadi pacarnya ah." Sahut cewek berkacamata disebelahnya.
Kyu Hyun oppa memang tampan apalagi dia itu cowok terpopuler di sekolah kami bahkan cewek-cewek dari sekolah lain pun juga ada yang ngefans sama dia. Selain tampan, dia juga jago main basket. Dia bahkan menerima penghargaan, "MVP" karena permainan basketnya yang menawan. Dia juga berbakat di pelajaran seni. Dia pintar menyanyi, jago main gitar dan piano. Meskipun dia terlihat cool dan terkesan arogan tapi dia adalah namja yang baik dan aku pernah merasakan kebaikannya yang membuatku jatuh cinta padanya.
Masih terekam jelas dalam ingatanku, setahun yang lalu saat aku pulang dari kerja paruh waktuku. Aku bekerja jadi seorang waiters di sebuah restoran Italia. Saat itu jam baru menunjukan pukul 12 malam dan aku memilih pulang jalan kaki soalnya untuk menghemat uang.
"Hei, nona. Sendirian saja." Ucap seorang pemuda yang kelihatannya sedang mabuk.
Aku terus mempercepat langkahku dan aku mencoba untuk tidak mempedulikannya namun tiba-tiba pemuda itu mencengkeram lenganku.
"Lepaskan!" Pintaku.
"Shirreo! Aku mau kau menemaniku, nona manis." Dia menatapku dengan tatapan penuh nafsu dan aku sangat takut apalagi dia mendorong tubuhku dengan kuat sehingga aku jatuh terhempas ke tanah lalu dia menyeretku pergi ke dekat bangunan yang sepertinya tidak berpenghuni dan aku terus berteriak minta tolong berharap ada yang mendengar teriakanku.
"Tolong...tolong..tolong..."
Tiba-tiba pemuda mabuk itu mulai melucuti bajunya dan celana jeansnya hingga aku melihat dia hanya memakai celana boxer saja lalu dia mendekatiku dan aku berontak, aku tendang bagian bawahnya lalu dia jatuh kesakitan tapi tangannya mencengkeram kakiku hingga aku jatuh. Dengan segenap kekuatanku yang masih ada dan aku tetap akan terus mempertahankan kehormatanku yang akan direnggutnya. Aku terus memberontak lalu aku berlari keluar dari gedung itu dan pemuda mabuk sialan itu terus mengejarku hingga aku tiba di jalanan sepi.
"Tolong...tolong...tolong..." Teriakku sepanjang jalan.
Hingga akhirnya aku menemukan seberkas cahaya yang ternyata berasal dari sebuah motor yang berhenti tepat di depanku.
"Ayo cepat naik!" Perintahnya. Aku tidak tahu siapa sosok dibalik helm itu tapi karena aku takut pemuda mabuk itu akhirnya aku memutuskan untuk naik motor itu.
Setelah aman, dia menghentikan motornya tepat di depan halte bis.
"Kamsahamnida." Ucapku setelah turun dari motor.
Begitu dia membuka helmnya dan aku bisa melihat wajahnya dengan jelas, sosok di balik helm yang ternyata kakak kelasku di SMA Mugunghwa.
"Kyu Hyun sunbae?"
"Kau mengenalku?" Tanyanya heran.
"Ne, aku adik kelasmu di SMA Mugunghwa."
"Aaa, geurae. Malam-malam begini seorang perempuan jangan berjalan sendirian apalagi ditempat sepi. Kau habis darimana? Kenapa kau tida naik bis atau taksi?"
"Ne, Aku baru pulang kerja paruh waktu dan karena ingin menghemat uang jad aku memutuskan untuk jalan kaki saja."
"Oh..memangnya kau bekerja dimana?"
"Di restoran Italia."
"Aaa..arasseo..Ya sudah aku antar kau pulang ya?"
"Ah, tidak usah sunbae." Tolakku.
"Sudahlah lebih baik aku antarkan saja daripada nanti kau mengalami kejadian seperti tadi lagi. Rumahmu dimana? Aku antar kau sekarang. Jadi ayo cepat naik!" Desaknya.
Akhirnya aku pun menerima ajakannya dan di antar pulang olehnya. Sejak saat itu aku merasa kalau aku jatuh cinta padanya. Dia sudah menyelamatkanku. Kalau saja dia tidak ada dan tidak menolongku saat itu, pasti aku sudah mati bunuh diri karena kehormatanku terenggut.
"Joon Hee-ah..." Suara So Jung membuyarkan lamunanku.
"Hmm..."
"Lihat permainan anak-anak SMA Jindai benar-benar membuatku emosi, ingin rasanya aku lempar mereka pakai bom." Gerutu So Jung.
Tim basket SMA Jindai memang terkenal dengan kelicikannya dan kepiwaiannya mengecoh lawan. Tak jarang banyak yang kehilangan harapannya setelah melawan tim mereka. Tapi, aku justru melihat Kyu Hyun oppa tampak tenang dan sepertinya tidak mudah tersulut emosinya. Dan beberapa kali tim lawan mencoba mengecoh namun rupanya Kyu Hyun oppa jeli dan cerdik, malah dia juga yang berbalik mengecoh sehingga tampak tim lawan seperti senjata makan tuan. Hingga akhirnya tim kami menang dengan skor 54-52.
*****
Sepulangnya dari sekolah, aku tidak langsung pulang ke rumah tapi langsung menuju tempat kerjaku dan kali ini aku bekerja di toko roti dan kue, "Etoile". Aku mengayuh sepedaku dengan cepat karena takut telat. Setelah kejadian yang hampir merenggut kehormatanku setahun lalu, aku membeli sepeda biasa dari hasil kerja paruh waktu. Setelah sampai di tempat kerja, aku langsung masuk dan mengganti pakaianku.
"Joon Hee-ah, sepulang dari sini kita makan-makan di kedai Myeongdeong Gyoja yuk?" Ajak Mi Young, teman kerjaku.
"Memangnya dalam rangka apa?" Tanyaku.
"Da Young hari ini ulang tahun dan dia mengajak kita semua makan-makan."
"Waahh, ulang tahun?" Aku langsung menghampiri Da Young. "Da Young-ah, saengil chukae." Aku mengulurkan tanganku dan dia menyambut uluran tanganku dengan antusias.
"Gomawo, Joon Hee-ah."
******
Aku pergi bersama Da Young, Mi Young, Seo Hyun, Taemin, Jong Hyun, manager toko, Yoona ssi dan pemilik tokonya, Jung Soo ssi juga lainnya. Kami di traktir oleh Da Young yang sedang ulang tahun. Namun saat aku menoleh ke samping, tak sengaja mata ini menangkap sesosok yang sangat kukenal. Kami saling bertatapan. Lalu kulihat namja disebelahnya menatapku.
"Kalian saling kenal?" Tanya namja yang kelihatan dari penampilannya kalau dia adalah orang kaya setengah berbisik padanya.
Kulihat dia menganggukan kepalanya, "Ne, dia tetanggaku."
Mwo? Tetangga?
Aku hanya tersenyum padanya padahal dalam hati ini sungguh sakit.
*****
Aku naik mobil Jung Soo ssi karena sepedaku aku tinggal di dalam toko. Setelah mengantar Da Young juga Mi Young dan Seo Hyun pulang. Tinggal kami berdua di dalam mobil.
"Joon Hee-ya, bagaimana jawaban soal kemarin?" Tanyanya memecah keheningan antara kami.
"Mianhaeyo, Jung Soo ssi, aku tak bisa." Ucapku dengan penuh hati-hati, aku takut melukai hatinya.
Kulihat dia menatapku dari kaca spion mobil, aku duduk dibelakang karena jujur sejak Jung Soo ssi menyatakan isi hatinya padaku, aku merasa canggung sekali jika bertemu dengannya. Dan seperti ini, aku duduk dibelakang sementara dia didepan sedang menyetir dan sesekali menatapku lewat kaca spion mobilnya.
"Kenapa tak bisa?" Tanyanya.
"Mianhaeyo, Jung Soo ssi..aku.."
"Sudah kubilang panggil saja aku oppa." Potongnya.
"Ne, Jung Soo oppa."
"Kenapa kau tidak bisa menerimaku? Apa aku terlihat sedang bercanda?" Tanyanya dan kali ini dengan nada yang sedikit menaik.
"Maafkan aku, oppa. Selama ini aku hanya menganggap oppa hanya sebagai kakakku saja tidak lebih dari itu. Jeongmal mianhaeyo, Jung Soo oppa." Ucapku sembari menundukkan wajahku.
"....." Dia hanya terdiam dan pandangannya kini lurus ke depan dan kudengar dia menghela nafasnya.
Jujur aku benar-benar tidak percaya saat dia bilang kalau dia mencintaiku sejak pertama kali aku bekerja di toko rotinya. Jung Soo ssi ternyata adalah saudara sepupunya So Jung, sahabatku. Dunia ini memang sempit ya. Sampai-sampai aku bekerja dengan laki-laki yang ternyata adalah saudara sepupunya sahabatku sendiri.
Akhirnya mobil berhenti tepat didepan toko dan aku langsung turun. Lalu dia membuka pintu tokonya dan aku langsung mengeluarkan sepedaku dari sana.
"Kamsahamnida Jung Soo ssi eh Jung Soo oppa." Ucapku saat berada diluar namun dia hanya diam saja. Sepertinya dia benar-benar kecewa atas penolakanku. Maafkan aku, aku benar-benar tak bisa karena di hatiku sudah ada laki-laki lain yang sudah menguasai hatiku lebih dulu.
