Main Cast :
* Kim Yoona as Lee Joon Hee
* Kim Jong Woon a.k.a Yesung SUJU
* Cho Kyu Hyun a.k.a Kyu Hyun SUJU
* Jung So Jung a.k.a Krystal f(x)
and other cast
******
Joon Hee POV
Aku celingukan, melihat ke sekeliling dan untungnya tak ada orang. Aku langsung menyimpan telur, susu juga secarik kertas bertuliskan,
" Oppa, hwaiting! Aku yakin pertandingan kali ini oppa pasti akan menang! Jangan lupa kontrol emosimu saat bermain karena aku tau kalau lawanmu hari ini adalah tim dari SMA Jindai yang terkenal licik dan suka sekali memancing emosi. Bermainlah yang sportif ok ^__^"
Aku langsung mengunci loker itu dan langsung bersembunyi di balik tembok. Dan tak lama kemudian, aku mendengar suara derap langkah kaki. Dan ternyata dia muncul, ketika dia membuka pintu lokernya. Kulihat dia tampak tersenyum. Melihat senyumannya di pagi hari bagaikan tetesan embun yang menyejukkan mataku.
Tiba-tiba ada yang menghampirinya, ternyata Ki Bum sunbae, sahabatnya...
"Ya! Cho Kyu Hyun, kenapa kau malah senyum-senyum sendiri hah?"
Kulihat dia hanya diam sembari tersenyum dan di tangannya menggenggam secarik kertas yang tadi aku simpan di laci lokernya.
"Aaa, arasseo. Aku tau pasti karena ini kan kau tersenyum. Kau sudah tau siapa yang selalu melakukan ini?"
Dia menggelengkan kepalanya, "Aniyo. Aku benar-benar penasaran. Siapa ya?"
Ingin rasanya aku berteriak dan muncul di depannya lalu bilang, "Akulah orangnya."
Namun kenyataannya hanyalah tubuhku yang terasa kaku dan bibirku yang terasa kelu. Lalu mereka berdua berlalu pergi.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dan aku tersentak kaget. Begitu aku menoleh,
"Joon Hee-ah..."
"Aaa, Soo Jung-ah, kau ini kenapa mengagetkanku sih? Kalau aku punya penyakit jantung, udah mati berdiri nih." Ketusku.
"Mianhaeyo, Joon Hee-ah." Ucapnya.
"Kau masih saja seperti ini, Joon Hee-ah. Mau sampai kapan kau akan seperti ini? Menjadi secret admirernya selama hampir satu tahun." Tanyanya.
Ya, aku sendiri tidak tau mau sampai kapan akan tetap jadi secret admirernya.
"Hei, Joon Hee-ah, kau harus cepat-cepat jujur pada Kyu Hyun oppa sebelum dia di gaet cewek lain. Kalau kau seperti ini lama-lama orang lain bisa mendapatkan hatinya duluan." Kata-kata So Jung seakan-akan jadi cambukan bagiku.
Tapi, kenyataannya aku benar-benar belum berani bilang pada Kyu Hyun oppa kalau akulah secret admirernya selama ini.
"Sudahlah, lebih baik kita cepat-cepat pergi ke gedung olahraga. Bukankah sekarang pertandingannya?" So Jung menarik lenganku dan kami berlari-lari ke arah gedung yang sudah mulai dipadati oleh mahluk-mahluk lainnya apalagi mahluk berjenis kelamin yang sama denganku, yang mengidolakan Kyu Hyun oppa.
"CHO KYU HYUN...CHO KYU HYUN...CHO KYU HYUN..." Teriak mereka memenuhi ruangan dan seakan-akan memekakan telinga.
Aku dan So Jung duduk di barisan depan. Kulihat dia memasuki lapangan dan seperti biasa aku terpesona melihatnya dalam balutan kostum tim basket kebanggaan sekolah kami, SMA Mugunghwa. Terlihat otot-otot lengannya menonjol dan mataku benar-benar tak dapat lepas darinya. Wajahnya benar-benar mengalihkan duniaku. Sesaat mata kami beradu dan dia tampak tersenyum. Tapi, entah untuk siapa senyuman itu yang jelas aku bisa merasakan kalau mukaku ini panas dan aku langsung menundukkan wajahku.
"Waah, makin hari Kyu Hyun oppa makin cakep aja ya." Celetuk cewek di sebelahku.
"Ya, dia katanya sih belum punya pacar. Aku mau ngelamar jadi pacarnya ah." Sahut cewek berkacamata disebelahnya.
Kyu Hyun oppa memang tampan apalagi dia itu cowok terpopuler di sekolah kami bahkan cewek-cewek dari sekolah lain pun juga ada yang ngefans sama dia. Selain tampan, dia juga jago main basket. Dia bahkan menerima penghargaan, "MVP" karena permainan basketnya yang menawan. Dia juga berbakat di pelajaran seni. Dia pintar menyanyi, jago main gitar dan piano. Meskipun dia terlihat cool dan terkesan arogan tapi dia adalah namja yang baik dan aku pernah merasakan kebaikannya yang membuatku jatuh cinta padanya.
Masih terekam jelas dalam ingatanku, setahun yang lalu saat aku pulang dari kerja paruh waktuku. Aku bekerja jadi seorang waiters di sebuah restoran Italia. Saat itu jam baru menunjukan pukul 12 malam dan aku memilih pulang jalan kaki soalnya untuk menghemat uang.
"Hei, nona. Sendirian saja." Ucap seorang pemuda yang kelihatannya sedang mabuk.
Aku terus mempercepat langkahku dan aku mencoba untuk tidak mempedulikannya namun tiba-tiba pemuda itu mencengkeram lenganku.
"Lepaskan!" Pintaku.
"Shirreo! Aku mau kau menemaniku, nona manis." Dia menatapku dengan tatapan penuh nafsu dan aku sangat takut apalagi dia mendorong tubuhku dengan kuat sehingga aku jatuh terhempas ke tanah lalu dia menyeretku pergi ke dekat bangunan yang sepertinya tidak berpenghuni dan aku terus berteriak minta tolong berharap ada yang mendengar teriakanku.
"Tolong...tolong..tolong..."
Tiba-tiba pemuda mabuk itu mulai melucuti bajunya dan celana jeansnya hingga aku melihat dia hanya memakai celana boxer saja lalu dia mendekatiku dan aku berontak, aku tendang bagian bawahnya lalu dia jatuh kesakitan tapi tangannya mencengkeram kakiku hingga aku jatuh. Dengan segenap kekuatanku yang masih ada dan aku tetap akan terus mempertahankan kehormatanku yang akan direnggutnya. Aku terus memberontak lalu aku berlari keluar dari gedung itu dan pemuda mabuk sialan itu terus mengejarku hingga aku tiba di jalanan sepi.
"Tolong...tolong...tolong..." Teriakku sepanjang jalan.
Hingga akhirnya aku menemukan seberkas cahaya yang ternyata berasal dari sebuah motor yang berhenti tepat di depanku.
"Ayo cepat naik!" Perintahnya. Aku tidak tahu siapa sosok dibalik helm itu tapi karena aku takut pemuda mabuk itu akhirnya aku memutuskan untuk naik motor itu.
Setelah aman, dia menghentikan motornya tepat di depan halte bis.
"Kamsahamnida." Ucapku setelah turun dari motor.
Begitu dia membuka helmnya dan aku bisa melihat wajahnya dengan jelas, sosok di balik helm yang ternyata kakak kelasku di SMA Mugunghwa.
"Kyu Hyun sunbae?"
"Kau mengenalku?" Tanyanya heran.
"Ne, aku adik kelasmu di SMA Mugunghwa."
"Aaa, geurae. Malam-malam begini seorang perempuan jangan berjalan sendirian apalagi ditempat sepi. Kau habis darimana? Kenapa kau tida naik bis atau taksi?"
"Ne, Aku baru pulang kerja paruh waktu dan karena ingin menghemat uang jad aku memutuskan untuk jalan kaki saja."
"Oh..memangnya kau bekerja dimana?"
"Di restoran Italia."
"Aaa..arasseo..Ya sudah aku antar kau pulang ya?"
"Ah, tidak usah sunbae." Tolakku.
"Sudahlah lebih baik aku antarkan saja daripada nanti kau mengalami kejadian seperti tadi lagi. Rumahmu dimana? Aku antar kau sekarang. Jadi ayo cepat naik!" Desaknya.
Akhirnya aku pun menerima ajakannya dan di antar pulang olehnya. Sejak saat itu aku merasa kalau aku jatuh cinta padanya. Dia sudah menyelamatkanku. Kalau saja dia tidak ada dan tidak menolongku saat itu, pasti aku sudah mati bunuh diri karena kehormatanku terenggut.
"Joon Hee-ah..." Suara So Jung membuyarkan lamunanku.
"Hmm..."
"Lihat permainan anak-anak SMA Jindai benar-benar membuatku emosi, ingin rasanya aku lempar mereka pakai bom." Gerutu So Jung.
Tim basket SMA Jindai memang terkenal dengan kelicikannya dan kepiwaiannya mengecoh lawan. Tak jarang banyak yang kehilangan harapannya setelah melawan tim mereka. Tapi, aku justru melihat Kyu Hyun oppa tampak tenang dan sepertinya tidak mudah tersulut emosinya. Dan beberapa kali tim lawan mencoba mengecoh namun rupanya Kyu Hyun oppa jeli dan cerdik, malah dia juga yang berbalik mengecoh sehingga tampak tim lawan seperti senjata makan tuan. Hingga akhirnya tim kami menang dengan skor 54-52.
*****
Sepulangnya dari sekolah, aku tidak langsung pulang ke rumah tapi langsung menuju tempat kerjaku dan kali ini aku bekerja di toko roti dan kue, "Etoile". Aku mengayuh sepedaku dengan cepat karena takut telat. Setelah kejadian yang hampir merenggut kehormatanku setahun lalu, aku membeli sepeda biasa dari hasil kerja paruh waktu. Setelah sampai di tempat kerja, aku langsung masuk dan mengganti pakaianku.
"Joon Hee-ah, sepulang dari sini kita makan-makan di kedai Myeongdeong Gyoja yuk?" Ajak Mi Young, teman kerjaku.
"Memangnya dalam rangka apa?" Tanyaku.
"Da Young hari ini ulang tahun dan dia mengajak kita semua makan-makan."