******
Sesampainya di depan rumah dan saat aku memasuki rumah, kulihat dia sudah ada di depan. Melihatnya aku jadi teringat ucapannya di kedai tadi.
"Maafkan aku, Joon Hee-ah. Tadi aku benar-benar kaget dan aku..."
"Kenapa minta maaf? Bukankah aku ini tetanggamu, lalu apa yang kau lakukan di rumahku hah?" Potongku dengan nada sinis.
"Joon Hee, mianhaeyo. Eomma benar-benar bingung karena eomma tidak mau orang-orang tau kalau kau itu anakku. Aku takut mereka mencemoohmu juga karena aku takut kalau laki-laki yang dekat denganku pergi karena mereka tau aku sudah mempunyai seorang anak." Ucapnya yang membuatku bertambah muak.
"LALU KALAU BEGITU KENAPA KAU MELAHIRKANKU KALAU KAU MALU HAH?!?" Teriakku. "Aku benar-benar tidak habis pikir denganmu. Saat aku bertanya soal siapa ayahku, kau selalu saja bungkam dan seolah-olah kalau aku ini tidak pernah punya ayah. AKU MUAK, AKU BENCI!!!" Aku langsung membanting pintu kamarku dengan keras.
Kurebahkan tubuhku ditempat tidur dan aku berusaha untuk tidak menangis karena jika menangis sama saja kalau adalah orang lemah. Aku menatap langit-langit kamar yang baru seminggu aku tempati karena ini adalah kamar yang ke 44 yang aku tempati. Sudah 44 kali kami berdua pindah rumah dari rumah yang satu ke rumah yang lain dan sampai akhirnya kami menempati rumah sahabatnya. Katanya untuk menghindari dari kejaran rentenir jadi kami selalu pindah-pindah. Dan sudah ke 40 kalinya juga aku pindah sekolah, itu bukan karena aku anak nakal tapi karena aku pindah rumah. Tapi, saat ke 40 itu, aku memutuskan untuk tidak pindah lagi karena aku sudah terlanjur betah dan alasan utamanya karena aku tidak mau jauh dari laki-laki yang aku cintai. Aku tidak bisa tidak melihatnya barang sedetik pun. Dia bagai candu dan aku seakan-akan ketagihan olehnya. Bahkan tanpa dia sadari, aku selalu memotretnya diam-diam dan sudah ada kurang lebih 30 album foto yang berukuran besar, isinya foto-fotonya dengan berbagai macam ekspresi bahkan saat dia tertidur di perpustakaan pun aku memotretnya. Setiap kali aku merasa muak, benci dan marah pada eomma, aku selalu melihat fotonya yang bagaikan diazepam* bagiku.
*Diazepam = nama obat penenang, biasa digunakan untuk mengatasi rasa cemas dan kejang.*
*****
Author POV
Pagi itu seperti biasa Joon Hee berdiri di depan loker Kyu Hyun, laki-laki yang ia taksir. Hanya saja bedanya, kali itu dia ditemani oleh sahabatnya, So Jung.
"Aduuhh, So Jung, perutku sakit nih sepertinya tadi aku salah makan. Kamu pegang dulu ini ya, aku ke kamar mandi dulu ya. Kalau misalnya kamu mendengar ada suara, kamu langsung sembunyi saja di balik tembok ok?" Ujar Joon Hee yang udah kebelet lalu berlari meninggalkan So Jung sendirian.
So Jung berdiri disana sendirian lalu tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki tapi saat dia hendak pergi...
"Tunggu!" Suara seorang namja menghentikan langkahnya lalu dia berbalik dan So Jung tersentak kaget.
"Jadi kau yang selama ini selalu menaruh telur dan susu juga kertas-kertas itu?" Tanya namja yang ternyata adalah Kyu Hyun.
Joon Hee berlari-lari menuju tempat loker namun langkahnya terhenti saat mendengar suara laki-laki yang dia sukai...
"Jadi kau adalah secret admirerku?" Tanya Kyu Hyun sekali lagi.
"Ne, Kyu Hyun oppa." Ucap So Jung yang membuat Joon Hee terdiam terpaku.
"Akhirnya aku menemukanmu. Sudah lama aku penasaran akan sosok yang selalu menaruh susu juga telur itu dan ternyata orang itu adalah kamu." Ujar Kyu Hyun terdengar dari nadanya kalau dia senang sekali.
Sementara Joon Hee, dia mengepalkan tangannya. "Bukan dia tapi aku." Batinnya dalam hati.
"Hmm, pulang sekolah nanti, aku tunggu di depan gerbang sekolah ya?" Ujar Kyu Hyun.
"Ne, oppa. Oh ya oppa, aku harus kembali ke kelas." Ucap So Jung.
"Oh ya, jangan lupa ya, aku tunggu di depan gerbang."
"Ne..."
So Jung lalu berjalan dan Joon Hee menarik lengan So Jung dan menatapnya tajam.
"Apa-apaan kau, So Jung-ah? Kenapa kau mengaku-ngaku hah?" Tanya Joon Hee dengan nada tajam.
Tiba-tiba So Jung menangis di depan Joon Hee membuat Joon Hee kaget dengan perubahan So Jung yang tiba-tiba.
"Kau kenapa menangis?" Tanya Joon Hee heran.
"Mianhaeyo Joon Hee-ah. Aku terpaksa melakukannya karena aku juga mencintai Kyu Hyun oppa."
DEG
Joon Hee kaget mendengar pernyataan dari So Jung.
"Sebulan yang lalu dokter memvonisku sakit leukimia dan hidupku hanya tinggal menghitung bulan atau juga hari dan aku ingin sekali membahagiakan diriku sendiri sebelum aku mati, Joon Hee-ah." Isak So Jung yang membuat Joon Hee benar-benar terdiam membisu mendengarnya.
Sampai akhirnya Joon Hee tak tau mau bicara apalagi. Setelah kejadian itu, ternyata Kyu Hyun nembak So Jung di depan semua orang dan mereka resmi jadian membuat hati Joon Hee hancur berkeping-keping. Setiap hari kerjaannya menangis dan marah-marah, marah pada dirinya sendiri yang ia sendiri menyebut dirinya pengecut karena tidak berani mengatakan kalau dialah secret admirer Kyu Hyun selama ini. Apalagi dia tak tahan melihat kemesraan yang diperlihatkan oleh So Jung dan Kyu Hyun. Bahkan beberapa orang bilang kalau mereka pasangan serasi dan itu menambah penderitaan bagi Joon Hee.
Hingga keesokan harinya,
"Aduh perutku sakit nih..." Keluh Joon Hee saat berada didalam toilet dan tiba-tiba dia mendengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinganya.
"Yoboseyo, Ji Hyun-ah. Ini aku, So Jung. Apa kabarmu? Hmm, kabarku baik-baik saja. Kau masih ingat dengan cerita tentang namja bernama Kyu Hyun? Sekarang aku pacaran dengannya dan kau tau kenapa itu bisa terjadi, itu berkat aktingku selama ini. Aku muak dengan yeoja bernama Joon Hee itu. Setiap kali orang-orang berbicara tentang prestasinya membuatku semakin ingin muntah saja. Aku berpura-pura punya penyakit agar dia iba padaku dan tidak membocorkan rahasia kalau dialah secret admirernya Kyu Hyun oppa. Salah sendiri kenapa dia tidak mengatakan yang sebenarnya. Akhirnya aku memanfaatkan situasi yang ada hahaha. Pintar sekali kan aku hahaha."
Joon Hee mengepalkan tangannya lalu dia keluar dari toilet dan dia menghampiri So Jung yang sedang menelepon temannya di depan cermin sembari menyender ke tembok. Joon Hee bertepuk tangan sembari menatap So Jung dengan tatapan mata yang tajam.
PROK PROK PROK
"Bagus sekali aktingmu, So Jung. Pantas saja kau masuk teater karena kau memang pandai berakting. Kau pantas mendapatkan penghargaan dari Academy Awards sebagai, "Pembohong terbaik" "
So Jung tampak salah tingkah tapi dia berbalik menatap sinis Joon Hee, "Inilah aku yang asli, Lee Joon Hee."
"Aku tak menyangka kalau kau ternyata orang yang licik, Jung So Jung." Ujar Joon Hee sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya, aku memang orang yang licik dan aku ingin sekali menghancurkanmu, Lee Joon Hee. Dan sekarang aku sduah menghancurkanmu secara perlahan. Aku sudah merebut Kyu Hyun darimu dan aku juga akan merebut semua perhatian orang-orang darimu, Lee Joon Hee." Ucap So Jung dengan nada sinis.
"Kenapa kau lakukan ini semua?" Tanya Joon Hee tajam.
"Karena aku muak sekali padamu. Aku benci padamu, Lee Joon Hee! Aku muak mendengar orang-orang membanggakan dirimu. Joon Hee inilah Joon Hee itulah. Sebelum kau masuk sekolah ini. Akulah gadis populer dan banyak orang yang selalu membicarakan tentang prestasiku. Tapi, sejak kau datang semuanya berubah. Mendadak semua orang beralih padamu bahkan laki-laki yang kusukai, Min Ho oppa menyukaimu. Makanya aku ingin sekali menghancurkanmu. Aku ingin buat kau menderita."Ungkap So Jung dengan penuh emosi.
PLAAKKK
Sebuah tamparan mendarat dengan halusnya di pipi So jung.
Joon Hee menarik kerah baju So Jung, "Silahkan kalau kau ingin menghancurkanku. Tapi, aku tidak akan tinggal diam. Cepat atau lambat Kyu Hyun oppa akan tau siapa yang asli dan siapa yang palsu."