"Waahh, ulang tahun?" Aku langsung menghampiri Da Young. "Da Young-ah, saengil chukae." Aku mengulurkan tanganku dan dia menyambut uluran tanganku dengan antusias.
"Gomawo, Joon Hee-ah."
******
Aku pergi bersama Da Young, Mi Young, Seo Hyun, Taemin, Jong Hyun, manager toko, Yoona ssi dan pemilik tokonya, Jung Soo ssi juga lainnya. Kami di traktir oleh Da Young yang sedang ulang tahun. Namun saat aku menoleh ke samping, tak sengaja mata ini menangkap sesosok yang sangat kukenal. Kami saling bertatapan. Lalu kulihat namja disebelahnya menatapku.
"Kalian saling kenal?" Tanya namja yang kelihatan dari penampilannya kalau dia adalah orang kaya setengah berbisik padanya.
Kulihat dia menganggukan kepalanya, "Ne, dia tetanggaku."
Mwo? Tetangga?
Aku hanya tersenyum padanya padahal dalam hati ini sungguh sakit.
*****
Aku naik mobil Jung Soo ssi karena sepedaku aku tinggal di dalam toko. Setelah mengantar Da Young juga Mi Young dan Seo Hyun pulang. Tinggal kami berdua di dalam mobil.
"Joon Hee-ya, bagaimana jawaban soal kemarin?" Tanyanya memecah keheningan antara kami.
"Mianhaeyo, Jung Soo ssi, aku tak bisa." Ucapku dengan penuh hati-hati, aku takut melukai hatinya.
Kulihat dia menatapku dari kaca spion mobil, aku duduk dibelakang karena jujur sejak Jung Soo ssi menyatakan isi hatinya padaku, aku merasa canggung sekali jika bertemu dengannya. Dan seperti ini, aku duduk dibelakang sementara dia didepan sedang menyetir dan sesekali menatapku lewat kaca spion mobilnya.
"Kenapa tak bisa?" Tanyanya.
"Mianhaeyo, Jung Soo ssi..aku.."
"Sudah kubilang panggil saja aku oppa." Potongnya.
"Ne, Jung Soo oppa."
"Kenapa kau tidak bisa menerimaku? Apa aku terlihat sedang bercanda?" Tanyanya dan kali ini dengan nada yang sedikit menaik.
"Maafkan aku, oppa. Selama ini aku hanya menganggap oppa hanya sebagai kakakku saja tidak lebih dari itu. Jeongmal mianhaeyo, Jung Soo oppa." Ucapku sembari menundukkan wajahku.
"....." Dia hanya terdiam dan pandangannya kini lurus ke depan dan kudengar dia menghela nafasnya.
Jujur aku benar-benar tidak percaya saat dia bilang kalau dia mencintaiku sejak pertama kali aku bekerja di toko rotinya. Jung Soo ssi ternyata adalah saudara sepupunya So Jung, sahabatku. Dunia ini memang sempit ya. Sampai-sampai aku bekerja dengan laki-laki yang ternyata adalah saudara sepupunya sahabatku sendiri.
Akhirnya mobil berhenti tepat didepan toko dan aku langsung turun. Lalu dia membuka pintu tokonya dan aku langsung mengeluarkan sepedaku dari sana.
"Kamsahamnida Jung Soo ssi eh Jung Soo oppa." Ucapku saat berada diluar namun dia hanya diam saja. Sepertinya dia benar-benar kecewa atas penolakanku. Maafkan aku, aku benar-benar tak bisa karena di hatiku sudah ada laki-laki lain yang sudah menguasai hatiku lebih dulu.
******
Sesampainya di depan rumah dan saat aku memasuki rumah, kulihat dia sudah ada di depan. Melihatnya aku jadi teringat ucapannya di kedai tadi.
"Maafkan aku, Joon Hee-ah. Tadi aku benar-benar kaget dan aku..."
"Kenapa minta maaf? Bukankah aku ini tetanggamu, lalu apa yang kau lakukan di rumahku hah?" Potongku dengan nada sinis.
"Joon Hee, mianhaeyo. Eomma benar-benar bingung karena eomma tidak mau orang-orang tau kalau kau itu anakku. Aku takut mereka mencemoohmu juga karena aku takut kalau laki-laki yang dekat denganku pergi karena mereka tau aku sudah mempunyai seorang anak." Ucapnya yang membuatku bertambah muak.
"LALU KALAU BEGITU KENAPA KAU MELAHIRKANKU KALAU KAU MALU HAH?!?" Teriakku. "Aku benar-benar tidak habis pikir denganmu. Saat aku bertanya soal siapa ayahku, kau selalu saja bungkam dan seolah-olah kalau aku ini tidak pernah punya ayah. AKU MUAK, AKU BENCI!!!" Aku langsung membanting pintu kamarku dengan keras.
Kurebahkan tubuhku ditempat tidur dan aku berusaha untuk tidak menangis karena jika menangis sama saja kalau adalah orang lemah. Aku menatap langit-langit kamar yang baru seminggu aku tempati karena ini adalah kamar yang ke 44 yang aku tempati. Sudah 44 kali kami berdua pindah rumah dari rumah yang satu ke rumah yang lain dan sampai akhirnya kami menempati rumah sahabatnya. Katanya untuk menghindari dari kejaran rentenir jadi kami selalu pindah-pindah. Dan sudah ke 40 kalinya juga aku pindah sekolah, itu bukan karena aku anak nakal tapi karena aku pindah rumah. Tapi, saat ke 40 itu, aku memutuskan untuk tidak pindah lagi karena aku sudah terlanjur betah dan alasan utamanya karena aku tidak mau jauh dari laki-laki yang aku cintai. Aku tidak bisa tidak melihatnya barang sedetik pun. Dia bagai candu dan aku seakan-akan ketagihan olehnya. Bahkan tanpa dia sadari, aku selalu memotretnya diam-diam dan sudah ada kurang lebih 30 album foto yang berukuran besar, isinya foto-fotonya dengan berbagai macam ekspresi bahkan saat dia tertidur di perpustakaan pun aku memotretnya. Setiap kali aku merasa muak, benci dan marah pada eomma, aku selalu melihat fotonya yang bagaikan diazepam* bagiku.
*Diazepam = nama obat penenang, biasa digunakan untuk mengatasi rasa cemas dan kejang.*
*****
Author POV
Pagi itu seperti biasa Joon Hee berdiri di depan loker Kyu Hyun, laki-laki yang ia taksir. Hanya saja bedanya, kali itu dia ditemani oleh sahabatnya, So Jung.
"Aduuhh, So Jung, perutku sakit nih sepertinya tadi aku salah makan. Kamu pegang dulu ini ya, aku ke kamar mandi dulu ya. Kalau misalnya kamu mendengar ada suara, kamu langsung sembunyi saja di balik tembok ok?" Ujar Joon Hee yang udah kebelet lalu berlari meninggalkan So Jung sendirian.
So Jung berdiri disana sendirian lalu tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki tapi saat dia hendak pergi...
"Tunggu!" Suara seorang namja menghentikan langkahnya lalu dia berbalik dan So Jung tersentak kaget.
"Jadi kau yang selama ini selalu menaruh telur dan susu juga kertas-kertas itu?" Tanya namja yang ternyata adalah Kyu Hyun.
Joon Hee berlari-lari menuju tempat loker namun langkahnya terhenti saat mendengar suara laki-laki yang dia sukai...
"Jadi kau adalah secret admirerku?" Tanya Kyu Hyun sekali lagi.
"Ne, Kyu Hyun oppa." Ucap So Jung yang membuat Joon Hee terdiam terpaku.
"Akhirnya aku menemukanmu. Sudah lama aku penasaran akan sosok yang selalu menaruh susu juga telur itu dan ternyata orang itu adalah kamu." Ujar Kyu Hyun terdengar dari nadanya kalau dia senang sekali.
Sementara Joon Hee, dia mengepalkan tangannya. "Bukan dia tapi aku." Batinnya dalam hati.
"Hmm, pulang sekolah nanti, aku tunggu di depan gerbang sekolah ya?" Ujar Kyu Hyun.
"Ne, oppa. Oh ya oppa, aku harus kembali ke kelas." Ucap So Jung.
"Oh ya, jangan lupa ya, aku tunggu di depan gerbang."
"Ne..."
So Jung lalu berjalan dan Joon Hee menarik lengan So Jung dan menatapnya tajam.
"Apa-apaan kau, So Jung-ah? Kenapa kau mengaku-ngaku hah?" Tanya Joon Hee dengan nada tajam.
Tiba-tiba So Jung menangis di depan Joon Hee membuat Joon Hee kaget dengan perubahan So Jung yang tiba-tiba.
"Kau kenapa menangis?" Tanya Joon Hee heran.
"Mianhaeyo Joon Hee-ah. Aku terpaksa melakukannya karena aku juga mencintai Kyu Hyun oppa."
DEG
Joon Hee kaget mendengar pernyataan dari So Jung.
"Sebulan yang lalu dokter memvonisku sakit leukimia dan hidupku hanya tinggal menghitung bulan atau juga hari dan aku ingin sekali membahagiakan diriku sendiri sebelum aku mati, Joon Hee-ah." Isak So Jung yang membuat Joon Hee benar-benar terdiam membisu mendengarnya.
Sampai akhirnya Joon Hee tak tau mau bicara apalagi. Setelah kejadian itu, ternyata Kyu Hyun nembak So Jung di depan semua orang dan mereka resmi jadian membuat hati Joon Hee hancur berkeping-keping. Setiap hari kerjaannya menangis dan marah-marah, marah pada dirinya sendiri yang ia sendiri menyebut dirinya pengecut karena tidak berani mengatakan kalau dialah secret admirer Kyu Hyun selama ini. Apalagi dia tak tahan melihat kemesraan yang diperlihatkan oleh So Jung dan Kyu Hyun. Bahkan beberapa orang bilang kalau mereka pasangan serasi dan itu menambah penderitaan bagi Joon Hee.
Hingga keesokan harinya,
"Aduh perutku sakit nih..." Keluh Joon Hee saat berada didalam toilet dan tiba-tiba dia mendengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinganya.