Joon Hee lalu pergi meninggalkan So Jung yang tampak ketakutan dengan ucapan Joon Hee. Sedangkan Joon Hee memilih bolos dari pelajaran dan memutuskan untuk pulang saat itu juga.
******
Joon Hee POV
Hari ini sungguh hari yang benar-benar menyebalkan dan menyakitkan. Seseorang yang sudah aku anggap sahabat, ternyata orang yang licik dan jahat. Arrgghh, ingin rasanya aku berteriak dan bilang pada Kyu Hyun oppa kalau akulah orangnya bukan So Jung. Tapi, percuma saja karena mungkin dia tidak akan percaya karena aku tak punya bukti yang kuat.
Sesampainya di rumah, aku langsung merebahkan tubuhku. Tapi, aku tak bisa tidur. Ah lebih baik aku bersih-bersih rumah saja, siapa tau aku bisa meredam amarahku dan melupakan masalahku. Oh ya, halaman belakang rumah kan belum di potong rumput-rumputnya. Lebih baik aku bersihkan halaman belakang rumah saja dulu. Aku mengganti baju dan aku langsung mengambil perkakas untuk memotong rumput.
Saat aku mulai memotong, mataku menangkap sesuatu yang menarik. Apa itu? Gembok? Kok ada gembok? Gembok apa ini? Tanpa pikir panjang, aku langsung membabat habis rumput dan kulihat ternyata sebuah pintu. Aku meraih kampak dan kubuka gembok itu dengan kapak.
Aku membuka pintu itu dan kutemukan ada anak tangga lalu aku menyusuri anak tangga. Aku kira hanya ada di film-film saja. Jadi ini yang namanya ruang bawah tanah. Bau kayu yang sudah lapuk sangat kentara. Hingga akhirnya mataku tertuju pada sebuah patung. Patung siapa ini? Jangan-jangan ini patung lilin yang sering aku lihat di buku tentang museum maddam tussaud, soalnya patungnya terlihat seperti manusia sungguhan hanya saja matanya terpejam dan bajunya aneh sekali. Seperti jubah penyihir di film Harry Potter. Aku mengamati patung itu dengan seksama. Patung namja atau yeoja ya? Tapi dadanya rata berarti ini patung namja. Aku mencoba menyentuh patung itu tapi baru saja menyentuh, patung itu terjatuh dan menimpa tubuhku dengan posisi menciumku. Tunggu! Menciumku?!? Aku langsung menyingkirkan patung itu dari tubuhku.
Aku bangkit dan berdiri lalu aku membersihkan kotoran di bajuku. Ah lebih baik aku lanjutkan bersih-bersih nanti saja aku bersihkan ruangan ini.
"Hei, kau mau kemana?"
Suara apa itu? Begitu aku menoleh...
"WHOOAAAAAAA...."
Tiba-tiba semuanya menjadi gelap.
******
Someone's POV
Kenapa dia pakai acara pingsan segala sih? Apa aku menyeramkan? Aku ini bukan hantu.
Kulihat dia tampak menggeliat dan perlahan matanya terbuka.
"Nuguseyo?" Tanyanya. Namun tiba-tiba dia membelalakan matanya dan dia tampak ketakutan.
"Kau siapa? Bukankah kau patung yang tadi itu? Apa jangan-jangan aku sedang berhalusinasi?" Dia menepuk-nepuk wajahnya.
"Hei, kau tidak sedang berhalusinasi. Ini nyata!" Ucapku.
"Mwo? Jadi ini bukan mimpi?" Tanyanya dan rasanya geli melihat ekspresinya.
"Siapa namamu?" Tanyaku.
"Lee Joon Hee. Dan kau?"
"Aku Yesung."
"Yesung? Sebenarnya kau siapa? Kenapa kau? Aish, ini benar-benar sulit aku percaya. Patung yang bisa hidup ckckck" Dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kau mau tau siapa aku sebenarnya?" Tanyaku memancing rasa ingin tahunya.
Dia menganggukan kepalanya.
"Aku adalah vampire."
******
Joon Hee POV
"Aku adalah vampire."
Kata-kata itu sukses membuat tubuhku gemetar hebat dan mendadak bayangan yang memperlihatkan taringnya yang tajam dan mencengkeram leherku lalu menghisap darahku muncul begitu saja.
"Hahahahahaha..." Tawanya membahana dan semakin membuatku tambah merinding.
"Ke..ke..napa kau tertawa?" Ucapku terbata-bata.
"Kau takut ya? Tenang saja lagipula aku tidak nafsu menghisap darahmu karena pasti darahmu sangat tidak enak."
Aku mendengus sebal.
"Kenapa kau bisa ada disini? Kenapa kau bisa jadi patung?" Tanyaku.
"Aku dikutuk oleh seorang penyihir yang kutolak cintanya. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku bisa ada disini. Seingatku aku dikutuk itu 300 tahun yang lalu." Ucapnya terdengar santai.
"300 tahun?!?" Aku menelan ludahku sendiri.
"Ne, berarti aku jadi patung selama itu ya. Hmm, tubuhku rasanya pegal sekali. Dan kau, Lee Joon Hee, karena kau sudah menolongku jadi kau harus kabulkan 3 permintaanku."
"Mwo? Kabulkan 3 permintaan? Apa gak kebalik tuh?"
"Kebalik?" Dia tampak bingung.
"Kalau aladin kan saat menemukan lampu ajaib dan menggosoknya lalu keluar jin dan jin itu bilang kalau dia akan mengabulkan 3 permintaan tapi kenapa kebalik? Harusnya kau bilang kalau kau akan memenuhi 3 permintaanku kenapa harus aku yang jadi jinnya disini?"
"Itu kan Aladin beda lagi denganku dan pokoknya kau harus penuhi 3 permintaanku. Titik." Dia bersikukuh.
"Aish, keras kepala sekali vampir ini. Memangnya kau minta apa huh?"
"Satu, aku ingin tinggal bersamamu dan kau harus layaniku dengan baik. Dua, kau harus rahasiakan identitasku, tidak boleh ada yang tahu kalau aku ini vampire dan terakhir, kau harus mau jadi pacarku."
"MWO? JADI KAU INGIN AKU JADI BABUMU JUGA JADI PACARMU?!? SHIRREO!!!" Teriakku.
"Aigo, kau harus penuhi keinginanku kalau tidak mau. Aku akan..."
Tiba-tiba dari bibirnya tampak sesuatu yang tajam dan berkilau. Dan aku menelan ludah ketika melihatnya. Taring.
"Aku akan menghisap darahmu sampai habis dan kau akan mati. Aku juga akan menghisap darah keluargamu. Aku akan menghisap darah orang-orang yang kau sayangi dan orang-orang disekitarmu." Ucapnya yang sukses membuatku merasa kalau celana dalamku basah. Sepertinya aku pipis di celana. Oh Tuhan! Memalukan sekali!
Dia tampak heran melihat ada cairan yang menetes di kedua kakiku,
"Aish, kau ngompol! Hahahahahaha."
Sekali lagi tawanya kembali menggelegar dan aku merasa tubuhku lemas.
******
Author POV
Sejak saat itu Joon Hee merasa hidupnya bagai mimpi buruk. Apalagi Yesung selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Bahkan Yesung juga sekolah di tempat Joon Hee menuntut ilmu.
"Kenapa kau bisa sekolah disini?" Tanya Joon Hee kaget setengah mampus ketika mendapati Yesung memakai seragam sekolah.
"Aku ini punya kekuatan bisa memanipulasi pikiran orang dan aku juga punya kekuatan untuk bisa membaca pikiran orang tapi entah kenapa aku tak bisa membaca isi pikiranmu." Ucap Yesung dengan gaya sok coolnya.
Joon Hee makin merasa tersiksa apalagi Yesung yang memakai nama "Kim Jong Woon" dan sekelas dengan Kyu Hyun, laki-laki yang ditaksir oleh Joon Hee.
"Kenapa aku harus mengaku-ngaku sebagai saudara sepupumu? Aku kan pacarmu." Tanya Yesung saat pulang sekolah.
"Pacar apanya? Kau bukan pacarku. Kalau kau tidak mau, aku juga tidak akan mengabulkan permintaanmu. Impas kan?" Jawab Joon Hee dengan ketus dan tidak mau kalah.
Yesung hanya cemberut mendengar jawaban Joon Hee.
Joon Hee bahkan kesal karena dia memang benar-benar diperlakukan pembantu. Setiap hari dia harus mengantarkan makanan ke ruang bawah tanah, memijat tubuh Yesung, mengerjakan PR Yesung padahal itu pelajaran kelas 3 dan untung saja Joon Hee di anugerahi otak yang encer sehingga tak masalah baginya. Bahkan Yesung juga kerja di tempat Joon Hee bekerja dan karena Yesung sudah memanipulasi pikiran mereka sehingga mereka berpikir kalau Yesung adalah pekerja lama.
Apalagi dengan cepat Yesung sudah bisa mencuri perhatian orang-orang terlebih kaum hawa di sekolahnya. Dia bahkan menggeser posisi Kyu Hyun sebagai cowok populer di sekolahnya. Yesung yang jago dalam bidang olahraga terutama basket dan sepak bola; Yesung yang jago main piano, biola, gitar, saxophone dan harpa; Yesung yang pintar menyanyi bahkan suaranya seakan-akan membuat setiap orang yang mendengarnya meleleh. *lebay.com*
******
Joon Hee POV
Uh menyebalkan sekali! Harusnya saat itu aku tidak nekat membuka pintu itu dan tidak masuk ke dalamnya, harusnya saat itu aku tidak menyentuh patung itu. Seandainya waktu bisa diputar kembali. Tapi, ternyata tak bisa. Karena aku bukan Tuhan, aku hanyalah manusia biasa.