"Yoboseyo, Ji Hyun-ah. Ini aku, So Jung. Apa kabarmu? Hmm, kabarku baik-baik saja. Kau masih ingat dengan cerita tentang namja bernama Kyu Hyun? Sekarang aku pacaran dengannya dan kau tau kenapa itu bisa terjadi, itu berkat aktingku selama ini. Aku muak dengan yeoja bernama Joon Hee itu. Setiap kali orang-orang berbicara tentang prestasinya membuatku semakin ingin muntah saja. Aku berpura-pura punya penyakit agar dia iba padaku dan tidak membocorkan rahasia kalau dialah secret admirernya Kyu Hyun oppa. Salah sendiri kenapa dia tidak mengatakan yang sebenarnya. Akhirnya aku memanfaatkan situasi yang ada hahaha. Pintar sekali kan aku hahaha."
Joon Hee mengepalkan tangannya lalu dia keluar dari toilet dan dia menghampiri So Jung yang sedang menelepon temannya di depan cermin sembari menyender ke tembok. Joon Hee bertepuk tangan sembari menatap So Jung dengan tatapan mata yang tajam.
PROK PROK PROK
"Bagus sekali aktingmu, So Jung. Pantas saja kau masuk teater karena kau memang pandai berakting. Kau pantas mendapatkan penghargaan dari Academy Awards sebagai, "Pembohong terbaik" "
So Jung tampak salah tingkah tapi dia berbalik menatap sinis Joon Hee, "Inilah aku yang asli, Lee Joon Hee."
"Aku tak menyangka kalau kau ternyata orang yang licik, Jung So Jung." Ujar Joon Hee sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya, aku memang orang yang licik dan aku ingin sekali menghancurkanmu, Lee Joon Hee. Dan sekarang aku sduah menghancurkanmu secara perlahan. Aku sudah merebut Kyu Hyun darimu dan aku juga akan merebut semua perhatian orang-orang darimu, Lee Joon Hee." Ucap So Jung dengan nada sinis.
"Kenapa kau lakukan ini semua?" Tanya Joon Hee tajam.
"Karena aku muak sekali padamu. Aku benci padamu, Lee Joon Hee! Aku muak mendengar orang-orang membanggakan dirimu. Joon Hee inilah Joon Hee itulah. Sebelum kau masuk sekolah ini. Akulah gadis populer dan banyak orang yang selalu membicarakan tentang prestasiku. Tapi, sejak kau datang semuanya berubah. Mendadak semua orang beralih padamu bahkan laki-laki yang kusukai, Min Ho oppa menyukaimu. Makanya aku ingin sekali menghancurkanmu. Aku ingin buat kau menderita."Ungkap So Jung dengan penuh emosi.
PLAAKKK
Sebuah tamparan mendarat dengan halusnya di pipi So jung.
Joon Hee menarik kerah baju So Jung, "Silahkan kalau kau ingin menghancurkanku. Tapi, aku tidak akan tinggal diam. Cepat atau lambat Kyu Hyun oppa akan tau siapa yang asli dan siapa yang palsu."
Joon Hee lalu pergi meninggalkan So Jung yang tampak ketakutan dengan ucapan Joon Hee. Sedangkan Joon Hee memilih bolos dari pelajaran dan memutuskan untuk pulang saat itu juga.
******
Joon Hee POV
Hari ini sungguh hari yang benar-benar menyebalkan dan menyakitkan. Seseorang yang sudah aku anggap sahabat, ternyata orang yang licik dan jahat. Arrgghh, ingin rasanya aku berteriak dan bilang pada Kyu Hyun oppa kalau akulah orangnya bukan So Jung. Tapi, percuma saja karena mungkin dia tidak akan percaya karena aku tak punya bukti yang kuat.
Sesampainya di rumah, aku langsung merebahkan tubuhku. Tapi, aku tak bisa tidur. Ah lebih baik aku bersih-bersih rumah saja, siapa tau aku bisa meredam amarahku dan melupakan masalahku. Oh ya, halaman belakang rumah kan belum di potong rumput-rumputnya. Lebih baik aku bersihkan halaman belakang rumah saja dulu. Aku mengganti baju dan aku langsung mengambil perkakas untuk memotong rumput.
Saat aku mulai memotong, mataku menangkap sesuatu yang menarik. Apa itu? Gembok? Kok ada gembok? Gembok apa ini? Tanpa pikir panjang, aku langsung membabat habis rumput dan kulihat ternyata sebuah pintu. Aku meraih kampak dan kubuka gembok itu dengan kapak.
Aku membuka pintu itu dan kutemukan ada anak tangga lalu aku menyusuri anak tangga. Aku kira hanya ada di film-film saja. Jadi ini yang namanya ruang bawah tanah. Bau kayu yang sudah lapuk sangat kentara. Hingga akhirnya mataku tertuju pada sebuah patung. Patung siapa ini? Jangan-jangan ini patung lilin yang sering aku lihat di buku tentang museum maddam tussaud, soalnya patungnya terlihat seperti manusia sungguhan hanya saja matanya terpejam dan bajunya aneh sekali. Seperti jubah penyihir di film Harry Potter. Aku mengamati patung itu dengan seksama. Patung namja atau yeoja ya? Tapi dadanya rata berarti ini patung namja. Aku mencoba menyentuh patung itu tapi baru saja menyentuh, patung itu terjatuh dan menimpa tubuhku dengan posisi menciumku. Tunggu! Menciumku?!? Aku langsung menyingkirkan patung itu dari tubuhku.
Aku bangkit dan berdiri lalu aku membersihkan kotoran di bajuku. Ah lebih baik aku lanjutkan bersih-bersih nanti saja aku bersihkan ruangan ini.
"Hei, kau mau kemana?"
Suara apa itu? Begitu aku menoleh...
"WHOOAAAAAAA...."
Tiba-tiba semuanya menjadi gelap.
******
Someone's POV
Kenapa dia pakai acara pingsan segala sih? Apa aku menyeramkan? Aku ini bukan hantu.
Kulihat dia tampak menggeliat dan perlahan matanya terbuka.
"Nuguseyo?" Tanyanya. Namun tiba-tiba dia membelalakan matanya dan dia tampak ketakutan.
"Kau siapa? Bukankah kau patung yang tadi itu? Apa jangan-jangan aku sedang berhalusinasi?" Dia menepuk-nepuk wajahnya.
"Hei, kau tidak sedang berhalusinasi. Ini nyata!" Ucapku.
"Mwo? Jadi ini bukan mimpi?" Tanyanya dan rasanya geli melihat ekspresinya.
"Siapa namamu?" Tanyaku.
"Lee Joon Hee. Dan kau?"
"Aku Yesung."
"Yesung? Sebenarnya kau siapa? Kenapa kau? Aish, ini benar-benar sulit aku percaya. Patung yang bisa hidup ckckck" Dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kau mau tau siapa aku sebenarnya?" Tanyaku memancing rasa ingin tahunya.
Dia menganggukan kepalanya.
"Aku adalah vampire."
******
Joon Hee POV
"Aku adalah vampire."
Kata-kata itu sukses membuat tubuhku gemetar hebat dan mendadak bayangan yang memperlihatkan taringnya yang tajam dan mencengkeram leherku lalu menghisap darahku muncul begitu saja.
"Hahahahahaha..." Tawanya membahana dan semakin membuatku tambah merinding.
"Ke..ke..napa kau tertawa?" Ucapku terbata-bata.
"Kau takut ya? Tenang saja lagipula aku tidak nafsu menghisap darahmu karena pasti darahmu sangat tidak enak."
Aku mendengus sebal.
"Kenapa kau bisa ada disini? Kenapa kau bisa jadi patung?" Tanyaku.
"Aku dikutuk oleh seorang penyihir yang kutolak cintanya. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku bisa ada disini. Seingatku aku dikutuk itu 300 tahun yang lalu." Ucapnya terdengar santai.
"300 tahun?!?" Aku menelan ludahku sendiri.
"Ne, berarti aku jadi patung selama itu ya. Hmm, tubuhku rasanya pegal sekali. Dan kau, Lee Joon Hee, karena kau sudah menolongku jadi kau harus kabulkan 3 permintaanku."
"Mwo? Kabulkan 3 permintaan? Apa gak kebalik tuh?"
"Kebalik?" Dia tampak bingung.
"Kalau aladin kan saat menemukan lampu ajaib dan menggosoknya lalu keluar jin dan jin itu bilang kalau dia akan mengabulkan 3 permintaan tapi kenapa kebalik? Harusnya kau bilang kalau kau akan memenuhi 3 permintaanku kenapa harus aku yang jadi jinnya disini?"
"Itu kan Aladin beda lagi denganku dan pokoknya kau harus penuhi 3 permintaanku. Titik." Dia bersikukuh.
"Aish, keras kepala sekali vampir ini. Memangnya kau minta apa huh?"
"Satu, aku ingin tinggal bersamamu dan kau harus layaniku dengan baik. Dua, kau harus rahasiakan identitasku, tidak boleh ada yang tahu kalau aku ini vampire dan terakhir, kau harus mau jadi pacarku."
"MWO? JADI KAU INGIN AKU JADI BABUMU JUGA JADI PACARMU?!? SHIRREO!!!" Teriakku.
"Aigo, kau harus penuhi keinginanku kalau tidak mau. Aku akan..."
Tiba-tiba dari bibirnya tampak sesuatu yang tajam dan berkilau. Dan aku menelan ludah ketika melihatnya. Taring.
"Aku akan menghisap darahmu sampai habis dan kau akan mati. Aku juga akan menghisap darah keluargamu. Aku akan menghisap darah orang-orang yang kau sayangi dan orang-orang disekitarmu." Ucapnya yang sukses membuatku merasa kalau celana dalamku basah. Sepertinya aku pipis di celana. Oh Tuhan! Memalukan sekali!
Dia tampak heran melihat ada cairan yang menetes di kedua kakiku,
"Aish, kau ngompol! Hahahahahaha."
Sekali lagi tawanya kembali menggelegar dan aku merasa tubuhku lemas.
******
Author POV
Sejak saat itu Joon Hee merasa hidupnya bagai mimpi buruk. Apalagi Yesung selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Bahkan Yesung juga sekolah di tempat Joon Hee menuntut ilmu.
"Kenapa kau bisa sekolah disini?" Tanya Joon Hee kaget setengah mampus ketika mendapati Yesung memakai seragam sekolah.
"Aku ini punya kekuatan bisa memanipulasi pikiran orang dan aku juga punya kekuatan untuk bisa membaca pikiran orang tapi entah kenapa aku tak bisa membaca isi pikiranmu." Ucap Yesung dengan gaya sok coolnya.