Aku mencoba menghindar dari Yesung, aku langsung menuju balkon atas sekolah. Aku memutuskan untuk membuat sketsa disana lagian kan tempatnya enak dan hawanya juga terasa sejuk. Seperti di pegunungan.
Aku langsung duduk menyender ke tembok dan mulai melukis sketsa. Aku sangat suka sekali melukis dan mendesain. Karena suatu hari nanti aku mau jadi seorang desainer terkenal.
"Jadi kau suka disini juga?"
Aku mendongak dan aku sangat kaget saat mendapati yang di depanku ternyata...
"Kyu Hyun oppa? Maksudku Kyu Hyun sunbae."
Dia tersenyum lalu duduk disampingku dan aku bisa merasakan detak jantungku berdegup sangat keras.
"Kyu Hyun sunbae, kenapa kau ada disini?" Tanyaku sembari mencoba menyembunyikan rasa gugupku.
"Kalau aku sedang sedih, marah atau kecewa, aku selalu kesini. Karena aku bisa merasa tenang." Jawabnya sembari menatapku.
Kyu Hyun oppa, kumohon jangan menatapku seperti itu? Lama-lama aku bisa meleleh karena tatapanmu, oppa.
"Kau sendiri, kenapa kau ada disini?" Tanyanya.
"Aku suka tempat ini karena saat aku kehabisan ide untuk membuat sketsa, aku pasti kesini. Aku merasa tenang dan rileks jadi aku bisa menghasilkan karya yang banyak."
"Kau suka menggambar?"
"Ne, sunbae."
"Boleh aku lihat hasil karyamu?"
"Boleh."
Lalu dia meraih buku gambarku dan dia melihat semua hasil karyaku.
"Waah, bagus sekali. Kapan-kapan bolehkah aku jadi model lukisanmu?"
"Mwo? Maaf, maksud sunbae, jadi model lukisanku?"
"Ne, aku ingin sekali jadi model lukisanmu."
"Ne, sunbae."
Hening.
Hanya desir angin yang berbisik seakan-akan berbisik di telingaku dan mengatakan, "Katakan yang sebenarnya, Joon Hee."
"Kenapa kau bohong?" Ucapnya tiba-tiba.
Bohong? Apa aku tidak salah dengar? Bohong apa maksudnya? Apa jangan-jangan dia tau soal Yesung?
"Maksud sunbae?" Tanyaku, pura-pura tidak tahu.
"Aku tahu yang sebenarnya. Aku tahu kalau sebenarnya yang selalu menaruh susu, telur dan kertas-kertas itu adalah kau bukan So Jung."
DEG
Mwo? Apa aku tidak salah dengar?
"Aa..itu...itu...kata siapa? Aku tidak tau, aku tidak merasa. Kau salah orang." Ucapku.
"Kau pikir aku tidak tau kalau selama ini kaulah orangnya. Kau tampaknya lupa kalau sekolah ini ada cctv yang terpasang di setiap penjuru ruangan kecuali di kamar mandi."
DEG
OMONA!
"Selama ini aku pura-pura tidak tau, aku pikir kalau kau akan jujur padaku tapi ternyata malah So Jung yang mengaku-ngaku akhirnya aku lanjutkan saja permainan yang sudah dibuat oleh So Jung. Aku pura-pura mencintainya bahkan aku sengaja bersikap mesra di depanmu karena aku ingin memancingmu agar kau bertindak tapi kau malah begitu membuatku kecewa."
Kali ini dia berbicara padaku dengan jarak yang lumayan dekat hingga aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tiba-tiba dia menggenggam tanganku. Aku bisa merasakan genggaman tangannya yang hangat.
"Saranghaeyo, Lee Joon Hee."
DEG
Jantungku berdegup sangat keras dan kencang hingga aku tak kuasa mengontrolnya.
"Nado saranghae, Kyu Hyun oppa." Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku tanpa bisa aku tahan.
Perlahan wajahnya mulai mendekat dan aku memejamkan mataku. Aku merasakan sesuatu yang lembut di bibirku. Ya Tuhan! Ini ciuman pertamaku. Tunggu?!? Ciuman pertamaku? Tiba-tiba aku teringat saat di ruang bawah tanah, saat aku tak sengaja mencium patung itu. Omona! Ciuman pertamu dicuri oleh Yesung!
Aku mendorong tubuh Kyu Hyun oppa.
"Kenapa?" Kulihat dia tampak salah tingkah.
"Aniyo, gwaenchanayo oppa." Aku menundukkan wajahku menyembunyikan rasa maluku.
"Wajahmu merah. Lucu sekali." Dia mencubit wajahku dengan gemas.
"Aish, oppa! Sakit tau!" Aku mendengus sebal.
Dia tertawa lalu dia merangkul bahuku dan aku menyenderkan kepalaku. Tuhan, jangan kau ambil kebahagiannku ini.
******
Author POV
Keesokan harinya Kyu Hyun membuat sensasi dengan bilang di depan semua orang kalau dia dan Joon Hee pacaran dan dia juga bilang kalau So Jung itu pembohong dan dia hanyalah berpura-pura mencintai So Jung. Dan itu membuat So Jung marah juga malu.
Sementara Yesung, dia tidak suka dengan hubungan Kyu Hyun dan Joon Hee dan Joon Hee sendiri, dia merasa hidupnya berwarna apalagi Joon Hee jadi lebih ceria dari sebelumnya.
"Kau buatkan aku kimbab. Cepat!" Suruh Yesung tapi Joon Hee tampak tak mempedulikannya.
"Apa kau tidak lihat, aku sedang sibuk." Ujar Joon Hee sembari asyik mengerjakan tugas.
"Kenapa kau buatkan dia kimbab, aku tidak hah?" Tanya Yesung.
"Dia kan pacarku."
"Aku juga pacarmu."
"Kata siapa?"
"Kataku."
"Tapi, aku tidak pernah menganggapmu pacarku. Lagipula permintaan apa itu? Konyol sekali. Masak aku yang sudah menolongmu, aku juga yang harus mengabulkan permintaanmu. Kau pikir aku ini Jin apa, aku ini manusia tidak sepertimu yang seorang vampir dan memiliki kekuatan supranatural." Jawab Joon Hee yang membuat Yesung makin kesal.
"Ya sudah kalau begitu aku pergi." Ucap Yesung dengan nada yang seperti mengancam.
"Ya sudah sana pergi lagipula kau itu menyebalkan dan aku tidak mau melihatmu." Balas Joon He tak kalah sengitnya.
*****
Yesung POV
Aish! Menyebalkan sekali! Aku jadi teringat kata-kata Jane, penyihir itu sebelum aku dikutuk...
"Kau akan terbebas dari kutukan jika ada yang menciummu. Jika laki-laki, dia akan jadi saudaramu tapi jika yang menolongmu adalah seorang perempuan, dialah cinta sejatimu..."
Cinta sejati? Apa yang disebut cinta sejati? Mana mungkin seorang gadis yang tidak jelas seperti itu adalah cinta sejatiku? Dasar penyihir gila!
Aku berjalan menyusuri jalanan dan aku melihat ada papan yang terpampang...
"TOP ENTERTAINMENT GLOBAL AUDITION"
Audisi? Hmm, sepertinya bagus juga kalau aku ikutan.
-TO BE CONTINUED-
* Kim Yoona as Lee Joon Hee
* Kim Jong Woon a.k.a Yesung SUJU
* Cho Kyu Hyun a.k.a Kyu Hyun SUJU
* Jung So Jung a.k.a Krystal f(x)
and other cast
******
Joon Hee POV
Aku celingukan, melihat ke sekeliling dan untungnya tak ada orang. Aku langsung menyimpan telur, susu juga secarik kertas bertuliskan,
" Oppa, hwaiting! Aku yakin pertandingan kali ini oppa pasti akan menang! Jangan lupa kontrol emosimu saat bermain karena aku tau kalau lawanmu hari ini adalah tim dari SMA Jindai yang terkenal licik dan suka sekali memancing emosi. Bermainlah yang sportif ok ^__^"
Aku langsung mengunci loker itu dan langsung bersembunyi di balik tembok. Dan tak lama kemudian, aku mendengar suara derap langkah kaki. Dan ternyata dia muncul, ketika dia membuka pintu lokernya. Kulihat dia tampak tersenyum. Melihat senyumannya di pagi hari bagaikan tetesan embun yang menyejukkan mataku.
Tiba-tiba ada yang menghampirinya, ternyata Ki Bum sunbae, sahabatnya...
"Ya! Cho Kyu Hyun, kenapa kau malah senyum-senyum sendiri hah?"
Kulihat dia hanya diam sembari tersenyum dan di tangannya menggenggam secarik kertas yang tadi aku simpan di laci lokernya.
"Aaa, arasseo. Aku tau pasti karena ini kan kau tersenyum. Kau sudah tau siapa yang selalu melakukan ini?"
Dia menggelengkan kepalanya, "Aniyo. Aku benar-benar penasaran. Siapa ya?"
Ingin rasanya aku berteriak dan muncul di depannya lalu bilang, "Akulah orangnya."
Namun kenyataannya hanyalah tubuhku yang terasa kaku dan bibirku yang terasa kelu. Lalu mereka berdua berlalu pergi.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dan aku tersentak kaget. Begitu aku menoleh,
"Joon Hee-ah..."
"Aaa, Soo Jung-ah, kau ini kenapa mengagetkanku sih? Kalau aku punya penyakit jantung, udah mati berdiri nih." Ketusku.
"Mianhaeyo, Joon Hee-ah." Ucapnya.
"Kau masih saja seperti ini, Joon Hee-ah. Mau sampai kapan kau akan seperti ini? Menjadi secret admirernya selama hampir satu tahun." Tanyanya.
Ya, aku sendiri tidak tau mau sampai kapan akan tetap jadi secret admirernya.
"Hei, Joon Hee-ah, kau harus cepat-cepat jujur pada Kyu Hyun oppa sebelum dia di gaet cewek lain. Kalau kau seperti ini lama-lama orang lain bisa mendapatkan hatinya duluan." Kata-kata So Jung seakan-akan jadi cambukan bagiku.
Tapi, kenyataannya aku benar-benar belum berani bilang pada Kyu Hyun oppa kalau akulah secret admirernya selama ini.
"Sudahlah, lebih baik kita cepat-cepat pergi ke gedung olahraga. Bukankah sekarang pertandingannya?" So Jung menarik lenganku dan kami berlari-lari ke arah gedung yang sudah mulai dipadati oleh mahluk-mahluk lainnya apalagi mahluk berjenis kelamin yang sama denganku, yang mengidolakan Kyu Hyun oppa.
"CHO KYU HYUN...CHO KYU HYUN...CHO KYU HYUN..." Teriak mereka memenuhi ruangan dan seakan-akan memekakan telinga.
Aku dan So Jung duduk di barisan depan. Kulihat dia memasuki lapangan dan seperti biasa aku terpesona melihatnya dalam balutan kostum tim basket kebanggaan sekolah kami, SMA Mugunghwa. Terlihat otot-otot lengannya menonjol dan mataku benar-benar tak dapat lepas darinya. Wajahnya benar-benar mengalihkan duniaku. Sesaat mata kami beradu dan dia tampak tersenyum. Tapi, entah untuk siapa senyuman itu yang jelas aku bisa merasakan kalau mukaku ini panas dan aku langsung menundukkan wajahku.
"Waah, makin hari Kyu Hyun oppa makin cakep aja ya." Celetuk cewek di sebelahku.
"Ya, dia katanya sih belum punya pacar. Aku mau ngelamar jadi pacarnya ah." Sahut cewek berkacamata disebelahnya.
Kyu Hyun oppa memang tampan apalagi dia itu cowok terpopuler di sekolah kami bahkan cewek-cewek dari sekolah lain pun juga ada yang ngefans sama dia. Selain tampan, dia juga jago main basket. Dia bahkan menerima penghargaan, "MVP" karena permainan basketnya yang menawan. Dia juga berbakat di pelajaran seni. Dia pintar menyanyi, jago main gitar dan piano. Meskipun dia terlihat cool dan terkesan arogan tapi dia adalah namja yang baik dan aku pernah merasakan kebaikannya yang membuatku jatuh cinta padanya.
Masih terekam jelas dalam ingatanku, setahun yang lalu saat aku pulang dari kerja paruh waktuku. Aku bekerja jadi seorang waiters di sebuah restoran Italia. Saat itu jam baru menunjukan pukul 12 malam dan aku memilih pulang jalan kaki soalnya untuk menghemat uang.
"Hei, nona. Sendirian saja." Ucap seorang pemuda yang kelihatannya sedang mabuk.
Aku terus mempercepat langkahku dan aku mencoba untuk tidak mempedulikannya namun tiba-tiba pemuda itu mencengkeram lenganku.
"Lepaskan!" Pintaku.
"Shirreo! Aku mau kau menemaniku, nona manis." Dia menatapku dengan tatapan penuh nafsu dan aku sangat takut apalagi dia mendorong tubuhku dengan kuat sehingga aku jatuh terhempas ke tanah lalu dia menyeretku pergi ke dekat bangunan yang sepertinya tidak berpenghuni dan aku terus berteriak minta tolong berharap ada yang mendengar teriakanku.
"Tolong...tolong..tolong..."
Tiba-tiba pemuda mabuk itu mulai melucuti bajunya dan celana jeansnya hingga aku melihat dia hanya memakai celana boxer saja lalu dia mendekatiku dan aku berontak, aku tendang bagian bawahnya lalu dia jatuh kesakitan tapi tangannya mencengkeram kakiku hingga aku jatuh. Dengan segenap kekuatanku yang masih ada dan aku tetap akan terus mempertahankan kehormatanku yang akan direnggutnya. Aku terus memberontak lalu aku berlari keluar dari gedung itu dan pemuda mabuk sialan itu terus mengejarku hingga aku tiba di jalanan sepi.
"Tolong...tolong...tolong..." Teriakku sepanjang jalan.
Hingga akhirnya aku menemukan seberkas cahaya yang ternyata berasal dari sebuah motor yang berhenti tepat di depanku.
"Ayo cepat naik!" Perintahnya. Aku tidak tahu siapa sosok dibalik helm itu tapi karena aku takut pemuda mabuk itu akhirnya aku memutuskan untuk naik motor itu.
Setelah aman, dia menghentikan motornya tepat di depan halte bis.
"Kamsahamnida." Ucapku setelah turun dari motor.
Begitu dia membuka helmnya dan aku bisa melihat wajahnya dengan jelas, sosok di balik helm yang ternyata kakak kelasku di SMA Mugunghwa.
"Kyu Hyun sunbae?"
"Kau mengenalku?" Tanyanya heran.
"Ne, aku adik kelasmu di SMA Mugunghwa."
"Aaa, geurae. Malam-malam begini seorang perempuan jangan berjalan sendirian apalagi ditempat sepi. Kau habis darimana? Kenapa kau tida naik bis atau taksi?"
"Ne, Aku baru pulang kerja paruh waktu dan karena ingin menghemat uang jad aku memutuskan untuk jalan kaki saja."
"Oh..memangnya kau bekerja dimana?"
"Di restoran Italia."
"Aaa..arasseo..Ya sudah aku antar kau pulang ya?"
"Ah, tidak usah sunbae." Tolakku.
"Sudahlah lebih baik aku antarkan saja daripada nanti kau mengalami kejadian seperti tadi lagi. Rumahmu dimana? Aku antar kau sekarang. Jadi ayo cepat naik!" Desaknya.
Akhirnya aku pun menerima ajakannya dan di antar pulang olehnya. Sejak saat itu aku merasa kalau aku jatuh cinta padanya. Dia sudah menyelamatkanku. Kalau saja dia tidak ada dan tidak menolongku saat itu, pasti aku sudah mati bunuh diri karena kehormatanku terenggut.
"Joon Hee-ah..." Suara So Jung membuyarkan lamunanku.
"Hmm..."
"Lihat permainan anak-anak SMA Jindai benar-benar membuatku emosi, ingin rasanya aku lempar mereka pakai bom." Gerutu So Jung.
Tim basket SMA Jindai memang terkenal dengan kelicikannya dan kepiwaiannya mengecoh lawan. Tak jarang banyak yang kehilangan harapannya setelah melawan tim mereka. Tapi, aku justru melihat Kyu Hyun oppa tampak tenang dan sepertinya tidak mudah tersulut emosinya. Dan beberapa kali tim lawan mencoba mengecoh namun rupanya Kyu Hyun oppa jeli dan cerdik, malah dia juga yang berbalik mengecoh sehingga tampak tim lawan seperti senjata makan tuan. Hingga akhirnya tim kami menang dengan skor 54-52.
*****
Sepulangnya dari sekolah, aku tidak langsung pulang ke rumah tapi langsung menuju tempat kerjaku dan kali ini aku bekerja di toko roti dan kue, "Etoile". Aku mengayuh sepedaku dengan cepat karena takut telat. Setelah kejadian yang hampir merenggut kehormatanku setahun lalu, aku membeli sepeda biasa dari hasil kerja paruh waktu. Setelah sampai di tempat kerja, aku langsung masuk dan mengganti pakaianku.
"Joon Hee-ah, sepulang dari sini kita makan-makan di kedai Myeongdeong Gyoja yuk?" Ajak Mi Young, teman kerjaku.
"Memangnya dalam rangka apa?" Tanyaku.
"Da Young hari ini ulang tahun dan dia mengajak kita semua makan-makan."
"Waahh, ulang tahun?" Aku langsung menghampiri Da Young. "Da Young-ah, saengil chukae." Aku mengulurkan tanganku dan dia menyambut uluran tanganku dengan antusias.
"Gomawo, Joon Hee-ah."
******
Aku pergi bersama Da Young, Mi Young, Seo Hyun, Taemin, Jong Hyun, manager toko, Yoona ssi dan pemilik tokonya, Jung Soo ssi juga lainnya. Kami di traktir oleh Da Young yang sedang ulang tahun. Namun saat aku menoleh ke samping, tak sengaja mata ini menangkap sesosok yang sangat kukenal. Kami saling bertatapan. Lalu kulihat namja disebelahnya menatapku.
"Kalian saling kenal?" Tanya namja yang kelihatan dari penampilannya kalau dia adalah orang kaya setengah berbisik padanya.
Kulihat dia menganggukan kepalanya, "Ne, dia tetanggaku."
Mwo? Tetangga?
Aku hanya tersenyum padanya padahal dalam hati ini sungguh sakit.
*****
Aku naik mobil Jung Soo ssi karena sepedaku aku tinggal di dalam toko. Setelah mengantar Da Young juga Mi Young dan Seo Hyun pulang. Tinggal kami berdua di dalam mobil.
"Joon Hee-ya, bagaimana jawaban soal kemarin?" Tanyanya memecah keheningan antara kami.
"Mianhaeyo, Jung Soo ssi, aku tak bisa." Ucapku dengan penuh hati-hati, aku takut melukai hatinya.
Kulihat dia menatapku dari kaca spion mobil, aku duduk dibelakang karena jujur sejak Jung Soo ssi menyatakan isi hatinya padaku, aku merasa canggung sekali jika bertemu dengannya. Dan seperti ini, aku duduk dibelakang sementara dia didepan sedang menyetir dan sesekali menatapku lewat kaca spion mobilnya.
"Kenapa tak bisa?" Tanyanya.
"Mianhaeyo, Jung Soo ssi..aku.."
"Sudah kubilang panggil saja aku oppa." Potongnya.
"Ne, Jung Soo oppa."
"Kenapa kau tidak bisa menerimaku? Apa aku terlihat sedang bercanda?" Tanyanya dan kali ini dengan nada yang sedikit menaik.
"Maafkan aku, oppa. Selama ini aku hanya menganggap oppa hanya sebagai kakakku saja tidak lebih dari itu. Jeongmal mianhaeyo, Jung Soo oppa." Ucapku sembari menundukkan wajahku.
"....." Dia hanya terdiam dan pandangannya kini lurus ke depan dan kudengar dia menghela nafasnya.
Jujur aku benar-benar tidak percaya saat dia bilang kalau dia mencintaiku sejak pertama kali aku bekerja di toko rotinya. Jung Soo ssi ternyata adalah saudara sepupunya So Jung, sahabatku. Dunia ini memang sempit ya. Sampai-sampai aku bekerja dengan laki-laki yang ternyata adalah saudara sepupunya sahabatku sendiri.
Akhirnya mobil berhenti tepat didepan toko dan aku langsung turun. Lalu dia membuka pintu tokonya dan aku langsung mengeluarkan sepedaku dari sana.
"Kamsahamnida Jung Soo ssi eh Jung Soo oppa." Ucapku saat berada diluar namun dia hanya diam saja. Sepertinya dia benar-benar kecewa atas penolakanku. Maafkan aku, aku benar-benar tak bisa karena di hatiku sudah ada laki-laki lain yang sudah menguasai hatiku lebih dulu.
******
Sesampainya di depan rumah dan saat aku memasuki rumah, kulihat dia sudah ada di depan. Melihatnya aku jadi teringat ucapannya di kedai tadi.
"Maafkan aku, Joon Hee-ah. Tadi aku benar-benar kaget dan aku..."
"Kenapa minta maaf? Bukankah aku ini tetanggamu, lalu apa yang kau lakukan di rumahku hah?" Potongku dengan nada sinis.
"Joon Hee, mianhaeyo. Eomma benar-benar bingung karena eomma tidak mau orang-orang tau kalau kau itu anakku. Aku takut mereka mencemoohmu juga karena aku takut kalau laki-laki yang dekat denganku pergi karena mereka tau aku sudah mempunyai seorang anak." Ucapnya yang membuatku bertambah muak.
"LALU KALAU BEGITU KENAPA KAU MELAHIRKANKU KALAU KAU MALU HAH?!?" Teriakku. "Aku benar-benar tidak habis pikir denganmu. Saat aku bertanya soal siapa ayahku, kau selalu saja bungkam dan seolah-olah kalau aku ini tidak pernah punya ayah. AKU MUAK, AKU BENCI!!!" Aku langsung membanting pintu kamarku dengan keras.
Kurebahkan tubuhku ditempat tidur dan aku berusaha untuk tidak menangis karena jika menangis sama saja kalau adalah orang lemah. Aku menatap langit-langit kamar yang baru seminggu aku tempati karena ini adalah kamar yang ke 44 yang aku tempati. Sudah 44 kali kami berdua pindah rumah dari rumah yang satu ke rumah yang lain dan sampai akhirnya kami menempati rumah sahabatnya. Katanya untuk menghindari dari kejaran rentenir jadi kami selalu pindah-pindah. Dan sudah ke 40 kalinya juga aku pindah sekolah, itu bukan karena aku anak nakal tapi karena aku pindah rumah. Tapi, saat ke 40 itu, aku memutuskan untuk tidak pindah lagi karena aku sudah terlanjur betah dan alasan utamanya karena aku tidak mau jauh dari laki-laki yang aku cintai. Aku tidak bisa tidak melihatnya barang sedetik pun. Dia bagai candu dan aku seakan-akan ketagihan olehnya. Bahkan tanpa dia sadari, aku selalu memotretnya diam-diam dan sudah ada kurang lebih 30 album foto yang berukuran besar, isinya foto-fotonya dengan berbagai macam ekspresi bahkan saat dia tertidur di perpustakaan pun aku memotretnya. Setiap kali aku merasa muak, benci dan marah pada eomma, aku selalu melihat fotonya yang bagaikan diazepam* bagiku.
*Diazepam = nama obat penenang, biasa digunakan untuk mengatasi rasa cemas dan kejang.*
*****
Author POV
Pagi itu seperti biasa Joon Hee berdiri di depan loker Kyu Hyun, laki-laki yang ia taksir. Hanya saja bedanya, kali itu dia ditemani oleh sahabatnya, So Jung.
"Aduuhh, So Jung, perutku sakit nih sepertinya tadi aku salah makan. Kamu pegang dulu ini ya, aku ke kamar mandi dulu ya. Kalau misalnya kamu mendengar ada suara, kamu langsung sembunyi saja di balik tembok ok?" Ujar Joon Hee yang udah kebelet lalu berlari meninggalkan So Jung sendirian.
So Jung berdiri disana sendirian lalu tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki tapi saat dia hendak pergi...
"Tunggu!" Suara seorang namja menghentikan langkahnya lalu dia berbalik dan So Jung tersentak kaget.
"Jadi kau yang selama ini selalu menaruh telur dan susu juga kertas-kertas itu?" Tanya namja yang ternyata adalah Kyu Hyun.
Joon Hee berlari-lari menuju tempat loker namun langkahnya terhenti saat mendengar suara laki-laki yang dia sukai...
"Jadi kau adalah secret admirerku?" Tanya Kyu Hyun sekali lagi.
"Ne, Kyu Hyun oppa." Ucap So Jung yang membuat Joon Hee terdiam terpaku.
"Akhirnya aku menemukanmu. Sudah lama aku penasaran akan sosok yang selalu menaruh susu juga telur itu dan ternyata orang itu adalah kamu." Ujar Kyu Hyun terdengar dari nadanya kalau dia senang sekali.
Sementara Joon Hee, dia mengepalkan tangannya. "Bukan dia tapi aku." Batinnya dalam hati.
"Hmm, pulang sekolah nanti, aku tunggu di depan gerbang sekolah ya?" Ujar Kyu Hyun.
"Ne, oppa. Oh ya oppa, aku harus kembali ke kelas." Ucap So Jung.
"Oh ya, jangan lupa ya, aku tunggu di depan gerbang."
"Ne..."
So Jung lalu berjalan dan Joon Hee menarik lengan So Jung dan menatapnya tajam.
"Apa-apaan kau, So Jung-ah? Kenapa kau mengaku-ngaku hah?" Tanya Joon Hee dengan nada tajam.
Tiba-tiba So Jung menangis di depan Joon Hee membuat Joon Hee kaget dengan perubahan So Jung yang tiba-tiba.
"Kau kenapa menangis?" Tanya Joon Hee heran.
"Mianhaeyo Joon Hee-ah. Aku terpaksa melakukannya karena aku juga mencintai Kyu Hyun oppa."
DEG
Joon Hee kaget mendengar pernyataan dari So Jung.
"Sebulan yang lalu dokter memvonisku sakit leukimia dan hidupku hanya tinggal menghitung bulan atau juga hari dan aku ingin sekali membahagiakan diriku sendiri sebelum aku mati, Joon Hee-ah." Isak So Jung yang membuat Joon Hee benar-benar terdiam membisu mendengarnya.
Sampai akhirnya Joon Hee tak tau mau bicara apalagi. Setelah kejadian itu, ternyata Kyu Hyun nembak So Jung di depan semua orang dan mereka resmi jadian membuat hati Joon Hee hancur berkeping-keping. Setiap hari kerjaannya menangis dan marah-marah, marah pada dirinya sendiri yang ia sendiri menyebut dirinya pengecut karena tidak berani mengatakan kalau dialah secret admirer Kyu Hyun selama ini. Apalagi dia tak tahan melihat kemesraan yang diperlihatkan oleh So Jung dan Kyu Hyun. Bahkan beberapa orang bilang kalau mereka pasangan serasi dan itu menambah penderitaan bagi Joon Hee.
Hingga keesokan harinya,
"Aduh perutku sakit nih..." Keluh Joon Hee saat berada didalam toilet dan tiba-tiba dia mendengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinganya.
"Yoboseyo, Ji Hyun-ah. Ini aku, So Jung. Apa kabarmu? Hmm, kabarku baik-baik saja. Kau masih ingat dengan cerita tentang namja bernama Kyu Hyun? Sekarang aku pacaran dengannya dan kau tau kenapa itu bisa terjadi, itu berkat aktingku selama ini. Aku muak dengan yeoja bernama Joon Hee itu. Setiap kali orang-orang berbicara tentang prestasinya membuatku semakin ingin muntah saja. Aku berpura-pura punya penyakit agar dia iba padaku dan tidak membocorkan rahasia kalau dialah secret admirernya Kyu Hyun oppa. Salah sendiri kenapa dia tidak mengatakan yang sebenarnya. Akhirnya aku memanfaatkan situasi yang ada hahaha. Pintar sekali kan aku hahaha."
Joon Hee mengepalkan tangannya lalu dia keluar dari toilet dan dia menghampiri So Jung yang sedang menelepon temannya di depan cermin sembari menyender ke tembok. Joon Hee bertepuk tangan sembari menatap So Jung dengan tatapan mata yang tajam.
PROK PROK PROK
"Bagus sekali aktingmu, So Jung. Pantas saja kau masuk teater karena kau memang pandai berakting. Kau pantas mendapatkan penghargaan dari Academy Awards sebagai, "Pembohong terbaik" "
So Jung tampak salah tingkah tapi dia berbalik menatap sinis Joon Hee, "Inilah aku yang asli, Lee Joon Hee."
"Aku tak menyangka kalau kau ternyata orang yang licik, Jung So Jung." Ujar Joon Hee sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya, aku memang orang yang licik dan aku ingin sekali menghancurkanmu, Lee Joon Hee. Dan sekarang aku sduah menghancurkanmu secara perlahan. Aku sudah merebut Kyu Hyun darimu dan aku juga akan merebut semua perhatian orang-orang darimu, Lee Joon Hee." Ucap So Jung dengan nada sinis.
"Kenapa kau lakukan ini semua?" Tanya Joon Hee tajam.
"Karena aku muak sekali padamu. Aku benci padamu, Lee Joon Hee! Aku muak mendengar orang-orang membanggakan dirimu. Joon Hee inilah Joon Hee itulah. Sebelum kau masuk sekolah ini. Akulah gadis populer dan banyak orang yang selalu membicarakan tentang prestasiku. Tapi, sejak kau datang semuanya berubah. Mendadak semua orang beralih padamu bahkan laki-laki yang kusukai, Min Ho oppa menyukaimu. Makanya aku ingin sekali menghancurkanmu. Aku ingin buat kau menderita."Ungkap So Jung dengan penuh emosi.
PLAAKKK
Sebuah tamparan mendarat dengan halusnya di pipi So jung.
Joon Hee menarik kerah baju So Jung, "Silahkan kalau kau ingin menghancurkanku. Tapi, aku tidak akan tinggal diam. Cepat atau lambat Kyu Hyun oppa akan tau siapa yang asli dan siapa yang palsu."
Joon Hee lalu pergi meninggalkan So Jung yang tampak ketakutan dengan ucapan Joon Hee. Sedangkan Joon Hee memilih bolos dari pelajaran dan memutuskan untuk pulang saat itu juga.
******
Joon Hee POV
Hari ini sungguh hari yang benar-benar menyebalkan dan menyakitkan. Seseorang yang sudah aku anggap sahabat, ternyata orang yang licik dan jahat. Arrgghh, ingin rasanya aku berteriak dan bilang pada Kyu Hyun oppa kalau akulah orangnya bukan So Jung. Tapi, percuma saja karena mungkin dia tidak akan percaya karena aku tak punya bukti yang kuat.
Sesampainya di rumah, aku langsung merebahkan tubuhku. Tapi, aku tak bisa tidur. Ah lebih baik aku bersih-bersih rumah saja, siapa tau aku bisa meredam amarahku dan melupakan masalahku. Oh ya, halaman belakang rumah kan belum di potong rumput-rumputnya. Lebih baik aku bersihkan halaman belakang rumah saja dulu. Aku mengganti baju dan aku langsung mengambil perkakas untuk memotong rumput.
Saat aku mulai memotong, mataku menangkap sesuatu yang menarik. Apa itu? Gembok? Kok ada gembok? Gembok apa ini? Tanpa pikir panjang, aku langsung membabat habis rumput dan kulihat ternyata sebuah pintu. Aku meraih kampak dan kubuka gembok itu dengan kapak.
Aku membuka pintu itu dan kutemukan ada anak tangga lalu aku menyusuri anak tangga. Aku kira hanya ada di film-film saja. Jadi ini yang namanya ruang bawah tanah. Bau kayu yang sudah lapuk sangat kentara. Hingga akhirnya mataku tertuju pada sebuah patung. Patung siapa ini? Jangan-jangan ini patung lilin yang sering aku lihat di buku tentang museum maddam tussaud, soalnya patungnya terlihat seperti manusia sungguhan hanya saja matanya terpejam dan bajunya aneh sekali. Seperti jubah penyihir di film Harry Potter. Aku mengamati patung itu dengan seksama. Patung namja atau yeoja ya? Tapi dadanya rata berarti ini patung namja. Aku mencoba menyentuh patung itu tapi baru saja menyentuh, patung itu terjatuh dan menimpa tubuhku dengan posisi menciumku. Tunggu! Menciumku?!? Aku langsung menyingkirkan patung itu dari tubuhku.
Aku bangkit dan berdiri lalu aku membersihkan kotoran di bajuku. Ah lebih baik aku lanjutkan bersih-bersih nanti saja aku bersihkan ruangan ini.
"Hei, kau mau kemana?"
Suara apa itu? Begitu aku menoleh...
"WHOOAAAAAAA...."
Tiba-tiba semuanya menjadi gelap.
******
Someone's POV
Kenapa dia pakai acara pingsan segala sih? Apa aku menyeramkan? Aku ini bukan hantu.
Kulihat dia tampak menggeliat dan perlahan matanya terbuka.
"Nuguseyo?" Tanyanya. Namun tiba-tiba dia membelalakan matanya dan dia tampak ketakutan.
"Kau siapa? Bukankah kau patung yang tadi itu? Apa jangan-jangan aku sedang berhalusinasi?" Dia menepuk-nepuk wajahnya.
"Hei, kau tidak sedang berhalusinasi. Ini nyata!" Ucapku.
"Mwo? Jadi ini bukan mimpi?" Tanyanya dan rasanya geli melihat ekspresinya.
"Siapa namamu?" Tanyaku.
"Lee Joon Hee. Dan kau?"
"Aku Yesung."
"Yesung? Sebenarnya kau siapa? Kenapa kau? Aish, ini benar-benar sulit aku percaya. Patung yang bisa hidup ckckck" Dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kau mau tau siapa aku sebenarnya?" Tanyaku memancing rasa ingin tahunya.
Dia menganggukan kepalanya.
"Aku adalah vampire."
******
Joon Hee POV
"Aku adalah vampire."
Kata-kata itu sukses membuat tubuhku gemetar hebat dan mendadak bayangan yang memperlihatkan taringnya yang tajam dan mencengkeram leherku lalu menghisap darahku muncul begitu saja.
"Hahahahahaha..." Tawanya membahana dan semakin membuatku tambah merinding.
"Ke..ke..napa kau tertawa?" Ucapku terbata-bata.
"Kau takut ya? Tenang saja lagipula aku tidak nafsu menghisap darahmu karena pasti darahmu sangat tidak enak."
Aku mendengus sebal.
"Kenapa kau bisa ada disini? Kenapa kau bisa jadi patung?" Tanyaku.
"Aku dikutuk oleh seorang penyihir yang kutolak cintanya. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku bisa ada disini. Seingatku aku dikutuk itu 300 tahun yang lalu." Ucapnya terdengar santai.
"300 tahun?!?" Aku menelan ludahku sendiri.
"Ne, berarti aku jadi patung selama itu ya. Hmm, tubuhku rasanya pegal sekali. Dan kau, Lee Joon Hee, karena kau sudah menolongku jadi kau harus kabulkan 3 permintaanku."
"Mwo? Kabulkan 3 permintaan? Apa gak kebalik tuh?"
"Kebalik?" Dia tampak bingung.
"Kalau aladin kan saat menemukan lampu ajaib dan menggosoknya lalu keluar jin dan jin itu bilang kalau dia akan mengabulkan 3 permintaan tapi kenapa kebalik? Harusnya kau bilang kalau kau akan memenuhi 3 permintaanku kenapa harus aku yang jadi jinnya disini?"
"Itu kan Aladin beda lagi denganku dan pokoknya kau harus penuhi 3 permintaanku. Titik." Dia bersikukuh.
"Aish, keras kepala sekali vampir ini. Memangnya kau minta apa huh?"
"Satu, aku ingin tinggal bersamamu dan kau harus layaniku dengan baik. Dua, kau harus rahasiakan identitasku, tidak boleh ada yang tahu kalau aku ini vampire dan terakhir, kau harus mau jadi pacarku."
"MWO? JADI KAU INGIN AKU JADI BABUMU JUGA JADI PACARMU?!? SHIRREO!!!" Teriakku.
"Aigo, kau harus penuhi keinginanku kalau tidak mau. Aku akan..."
Tiba-tiba dari bibirnya tampak sesuatu yang tajam dan berkilau. Dan aku menelan ludah ketika melihatnya. Taring.
"Aku akan menghisap darahmu sampai habis dan kau akan mati. Aku juga akan menghisap darah keluargamu. Aku akan menghisap darah orang-orang yang kau sayangi dan orang-orang disekitarmu." Ucapnya yang sukses membuatku merasa kalau celana dalamku basah. Sepertinya aku pipis di celana. Oh Tuhan! Memalukan sekali!
Dia tampak heran melihat ada cairan yang menetes di kedua kakiku,
"Aish, kau ngompol! Hahahahahaha."
Sekali lagi tawanya kembali menggelegar dan aku merasa tubuhku lemas.
******
Author POV
Sejak saat itu Joon Hee merasa hidupnya bagai mimpi buruk. Apalagi Yesung selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Bahkan Yesung juga sekolah di tempat Joon Hee menuntut ilmu.
"Kenapa kau bisa sekolah disini?" Tanya Joon Hee kaget setengah mampus ketika mendapati Yesung memakai seragam sekolah.
"Aku ini punya kekuatan bisa memanipulasi pikiran orang dan aku juga punya kekuatan untuk bisa membaca pikiran orang tapi entah kenapa aku tak bisa membaca isi pikiranmu." Ucap Yesung dengan gaya sok coolnya.
Joon Hee makin merasa tersiksa apalagi Yesung yang memakai nama "Kim Jong Woon" dan sekelas dengan Kyu Hyun, laki-laki yang ditaksir oleh Joon Hee.
"Kenapa aku harus mengaku-ngaku sebagai saudara sepupumu? Aku kan pacarmu." Tanya Yesung saat pulang sekolah.
"Pacar apanya? Kau bukan pacarku. Kalau kau tidak mau, aku juga tidak akan mengabulkan permintaanmu. Impas kan?" Jawab Joon Hee dengan ketus dan tidak mau kalah.
Yesung hanya cemberut mendengar jawaban Joon Hee.
Joon Hee bahkan kesal karena dia memang benar-benar diperlakukan pembantu. Setiap hari dia harus mengantarkan makanan ke ruang bawah tanah, memijat tubuh Yesung, mengerjakan PR Yesung padahal itu pelajaran kelas 3 dan untung saja Joon Hee di anugerahi otak yang encer sehingga tak masalah baginya. Bahkan Yesung juga kerja di tempat Joon Hee bekerja dan karena Yesung sudah memanipulasi pikiran mereka sehingga mereka berpikir kalau Yesung adalah pekerja lama.
Apalagi dengan cepat Yesung sudah bisa mencuri perhatian orang-orang terlebih kaum hawa di sekolahnya. Dia bahkan menggeser posisi Kyu Hyun sebagai cowok populer di sekolahnya. Yesung yang jago dalam bidang olahraga terutama basket dan sepak bola; Yesung yang jago main piano, biola, gitar, saxophone dan harpa; Yesung yang pintar menyanyi bahkan suaranya seakan-akan membuat setiap orang yang mendengarnya meleleh. *lebay.com*
******
Joon Hee POV
Uh menyebalkan sekali! Harusnya saat itu aku tidak nekat membuka pintu itu dan tidak masuk ke dalamnya, harusnya saat itu aku tidak menyentuh patung itu. Seandainya waktu bisa diputar kembali. Tapi, ternyata tak bisa. Karena aku bukan Tuhan, aku hanyalah manusia biasa.
Aku mencoba menghindar dari Yesung, aku langsung menuju balkon atas sekolah. Aku memutuskan untuk membuat sketsa disana lagian kan tempatnya enak dan hawanya juga terasa sejuk. Seperti di pegunungan.
Aku langsung duduk menyender ke tembok dan mulai melukis sketsa. Aku sangat suka sekali melukis dan mendesain. Karena suatu hari nanti aku mau jadi seorang desainer terkenal.
"Jadi kau suka disini juga?"
Aku mendongak dan aku sangat kaget saat mendapati yang di depanku ternyata...
"Kyu Hyun oppa? Maksudku Kyu Hyun sunbae."
Dia tersenyum lalu duduk disampingku dan aku bisa merasakan detak jantungku berdegup sangat keras.
"Kyu Hyun sunbae, kenapa kau ada disini?" Tanyaku sembari mencoba menyembunyikan rasa gugupku.
"Kalau aku sedang sedih, marah atau kecewa, aku selalu kesini. Karena aku bisa merasa tenang." Jawabnya sembari menatapku.
Kyu Hyun oppa, kumohon jangan menatapku seperti itu? Lama-lama aku bisa meleleh karena tatapanmu, oppa.
"Kau sendiri, kenapa kau ada disini?" Tanyanya.
"Aku suka tempat ini karena saat aku kehabisan ide untuk membuat sketsa, aku pasti kesini. Aku merasa tenang dan rileks jadi aku bisa menghasilkan karya yang banyak."
"Kau suka menggambar?"
"Ne, sunbae."
"Boleh aku lihat hasil karyamu?"
"Boleh."
Lalu dia meraih buku gambarku dan dia melihat semua hasil karyaku.
"Waah, bagus sekali. Kapan-kapan bolehkah aku jadi model lukisanmu?"
"Mwo? Maaf, maksud sunbae, jadi model lukisanku?"
"Ne, aku ingin sekali jadi model lukisanmu."
"Ne, sunbae."
Hening.
Hanya desir angin yang berbisik seakan-akan berbisik di telingaku dan mengatakan, "Katakan yang sebenarnya, Joon Hee."
"Kenapa kau bohong?" Ucapnya tiba-tiba.
Bohong? Apa aku tidak salah dengar? Bohong apa maksudnya? Apa jangan-jangan dia tau soal Yesung?
"Maksud sunbae?" Tanyaku, pura-pura tidak tahu.
"Aku tahu yang sebenarnya. Aku tahu kalau sebenarnya yang selalu menaruh susu, telur dan kertas-kertas itu adalah kau bukan So Jung."
DEG
Mwo? Apa aku tidak salah dengar?
"Aa..itu...itu...kata siapa? Aku tidak tau, aku tidak merasa. Kau salah orang." Ucapku.
"Kau pikir aku tidak tau kalau selama ini kaulah orangnya. Kau tampaknya lupa kalau sekolah ini ada cctv yang terpasang di setiap penjuru ruangan kecuali di kamar mandi."
DEG
OMONA!
"Selama ini aku pura-pura tidak tau, aku pikir kalau kau akan jujur padaku tapi ternyata malah So Jung yang mengaku-ngaku akhirnya aku lanjutkan saja permainan yang sudah dibuat oleh So Jung. Aku pura-pura mencintainya bahkan aku sengaja bersikap mesra di depanmu karena aku ingin memancingmu agar kau bertindak tapi kau malah begitu membuatku kecewa."
Kali ini dia berbicara padaku dengan jarak yang lumayan dekat hingga aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tiba-tiba dia menggenggam tanganku. Aku bisa merasakan genggaman tangannya yang hangat.
"Saranghaeyo, Lee Joon Hee."
DEG
Jantungku berdegup sangat keras dan kencang hingga aku tak kuasa mengontrolnya.
"Nado saranghae, Kyu Hyun oppa." Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku tanpa bisa aku tahan.
Perlahan wajahnya mulai mendekat dan aku memejamkan mataku. Aku merasakan sesuatu yang lembut di bibirku. Ya Tuhan! Ini ciuman pertamaku. Tunggu?!? Ciuman pertamaku? Tiba-tiba aku teringat saat di ruang bawah tanah, saat aku tak sengaja mencium patung itu. Omona! Ciuman pertamu dicuri oleh Yesung!
Aku mendorong tubuh Kyu Hyun oppa.
"Kenapa?" Kulihat dia tampak salah tingkah.
"Aniyo, gwaenchanayo oppa." Aku menundukkan wajahku menyembunyikan rasa maluku.
"Wajahmu merah. Lucu sekali." Dia mencubit wajahku dengan gemas.
"Aish, oppa! Sakit tau!" Aku mendengus sebal.
Dia tertawa lalu dia merangkul bahuku dan aku menyenderkan kepalaku. Tuhan, jangan kau ambil kebahagiannku ini.
******
Author POV
Keesokan harinya Kyu Hyun membuat sensasi dengan bilang di depan semua orang kalau dia dan Joon Hee pacaran dan dia juga bilang kalau So Jung itu pembohong dan dia hanyalah berpura-pura mencintai So Jung. Dan itu membuat So Jung marah juga malu.
Sementara Yesung, dia tidak suka dengan hubungan Kyu Hyun dan Joon Hee dan Joon Hee sendiri, dia merasa hidupnya berwarna apalagi Joon Hee jadi lebih ceria dari sebelumnya.
"Kau buatkan aku kimbab. Cepat!" Suruh Yesung tapi Joon Hee tampak tak mempedulikannya.
"Apa kau tidak lihat, aku sedang sibuk." Ujar Joon Hee sembari asyik mengerjakan tugas.
"Kenapa kau buatkan dia kimbab, aku tidak hah?" Tanya Yesung.
"Dia kan pacarku."
"Aku juga pacarmu."
"Kata siapa?"
"Kataku."
"Tapi, aku tidak pernah menganggapmu pacarku. Lagipula permintaan apa itu? Konyol sekali. Masak aku yang sudah menolongmu, aku juga yang harus mengabulkan permintaanmu. Kau pikir aku ini Jin apa, aku ini manusia tidak sepertimu yang seorang vampir dan memiliki kekuatan supranatural." Jawab Joon Hee yang membuat Yesung makin kesal.
"Ya sudah kalau begitu aku pergi." Ucap Yesung dengan nada yang seperti mengancam.
"Ya sudah sana pergi lagipula kau itu menyebalkan dan aku tidak mau melihatmu." Balas Joon He tak kalah sengitnya.
*****
Yesung POV
Aish! Menyebalkan sekali! Aku jadi teringat kata-kata Jane, penyihir itu sebelum aku dikutuk...
"Kau akan terbebas dari kutukan jika ada yang menciummu. Jika laki-laki, dia akan jadi saudaramu tapi jika yang menolongmu adalah seorang perempuan, dialah cinta sejatimu..."
Cinta sejati? Apa yang disebut cinta sejati? Mana mungkin seorang gadis yang tidak jelas seperti itu adalah cinta sejatiku? Dasar penyihir gila!
Aku berjalan menyusuri jalanan dan aku melihat ada papan yang terpampang...
"TOP ENTERTAINMENT GLOBAL AUDITION"
Audisi? Hmm, sepertinya bagus juga kalau aku ikutan.
-TO BE CONTINUED-
Langganan:
Komentar (Atom)