Joon Hee makin merasa tersiksa apalagi Yesung yang memakai nama "Kim Jong Woon" dan sekelas dengan Kyu Hyun, laki-laki yang ditaksir oleh Joon Hee.
"Kenapa aku harus mengaku-ngaku sebagai saudara sepupumu? Aku kan pacarmu." Tanya Yesung saat pulang sekolah.
"Pacar apanya? Kau bukan pacarku. Kalau kau tidak mau, aku juga tidak akan mengabulkan permintaanmu. Impas kan?" Jawab Joon Hee dengan ketus dan tidak mau kalah.
Yesung hanya cemberut mendengar jawaban Joon Hee.
Joon Hee bahkan kesal karena dia memang benar-benar diperlakukan pembantu. Setiap hari dia harus mengantarkan makanan ke ruang bawah tanah, memijat tubuh Yesung, mengerjakan PR Yesung padahal itu pelajaran kelas 3 dan untung saja Joon Hee di anugerahi otak yang encer sehingga tak masalah baginya. Bahkan Yesung juga kerja di tempat Joon Hee bekerja dan karena Yesung sudah memanipulasi pikiran mereka sehingga mereka berpikir kalau Yesung adalah pekerja lama.
Apalagi dengan cepat Yesung sudah bisa mencuri perhatian orang-orang terlebih kaum hawa di sekolahnya. Dia bahkan menggeser posisi Kyu Hyun sebagai cowok populer di sekolahnya. Yesung yang jago dalam bidang olahraga terutama basket dan sepak bola; Yesung yang jago main piano, biola, gitar, saxophone dan harpa; Yesung yang pintar menyanyi bahkan suaranya seakan-akan membuat setiap orang yang mendengarnya meleleh. *lebay.com*
******
Joon Hee POV
Uh menyebalkan sekali! Harusnya saat itu aku tidak nekat membuka pintu itu dan tidak masuk ke dalamnya, harusnya saat itu aku tidak menyentuh patung itu. Seandainya waktu bisa diputar kembali. Tapi, ternyata tak bisa. Karena aku bukan Tuhan, aku hanyalah manusia biasa.
Aku mencoba menghindar dari Yesung, aku langsung menuju balkon atas sekolah. Aku memutuskan untuk membuat sketsa disana lagian kan tempatnya enak dan hawanya juga terasa sejuk. Seperti di pegunungan.
Aku langsung duduk menyender ke tembok dan mulai melukis sketsa. Aku sangat suka sekali melukis dan mendesain. Karena suatu hari nanti aku mau jadi seorang desainer terkenal.
"Jadi kau suka disini juga?"
Aku mendongak dan aku sangat kaget saat mendapati yang di depanku ternyata...
"Kyu Hyun oppa? Maksudku Kyu Hyun sunbae."
Dia tersenyum lalu duduk disampingku dan aku bisa merasakan detak jantungku berdegup sangat keras.
"Kyu Hyun sunbae, kenapa kau ada disini?" Tanyaku sembari mencoba menyembunyikan rasa gugupku.
"Kalau aku sedang sedih, marah atau kecewa, aku selalu kesini. Karena aku bisa merasa tenang." Jawabnya sembari menatapku.
Kyu Hyun oppa, kumohon jangan menatapku seperti itu? Lama-lama aku bisa meleleh karena tatapanmu, oppa.
"Kau sendiri, kenapa kau ada disini?" Tanyanya.
"Aku suka tempat ini karena saat aku kehabisan ide untuk membuat sketsa, aku pasti kesini. Aku merasa tenang dan rileks jadi aku bisa menghasilkan karya yang banyak."
"Kau suka menggambar?"
"Ne, sunbae."
"Boleh aku lihat hasil karyamu?"
"Boleh."
Lalu dia meraih buku gambarku dan dia melihat semua hasil karyaku.
"Waah, bagus sekali. Kapan-kapan bolehkah aku jadi model lukisanmu?"
"Mwo? Maaf, maksud sunbae, jadi model lukisanku?"
"Ne, aku ingin sekali jadi model lukisanmu."
"Ne, sunbae."
Hening.
Hanya desir angin yang berbisik seakan-akan berbisik di telingaku dan mengatakan, "Katakan yang sebenarnya, Joon Hee."
"Kenapa kau bohong?" Ucapnya tiba-tiba.
Bohong? Apa aku tidak salah dengar? Bohong apa maksudnya? Apa jangan-jangan dia tau soal Yesung?
"Maksud sunbae?" Tanyaku, pura-pura tidak tahu.
"Aku tahu yang sebenarnya. Aku tahu kalau sebenarnya yang selalu menaruh susu, telur dan kertas-kertas itu adalah kau bukan So Jung."
DEG
Mwo? Apa aku tidak salah dengar?
"Aa..itu...itu...kata siapa? Aku tidak tau, aku tidak merasa. Kau salah orang." Ucapku.
"Kau pikir aku tidak tau kalau selama ini kaulah orangnya. Kau tampaknya lupa kalau sekolah ini ada cctv yang terpasang di setiap penjuru ruangan kecuali di kamar mandi."
DEG
OMONA!
"Selama ini aku pura-pura tidak tau, aku pikir kalau kau akan jujur padaku tapi ternyata malah So Jung yang mengaku-ngaku akhirnya aku lanjutkan saja permainan yang sudah dibuat oleh So Jung. Aku pura-pura mencintainya bahkan aku sengaja bersikap mesra di depanmu karena aku ingin memancingmu agar kau bertindak tapi kau malah begitu membuatku kecewa."
Kali ini dia berbicara padaku dengan jarak yang lumayan dekat hingga aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tiba-tiba dia menggenggam tanganku. Aku bisa merasakan genggaman tangannya yang hangat.
"Saranghaeyo, Lee Joon Hee."
DEG
Jantungku berdegup sangat keras dan kencang hingga aku tak kuasa mengontrolnya.
"Nado saranghae, Kyu Hyun oppa." Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku tanpa bisa aku tahan.
Perlahan wajahnya mulai mendekat dan aku memejamkan mataku. Aku merasakan sesuatu yang lembut di bibirku. Ya Tuhan! Ini ciuman pertamaku. Tunggu?!? Ciuman pertamaku? Tiba-tiba aku teringat saat di ruang bawah tanah, saat aku tak sengaja mencium patung itu. Omona! Ciuman pertamu dicuri oleh Yesung!
Aku mendorong tubuh Kyu Hyun oppa.
"Kenapa?" Kulihat dia tampak salah tingkah.
"Aniyo, gwaenchanayo oppa." Aku menundukkan wajahku menyembunyikan rasa maluku.
"Wajahmu merah. Lucu sekali." Dia mencubit wajahku dengan gemas.
"Aish, oppa! Sakit tau!" Aku mendengus sebal.
Dia tertawa lalu dia merangkul bahuku dan aku menyenderkan kepalaku. Tuhan, jangan kau ambil kebahagiannku ini.
******
Author POV
Keesokan harinya Kyu Hyun membuat sensasi dengan bilang di depan semua orang kalau dia dan Joon Hee pacaran dan dia juga bilang kalau So Jung itu pembohong dan dia hanyalah berpura-pura mencintai So Jung. Dan itu membuat So Jung marah juga malu.
Sementara Yesung, dia tidak suka dengan hubungan Kyu Hyun dan Joon Hee dan Joon Hee sendiri, dia merasa hidupnya berwarna apalagi Joon Hee jadi lebih ceria dari sebelumnya.
"Kau buatkan aku kimbab. Cepat!" Suruh Yesung tapi Joon Hee tampak tak mempedulikannya.
"Apa kau tidak lihat, aku sedang sibuk." Ujar Joon Hee sembari asyik mengerjakan tugas.
"Kenapa kau buatkan dia kimbab, aku tidak hah?" Tanya Yesung.
"Dia kan pacarku."
"Aku juga pacarmu."
"Kata siapa?"
"Kataku."
"Tapi, aku tidak pernah menganggapmu pacarku. Lagipula permintaan apa itu? Konyol sekali. Masak aku yang sudah menolongmu, aku juga yang harus mengabulkan permintaanmu. Kau pikir aku ini Jin apa, aku ini manusia tidak sepertimu yang seorang vampir dan memiliki kekuatan supranatural." Jawab Joon Hee yang membuat Yesung makin kesal.
"Ya sudah kalau begitu aku pergi." Ucap Yesung dengan nada yang seperti mengancam.
"Ya sudah sana pergi lagipula kau itu menyebalkan dan aku tidak mau melihatmu." Balas Joon He tak kalah sengitnya.
*****
Yesung POV
Aish! Menyebalkan sekali! Aku jadi teringat kata-kata Jane, penyihir itu sebelum aku dikutuk...
"Kau akan terbebas dari kutukan jika ada yang menciummu. Jika laki-laki, dia akan jadi saudaramu tapi jika yang menolongmu adalah seorang perempuan, dialah cinta sejatimu..."
Cinta sejati? Apa yang disebut cinta sejati? Mana mungkin seorang gadis yang tidak jelas seperti itu adalah cinta sejatiku? Dasar penyihir gila!
Aku berjalan menyusuri jalanan dan aku melihat ada papan yang terpampang...
"TOP ENTERTAINMENT GLOBAL AUDITION"
Audisi? Hmm, sepertinya bagus juga kalau aku ikutan.
-TO BE CONTINUED-
Entri Populer
-
Kisah He is Beautiful dimulai ketika sebuah boyband idola Korea bernama A.N.Jell menghadapi masalah serius lantaran vokalis utaman...
-
Download Geum Saram Ost Baker King K - Bread Love And Dream Ost Lee Seong Chul Geu Saram Ringtone Mp3 | Plasa Mp3 Wed : 12 Jan 2011 - 14:49:...
-
Donghae and Kyuhyun Fight!? Pagi hari di dorm Super Junior, seperti biasanya Leeteuk si leader berusaha membangunkan member yang lagi ...
-
Sejarah Tari Bali Tari bali merupakan bagian organik dari masyarakat pendukungnya dan perwatakan dari masyarakatnya tercerm...
-
Kyuhyun dan Sungmin bertengkar ??? Fakta Kyumin : Mengapa Sungmin marah ? Cerita ini tentang Kyumin. Eunhyuk dan Leeteuk membicarakan...
Senin, 01 Agustus 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar