Entri Populer

Senin, 01 Agustus 2011

All I Want Is You Part 3

Main Cast :


* Kim Jong Woon a.k.a Yesung SUJU

* Cho Kyu Hyun a.k.a Kyu Hyun SUJU

* Jung So Jung a.k.a Krystal f(x)

Support Cast :

* Bae Young Jun as Presiden

# kalo gak tau ni ma org, klo prnah nnton drama winter sonata pasti tau hehe#

* Choi Ji Woo as Eommanya Joon Hee *cmn maaf krna di gnti marganya jadi Lee*

#bagi yg ga tau siapa choi ji woo, itu lho yg main di drama winter sonata tpi klo tetep ga tau, cari aja di mbah google#

* Park Jung Soo a.k.a Lee Teuk SUJU

* Im Yoon Ah a.k.a Yoona SNSD

* Kim Hee Chul a.k.a Hee Chul SUJU

* and other cast

Disclaimer :

Semua cast milik Allah swt, agensinya masing2 n ortunya masing2. Plot cerita dan semuanya murni karya saya sepenuhnya bukan karya orang lain. Kisah FF ini terinspirasi dari beberapa kisah yang saya lihat dan saya baca dan juga terinspirasi ma manga "Absolute Boyfriend" dan film barat, "Princess Diary" dan drama Korea jadul, "My Love Patzzi".

******

Joon Hee POV

Aku celingukan melihat ke sekelilingku. Waahh mobil ini bagus sekali. Mobil yang mewah. Ada TV, kulkas kecil, seperti di drama-drama saja.

"Maaf ajuhssi, kalau boleh tau anda siapa? Dan apa maksud juga tujuan anda menjemput saya? Dan sebenarnya siapa yang menyuruh anda?" Tanyaku.

Tapi, dia hanya tersenyum menanggapiku yang memberondongi dia dengan banyak pertanyaan.

"Nama saya Kim Hee Chul dan nona akan tahu setelah kita sampai. Maaf saya tidak bisa menjawab semua pertanyaan nona karena saya hanya diperintah untuk menjemput nona." Jawabnya sembari menatap lurus ke depan karena dia sedang menyetir.

Mendengar jawabannya makin membuatku penasaran setengah mampus.

"Joon Hee..."

Tiba-tiba aku mendengar ada suara yang memanggilku.

"Joon Hee..."

Bulu kudukku meremang. Suara itu sepertinya aku kenal. Tunggu!

Aku celingukan melihat kesana kemari. Lalu aku mengambil koran di sebelahku dan membukanya lalu aku berpura-pura membacanya.

"Joon Hee..." Bisiknya.

"Joon Hee, ini aku Yesung." Suaranya yang sepertinya dari arah samping kiriku.

"Kau ada dimana?" Bisikku di balik koran.

"Aku ada dibelakangmu."

Aku menoleh ke belakang dan aku tak menemukan dia.

"Jangan bercanda! Kau dimana?" Bisikku dengan nada pelan agar tak terdengar oleh laki-laki yang bernama Hee Chul itu.

"Aku sedang menyamar jadi kau tidak bisa melihatku." Bisiknya.

"Menyamar?!?"

"Ne, aku menyamar jadi seekor lalat. Aku hinggap dibelakangmu."

"Hahahahhahahaha." Mendengar ucapannya sontak membuatku tertawa keras.

"Agashi, kau kenapa?" Tanya namja bernama Hee Chul itu menatapku dengan tatapan heran.

"A..aniyo, gwaenchanayo. Aku sedang membaca berita di koran. Lucu sekali." Dustaku sembari berpura-pura membaca koran.

"Ooohh." Ucapnya singkat lalu dia melanjutkan lagi aktifitasnya.

"Hei, kenapa kau malah tertawa?" Tanya Yesung.

"Aku membayangkanmu jadi seekor lalat. Lucu sekali. Pasti kau jadi lalat buruk rupa yang aneh sekali." Aku tertawa tanpa suara.

"Sialan!" Dengusnya.

"Kenapa kau bisa ada disini?" Tanyaku.

"Aku sengaja mengikutimu karena aku takut terjadi sesuatu padamu. Kau lihat kan, di depan itu orang yang mencurigakan. Aku takut kau diculik."

"Bagaimana caranya kau jadi seekor lalat?"

"Hahaha itu perkara gampang. Tinggal menjentikkan jari, aku bisa bertransformasi menjadi apapun yang ku inginkan. Aku ini vampire segala bisa." Ucapnya dengan nada terdengar angkuh dan sok.

"Beuuhh..." Aku menggelengkan kepalaku.

"Menurutmu apakah dia laki-laki baik? Kau kan bisa membaca pikiran orang?" Sambungku.

"Hmm, dari aura yang kulihat sih, dia memancarkan aura bagus." Ucapnya dengan gaya bak seorang tabib.

"Ya elah lagak loe kayak tabib aja ngomongnya gitu amat. Terus kau bisa baca pikiran gak?" Tanyaku masih dengan nada yang pelan.

"Sialnya di saat menyamar begini, aku tidak bisa membaca pikiran orang."

"Huh payah. Dasar kau vampir payah!"

*untung joon hee gak bilang, "dasar kau keong racun" haha* --> author numpang lewat

"Ya! Aku bukan payah, vampir juga manusia." Sanggahnya.

"Manusia apanya? Kau itu mahluk tidak jelas. Manusia bukan, hantu juga bukan." Cibirku.

PLETAK

"Aigo! Sakit tau!" Gerutuku kesal sembari mengusap-usap kepalaku.

"Nona, kita sudah sampai."

"Sampai?"

Aku langsung menutup koran dan menyimpannya ke tempat semula.

Namja yang bernama Hee Chul itu membukakan pintu mobilnya untukku dan begitu aku keluar. Aku terperangah. Omona! Ini kan...

******

Yesung POV

Aish! Aku malah digoda sama lalat yang asli. Dikiranya aku sebangsa sama mereka dan kini aku sembunyi dari kejaran para lalat betina itu. Aku harus mengubah wujudku kalau begini. Aku menjentikkan jari dan sekarang aku kini dengan penampilan keren. Aku memakai kemeja putih, celana bahan kain warna hitam, jas hitam, sepatu hitam yang mengkilat plus kacamata hitam. Nah, kalau seperti ini penampilanku, aku jadi seperti tokoh mata-mata atau bisa dibilang aku seperti tokoh di film yang kulihat bersama Joon Hee. Tapi, judulnya apa ya? Aku lupa lagi. Kalau tidak salah tuh judulnya hmm Pen in Black deh eits salah Men in Black.

*hehehe yeppa yeppa dilirik tajam begitu ma author langsung deh meralat ucapannya hohoho mana ada film judulnya,"PEN IN BLACK" ckckck ada2 aja yeppa*

"Ya! Kenapa kau diam saja disana?" Teriak seseorang yang membuatku membalikkan badanku.

"Kau kenapa tidak masuk istana? Cepat sana! Kita kedatangan tamu dan kita harus menyambutnya." Seseorang itu menarik lenganku.

Aku memasuki sebuah tempat yang kata orang itu istana. Istana? Istana apaan? Lebih keren istana punyaku dong.

"Kau? Kau baru disini ya?" Tanya laki-laki itu padaku.

Aku langsung meraih tengkuk lehernya. Aku memanipulasi pikirannya.

******

Joon Hee POV

Aku memasuki bangunan ini dengan perasaan was was. Ini kan istana kepresidenan. Kenapa dia membawaku kesini? Ada hubungan apa? Apa jangan-jangan aku mau diberi uang kali ya?

*huh dasar mata ijoan eh mata duitan hehe* --> author numpang lewat lagi

Laki-laki yang bernama Hee Chul itu berbisik kepada salah satu pengawal disana.

"Silahkan nona. Anda sudah ditunggu di dalam." Ucapnya mempersilahkanku masuk ke dalam sebuah ruangan yang dijaga ketat oleh beberapa pengawal.

"Ditunggu? Oleh siapa?" Tanyaku polos.

Dia tertawa kecil, "Nona, silahkan masuk."

Pabo! Kenapa aku bertanya seperti itu? Ini kan istana kepresidenan. Sudah pasti aku bertemu dengan presiden dong masak bertemu ma David Beckham.Ada-ada aja kau, Joon Hee ckckck.

Aku memasuki sebuah ruangan yang cukup luas bukan cukup tapi luas sekali. Bisa dibilang lebih mirip lapangan sepak bola.

"Kenapa berdiri disana? Kemarilah." Suaranya membuyarkan lamunanku.

Kulihat Pak Presiden tengah menatap ke arahku sembari tersenyum. Aku berjalan menghampirinya dengan langkah yang penuh keraguan. Berjuta tanda tanya besar kini memenuhi otakku.

"Silahkan duduk."

Aku pun duduk dan kini jarak kami berdua sangat dekat. Dan kurasakan seluruh tubuhku gemetar. Baru kali ini aku face to face dengan seorang Presiden. Boro-boro Presiden, bertemu dengan artis secara langsung pun aku belum pernah.

"Jadi kau yang bernama Lee Joon Hee?"

"Ne, Pak Presiden."

*mianhaeyo author tak tau bahasa koreanya presiden itu apa..jadi bagi readers yang tau bahasa koreanya presiden, kasih tau author lewat komen ya..gomawo* --> author numpang nanya

"Lee Ji Woo nama ibumu kan?"

DEG

Kok beliau tau nama eomma?

"Ne, Pak Presiden."

Tiba-tiba dia berdiri dan berjalan menghampiri tempat dudukku. Beliau menatap mataku lekat-lekat. Kali ini tatapannya terlihat aneh sekali. Bukan tatapan nafsu tapi tatapan penuh kerinduan yang kutangkap dari matanya. Lalu beliau meraih lenganku dan aku berdiri sehingga kami berdiri saling berhadapan.  Beliau langsung menarikku ke dalam pelukannya. Jelas aku kaget dengan perlakuannya yang tiba-tiba itu.

"Joon Hee, anakku. Akhirnya aku bertemu denganmu." Bisiknya.

DEG

Mwo? Anakku? Dia bilang anakku?

Sontak aku mendorong tubuhnya.

"Maaf Pak Presiden. Apa maksud anda?" Tanyaku.

"Joon Hee, anakku. Aku adalah appamu."

"Mworago? Appa?" Tiba-tiba aku merasa tenggorokanku tercekat.

"Ne, aku appamu."

"Mianhamnida, Pak Presiden. Anda jangan bercanda."

"Tidak. Aku tidak bercanda. Aku ayahmu, Joon Hee."

Aku berjalan mundur sembari menggelengkan kepalaku. Beliau menarik lenganku.

"Mianhamnida, Joon Hee."

"Kalau kau memang appaku. Kenapa kau baru muncul di depanku sekarang hah? Selama 17 tahun, aku belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang appa. Lalu kenapa kau baru muncul di depanku?" Nada suaraku mulai meninggi.

"Mianhamnida, Joon Hee. Aku tau kau pasti marah. Tapi, aku baru punya keberanian sekarang. Maafkan appa, Joon Hee."

Aku berjalan mundur lalu membalikkan tubuhku dan aku langsung berlari keluar.

"Nona Lee Joon Hee."

Aku tak mempedulikan panggilan laki-laki yang bernama Hee Chul itu karena yang aku pedulikan sekarang adalah aku bisa pergi dari tempat ini.

******

Yesung POV

Aku berjalan mengikutinya dari belakang. Orang-orang menatapku dengan tatapan aneh. Aku baru sadar kalau aku belum kembali ke wujudku yang asli. Aku masih memakai pakaian ala bodyguard. Tapi, aku bersikap acuh saja karena yang aku pedulikan sekarang adalah DIA.

Aku lalu mempercepat langkahku dan kini langkahku sudah sejajar dengannya.

"Nona, kenapa anda menangis?" Tanyaku.

"....." Dia hanya menatapku lalu berjalan cepat. Sepertinya dia takut. Lalu aku melepaskan kacamata hitamku.

"Hei, ini aku."

Lalu dia melirik ke arahku dan kulihat dia menatapku dengan tatapan aneh.

"Kau? Kenapa kau memakai pakaian seperti itu? Seperti agen rahasia saja." Tanyanya.

"Kau lupa ya. Aku kan mengikutimu tadi. Karena lalat-lalat betina itu mengira aku ini lalat asli sehingga mereka mengejarku. Ya, mau gimana lagi sih. Jadi lalat pun aku masih keren."

Kudengar dia tertawa kecil, "Keren? Keren apanya? Mana ada lalat keren?" Cibirnya.

"Kulihat kau berlari dari ruangan dan aku mengejarmu. Lagi-lagi aku melihatmu menangis. Bisakah kau tidak menangis di depanku hah?"

"Memangnya menangis itu kemauanku? Aku mencoba untuk tidak menangis tapi air mata ini nakal sekali." Isaknya.

"Ya sudah. Kau jangan menangis ya. Aku traktir kau makan es krim. Bagaimana?" Ajakku.

"Jinjja?"

"Ne."

"Uang darimana? Kau tidak merampok bank kan?" Tanyanya dengan nada penuh selidik.

"Ya! Memangnya aku ada tampang merampok hah? Hei, asal kau tau aku ini vampir kaya. Aku punya emas yang banyak dan saat aku dikutuk. Aku mengantongi banyak emas dalam jubahku. Beruntung tak ada yang menjarahnya."

Dia mengernyitkan dahinya, "Lalu?"

"Ya, aku jual semua emasnya. Aku simpan sebagian di ruang bawah tanah."

"Waah, sayang sekali aku tak menemukannya. Tau ada uang di ruang bawah tanah, aku bawa saja." Celetuknya.

"Mwo? Kau mau mencurinya dariku?"

"Hei, itu bukan mencuri tapi mengambil hakku. Kau kan sudah tinggal denganku. Biaya makan, biaya cuci piring, biaya cuci baju, biaya mengerjakan tugas sekolah dan semuanya. Memangnya kau pikir di dunia ini ada yang gratis huh, kencing juga bayar!"

"Dasar cewek matre!" Aku menjitak kepalanya.

"Ya! Kenapa kau suka sekali menjitak kepalaku hah?" Gerutunya kesal.

Melihat tampang kesalnya, entah kenapa aku merasa gemas sekali hingga akhirnya aku mencubit wajahnya.

"Aawww...appo. Aish kau ini!"

PLETAK

"Aigo!!! Sakit tau!" Aku meremas-remas bagian kepalaku yang sakit. Gila! Jitakannya keras sekali.

"Itu balasan dariku." Ucapnya tak mau kalah dan meleletkan lidahnya.

"Ya! Awas kau!"

Dia berlari dan aku mengejarnya. Kami kejar-kejaran seperti Tom n Jerry atau lebih terlihat seperti anak TK.

Kami berdua duduk di taman kota sambil makan es krim.

"Ceritakan padaku. Kenapa kau tadi berlari dan menangis?" Tanyaku yang masih penasaran dengan sikapnya tadi.

"....."

"Hei, aku tanya kenapa malah diam?"

"Apa kau mau percaya dengan apa yang kudengar tadi?" Tanyanya sembari menundukkan wajahnya.

"Memangnya apa yang kau dengar?"

Aku ingin sekali membaca pikirannya tapi entah kenapa hanya dia saja yang tak bisa aku baca pikirannya. Aneh.

"Apa kau percaya kalau ternyata dia adalah ayahku?" Tanyanya sekali lagi yang sukses membuatku tertawa.

"Mwo? Kau bilang kalau presiden itu appamu?"

"Kau saja tertawa mendengarnya. Lucu sekali memang kedengarannya. Hahaha." Dia tertawa tapi yang kudengar justru tawa kepedihan.

"Maaf..Bukan maksudku..." Aku merasa bersalah karena sudah menertawakan ucapannya.

"Kenapa dia muncul sekarang? Kenapa di saat aku merindukan sosok ayah dalam hidupku dia tidak muncul? Dan kenapa harus orang itu yang jadi appaku? Wae? Waeyo?" Teriaknya lalu dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

Aku lalu merangkul bahunya dan kusandarkan kepalanya di bahuku. Dan menepuk-nepuk pundaknya. Dan untuk yang kedua kalinya, dia menangis di bahuku. Joon Hee, kenapa kau suka sekali menangis? Aku akan membuatmu tertawa dan aku akan membuatmu bahagia, Joon Hee. Meskipun kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan ada disampingmu selalu.

*****

Kyu Hyun POV

Seharian ini aku tak melihatnya. Dia sedang apa ya? Aku sangat merindukannya. Seharian ini aku sibuk dengan ujian akhir nasional jadi aku tak melihatnya. Kulirik bingkisan di sampingku. Pasti dia kaget kalau aku datang ke rumahnya.

Namun saat aku melewati taman kota. Mataku menangkap sosok yang ku kenal. Tunggu! Bukannya dia...

Aku menghentikan mobilku tepat disamping jalan. Aku langsung menghampiri mereka.

"Jagi?"

Kulihat dia tampak kaget.

"Kyu oppa?"

"Sedang apa kau disini?" Aku melirik ke arah Jong Woon.

"Kau? Kenapa kau ada disini? Sudah hampir sebulan ini kau tidak masuk sekolah. Kau kemana saja?" Tanyaku.

"Hmm, aku pindah sekolah." Jawabnya terdengar santai.

"Ooh, pindah kemana?"

Dia bangkit berdiri, "Kyu, kau antarkan Joon Hee pulang ya. Aku ada urusan."

Dia berlalu pergi dan aku menatap punggungnya hingga tak kelihatan lagi. Aku melihat ke arah Joon Hee yang menundukkan wajahnya. Kenapa dia? Tampaknya dia sedang sedih.

"Jagi, kau kenapa?" Tanyaku khawatir.

"Aniyo. Gwaenchanayo." Jawabnya sembari menggelengkan kepalanya.

"Hmm, kalau begitu. Aku antar kau pulang."

Selama perjalanan, dia hanya diam saja. Entah apa yang dia pikirkan. Dia hanya melihat keluar jendela. Dan tak menatapku sedikit pun apalagi mengeluarkan sepatah kata pun.

Sesampainya di depan rumah,

"Gomawo oppa."

Dia melepaskan sabuk pengamannya dan membuka pintunya.

"Jagi, tunggu." Aku langsung keluar dan menghampirinya yang sudah ada di depan gerbang rumahnya.

"Aku bawa bingkisan untukmu juga eomma."

"Oohh." Dia hanya menanggapinya dengan nada yang datar. Kenapa dia?

"Bolehkah aku ikut masuk?" Tanyaku.

"Mianhaeyo, oppa. Aku ingin sendiri dulu. Aku capek." Jawabnya sembari menundukkan wajahnya.

"Hmm, baiklah. Tapi, ini untukmu juga eomma." Aku mengulurkan bingkisan itu dan dia meraihnya.

"Gomawo oppa."

Lalu dia masuk kedalam rumahnya meninggalkanku sendirian disini.

Apa yang terjadi padamu, nae jagiya? Kenapa aku melihat matamu sembab? Aku juga melihat saudara sepupumu sepertinya tengah menenangkanmu.

******

Joon Hee POV

Aku melangkahkan kakiku dengan lemas dan kulihat eomma sedang duduk sembari menonton televisi.

"Kau sudah pulang. Bawa apa itu?" Tanyanya sembari menghampiriku.

"Ini dari Kyu oppa."

"Kyu Hyun? Mana dia? Kenapa dia tidak kesini?"

Lalu dia meraih bingkisan yang ada di tanganku.

"Waah, apa ya isinya?" Dia terdengar sangat antusias.

"Waah, kue. Kelihatannya enak sekali." Dia lalu mengeluarkan kue dari dus dan menyimpannya di meja makan.

"Eomma, kau mengenal presiden kita sekarang?" Tanyaku dan kulihat raut wajahnya berubah drastis.

"Tentu saja kenal kan dia presiden kita masak kita sebagai rakyatnya tak mengenalnya sih. Kau itu ada-ada saja." Kulihat dia memaksakan untuk tersenyum.

"Bukan begitu maksudku. Apa eomma sangat kenal dekat dengan beliau?" Aku menekankan kataku.

"....."

"Tadi sepulang sekolah, ada yang mendatangiku dan dia bilang kalau dia disuruh untuk menjemputku. Dan ternyata orang itu membawaku ke istana kepresidenan. Dan aku bertemu dengan presiden lalu dia tiba-tiba mengatakan kalau aku adalah anaknya. Apa benar itu eomma? Kalau memang iya, kenapa dia tidak mencari kita dulu?" Tanyaku.

"....."

"JAWAB AKU EOMMA!" Teriakku.

Tiba-tiba dia menangis.

"Maafkan aku, Joon Hee. Benar. Dia itu appamu." Isaknya.

DEG

Omona! Aku adalah anak seorang presiden?!?

"Dulu sewaktu aku seumuranmu. Aku punya sahabat namanya Jang Dong Gun. Kami berdua sangat dekat meskipun usia kami terpaut jauh. Suatu hari dia mengenalkanku pada temannya namanya Bae Young Jun. Dia 5 tahun lebih tua dariku, seumuran dengan Dong Gun. Awalnya kami hanya teman tapi lama-lama aku jatuh cinta padanya begitu juga dengannya. Kami menjalin hubungan. Tapi, kedua orang tuanya tak merestui hubungan kami berdua. Karena aku miskin. Dulu aku bukan orang miskin, aku orang kaya tapi perusahaan kakekmu gulung tikar hingga kami jatuh miskin lalu kakekmu meninggal karena serangan jantung dan nenekmu masuk rumah sakit jiwa karena frustasi dan tidak bisa menerima keadaan. Tapi, ternyata ibuku memilih untuk mengakhiri hidupnya dan aku hidup sebatang kara. Aku kerja serabutan hanya untuk mencari sesuap nasi. Hingga akhirnya Young Jun nekat mengajakku menikah padahal saat itu aku masih muda. Aku masih 18 tahun. Akhirnya kami lari dan pergi ke Jepang. Tapi, karena dia tidak terbiasa hidup susah membuatnya sulit beradaptasi. Sampai akhirnya ada suruhan orang tuanya membawa paksa dia. Dan dia meninggalkan eomma yang tengah mengandung. Saat itu usia kandunganku baru 2 bulan. Aku bingung antara menggugurkanmu atau mempertahankanmu. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mempertahankanmu. Saat kau lahir, aku tak memakaikan marga ayahmu tapi margaku karena kau anakku. Apalagi saat kau berumur 2 tahun, aku mendengar berita kalau dia menikah dan pergi ke London. Sejak saat itu aku mulai membencinya karena dia sama sekali tak menemuiku setelah dia pergi bersama suruhan orang tuanya."

Mendengar semua penuturannya membuatku tak bisa menahan air mataku lagi untuk ke sekian kalinya. Aku menghampirinya dan memeluknya.Sore itu kami menangis bersama. Dan ini untuk pertama kalinya kami berdua menangis bersama.

******

Author POV

Tanpa mereka berdua sadari. Yesung melihat mereka berdua dan dia menyamar jadi seekor burung.

"Ini yang ketiga kalinya aku melihatnya menangis. Ternyata seperti itu kisah hidupnya. Tiba-tiba aku teringat keluargaku. Pasti mereka sudah tidak ada. Secara hanya aku vampir yang tersisa di muka bumi ini." Batin Yesung dalam hati.

Malam itu saat Joon Hee dan ibunya tengah menonton televisi. Mereka tampak terhibur dan sesekali mereka tertawa bersama. Ternyata mereka sedang menonton Keroro, kartun yang sedang hits.

Tiba-tiba bel rumah berbunyi,

"Siapa ya?" Tanya Joon Hee.

"Hmm, jangan-jangan Kyu, pacarmu. Cepat buka pintunya." Suruh eommanya.

"Ne." Joon Hee bangkit dari tempat duduk lalu menghampiri pintu dan begitu dibuka. Joon Hee tersentak kaget. Dia membelalakan matanya.

"Siapa Joon Hee? Kyu Hyun ya?" Teriak Ji Woo, eommanya sembari matanya tak lepas dari televisi.

"Bu..bu..bukan..Kyu oppa..tapi..." Ucap Joon Hee terbata-bata.

"Annyeonghaseyo, Ji Woo." Sapa laki-laki itu yang tak lain tak bukan adalah Bae Young Jun.

"Ka..kau?!?" Ujar Ji Woo yang langsung bangkit dari kursi.

"Kenapa kau datang kesini hah? Pergi!" Usir Ji Woo.

"Ji Woo, tunggu dulu. Dengarkan dulu penjelasanku." Ujar Young Jun lalu mendekati Ji Woo.

"Jangan mendekat! Pergi sana!" Ji Woo berjalan mundur lalu Young Jun meraih lengan Ji Woo.

"Ji Woo..." Young Jun langsung memeluk Ji Woo dan Joon Hee hanya terdiam terpaku melihat mereka berdua.

Dan Yesung, jangan ditanya. Dia masih betah menyamar jadi seekor burung. Dan tiba-tiba dia merasa haus juga lapar dan tanpa pikir panjang dia langsung menghisap darah burung yang tak jauh dari tempatnya.

"Selama ini aku mencarimu dan akhirnya aku menemukan info dari sahabatmu, Young Ae kalau kau sekarang tinggal disini bersama anak kita." Ucap Young Jun.

"Mwo? Anak kita? Dulu kau kemana saat aku membutuhkanmu hah? Di saat aku berjuang melahirkan Joon Hee ke dunia ini, kau dimana hah? Saat Joon Hee beranjak besar dan dia membutuhkan sosok appa, kau dimana hah? Aku bahkan harus menerima cemoohan dari orang-orang yang bilang kalau aku ini pelacur dan kalau Joon Hee itu anak haram yang tidak jelas siapa appanya. Selama 17 tahun aku membesarkan Joon Hee dan sekarang kau baru muncul. Laki-laki macam apa kau?" Sahut Ji Woo dengan nada yang terdengar sinis.

"Ji Woo, mianhaeyo. Aku tau kalau aku pengecut tapi sekarang aku datang untuk menebus semua rasa bersalahku padamu juga Joon Hee. Aku akan membawamu tinggal disana. Aku mohon maafkan aku." Ucap Young Jun terdengar tulus.

"Lalu bagaimana dengan istrimu juga keluargamu?" Tanya Ji Woo masih dengan nada sinis.

"Mereka sudah tau semuanya bahkan mereka ingin kalian tinggal bersama kami. Mereka merasa bersalah pada kalian berdua. Tidak ada yang menghalangi kita sekarang jadi kita bisa hidup tenang dan aku bisa menebus semuanya. Kumohon maafkan aku." Kali ini nadanya terdengar sungguh-sungguh.

"Aku akan memaafkanmu jika Joon Hee juga memaafkanmu." Jawab Ji Woo dengan nada datar.

Young Jun menatap ke arah Joon Hee dan Joon Hee menghampiri mereka berdua.

"Joon Hee, maukah kau memaafkan appa?" Tanya Young Jun.

Joon Hee menatap ke arah eomma juga laki-laki yang tenyata adalah appanya. Dia bertanya pada hatinya sendiri hingga akhirnya dia menganggukan kepalanya.

Setelah malam itu, Ji Woo juga Joon Hee di ajak tinggal di istana kepresidenan tapi Joon Hee juga Ji Woo belum siap. Young Jun mengadakan konferensi pers keesokan paginya. Semua mata tertuju padanya dan dia mengatakan sesuatu yang membuat jutaan warga Korea Selatan dibuat terperanjat kaget.

"Mwo? Presiden sebelumnya pernah menikah? Jadi Kim Hee Sun itu bukan istri pertamanya presiden?"

Dan beberapa reaksi warga lainnya. Setelah Joon Hee diperkenalkan sebagai putri pertama presiden sontak membuatnya jadi terkenal. Bahkan saat di sekolah pun dia mendadak jadi seleb. So Jung pun yang dulu mengkhianatinya jadi mendekatinya lagi karena ingin ikut terkenal bahkan dia mengakui kepada wartawan kalau dia sahabat Joon Hee.

"Dasar muka dua!" Gerutu Joon Hee kesal melihat tingkah laku So Jung.

Apalagi Kyu Hyun yang jadi pacar Joon Hee pun tak lepas dari kejaran wartawan yang memburu kehidupan pribadinya Joon Hee. Berbagai majalah dihiasi wajah Joon Hee. Pokoknya heboh deh seantero jagat raya. *lebay.com*

Sementara Yesung merasa bahagia karena akhirnya Joon Hee mendapat kebahagiaannya.

"Sebenarnya bisa saja aku memanipulasi pikiran Kyu Hyun agar dia tidak mencintaimu dan aku bisa juga memanipulasi pikiranmu agar kau mencintaiku tapi aku tak bisa melakukannya karena aku mencintaimu, Joon Hee. Aku ingin suatu hari kau bisa mencintaiku dengan tulus tanpa aku memanipulasimu. Tapi, sepertinya tak mungkin karena di hatimu hanya ada Kyu Hyun. Kalau begitu aku akan menghilang dari kehidupanmu, Joon Hee." Gumam Yesung saat dia melihat Joon Hee sedang duduk di halaman belakang sekolah bersama Kyu Hyun.

Sementara itu,

"Jung Soo ssi, Yoona ssi...Maafkan saya karena saya tidak bisa melanjutkan pekerjaan saya disini." Ucap Joon Hee saat di toko.

"Gwaenchanayo, Joon Hee ssi. Kami mengerti kok sekarang posisimu berbeda. Apalagi saya mau minta maaf karena aku pernah memarahimu, Joon Hee ssi." Ujar Yoona.

Mendengar ada embel-embel ssi di belakang namanya membuat Joon Hee canggung, "Jangan panggil aku Joon Hee ssi, panggil saja aku seperti biasanya. Meskipun aku adalah anak seorang presiden tapi aku tetaplah Joon Hee yang dulu, tak ada yang berubah."

"Ng...Ne, Joon Hee ssi eh Joon Hee." Ujar Yoona.

"Oh ya, Joon Hee. Jangan lupa ya kau datang ke pernikahanku." Ujar Jung Soo.

"Ne, Jung Soo ssi eh Jung Soo oppa." Ucap Joon Hee.

"Tak apa-apa kok kau panggil aku Jung Soo ssi lagi." Ujar Jung Soo sembari tersenyum.

"Ne, Jung Soo ssi."

Akhirnya Joon Hee keluar dari pekerjaan paruh waktunya karena dia bukan lagi Joon Hee yang dulu tapi sekarang dia jadi Bae Joon Hee bukan Lee Joon Hee lagi. Apalagi kakek, nenek, istri kedua ayahnya, Nyonya Kim juga saudara tirinya memperlakukan dia baik bahkan eommanya, Lee Ji Woo juga diperlakukan baik bahkan di anggap kakak oleh Nyonya Kim.

******

Joon Hee POV

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan kini sudah memasuki tahun baru. Kyu oppa kuliah di Amerika dan kita berkomunikasi lewat facebook, twitter juga video call. Tapi,dulu saat dia pergi aku merasa biasa saja. Kenapa ya? Dan sudah hampir 6 bulan lamanya, aku tak bertemu dengan Yesung. Kemana dia? Aku cari ke tempat yang biasa dia datangi tapi hasilnya nihil. Aku sangat merindukan sosoknya. Aku selalu ingat saat-saat dia menghiburku, saat-saat dia yang bersikap menyebalkan itu. Aku sangat merindukan saat-saat bersamanya.

Aigo! Kenapa aku ini? Bukankah aku sudah punya Kyu oppa? Tapi, kenapa aku malah mikirin dia sih?

*****

Yesung POV

Sudah 6 bulan lamanya ini aku menghilang dari kehidupannya namun tampaknya aku masih belum bisa melupakannya. Dan aku hanya bisa memperhatikannya secara diam-diam.

"Yesung, sekarang saatnya kau tampil." Suara itu membuyarkan lamunanku.

"Ne."

Hari ini adalah hari pertamaku debut sebagai penyanyi setelah beberapa bulan aku di training. Semoga semuanya lancar.

Aku memasuki panggung dan musik mulai mengalun. Aku bernyanyi dengan penuh perasaan. Saat mata ini terpejam, bayangan wajahnya yang muncul.

*****

Author POV

Sejak kemunculan Yesung di belantika musik membuat semua orang langsung menyukai suaranya apalagi singlenya, "That Man" langsung meledak dan laris di pasaran. Yesung langsung terkenal.

Joon Hee tak sengaja melihat Yesung di televisi saat berada di dalam mobil.

"Yesung?!?" Pekik Joon Hee sembari menutup mulutnya.

"Agassi, kenapa?" Tanya Hee Chul yang jadi pengawal pribadi Joon Hee.

"Gwaenchanayo." Jawab Joon Hee sembari menggelengkan kepalanya.

"Omona! Dia jadi penyanyi?!? Benarkah yang kulihat ini?" Batin Joon Hee dalam hati sembari matanya menatap layar televisi yang menayangkan penampilan Yesung yang sedang bernyanyi.

Joon Hee pun memutuskan untuk membeli albumnya Yesung dan dia melihat sampul kaset juga cd album itu dengan tatapan mata yang masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Omo! Benarkah ini dirimu Yesung?" Gumam Joon Hee.

Joon Hee selalu melihat penampilan Yesung bahkan saat Yesung mengadakan konser pun diam-diam Joon Hee melihatnya dan dia menyamar menjadi orang biasa. Setiap hari Joon Hee memikirkan Yesung dan sampai akhirnya...

"Kyu oppa, maafkan aku. Tapi, lebih baik kita berteman saja." Ucap Joon Hee saat Kyu datang ke Korea di waktu liburnya. Dan mereka janjian bertemu di taman kota.

"Mwo? Kenapa?" Tanya Kyu tersentak kaget.

"Entahlah tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini, oppa. Aku tak mau melukai hatimu karena percuma saja kita berhubungan sementara hati dan pikiranku cenderung ke laki-laki lain. Mianhaeyo, oppa. Aku tak bermaksud menyakitimu tapi lebih baik aku jujur pada oppa juga pada perasaanku sendiri daripada melukaimu oppa." Ucap Joon Hee sembari menundukkan wajahnya.

"....." Kyu Hyun menghela nafasnya berat.

"Baiklah kalau begitu, aku menerima keputusanmu. Mulai hari ini aku melepaskanmu, Joon Hee."

Joon Hee mendongakkan kepalanya, menatap ke arah Kyu dengan tatapan tak percaya.

"Jinjja?"

"Ne. Lagipula aku sudah bisa menduga kalau akhirnya akan seperti ini dan aku tau kalau kini kau mencintai laki-laki itu. Laki-laki yang kau anggap sebagai saudara sepupumu padahal bukan sepupumu." Ucap Kyu datar.

Joon Hee membelalakan matanya, "Kyu oppa, kau..kau tau kalau dia bukan sepupuku? Apa kau tau kalau dia..."

"Vampir. Aku tau semuanya. Bahkan aku tau itu secara tanpa sengaja." Potong Kyu cepat.

"Kau tau darimana?" Tanya Joon Hee dengan nada yang terdengar ragu-ragu.

"Beberapa bulan yang lalu, aku tak sengaja melihatnya sedang menghisap darah seekor anjing di pinggir jalan yang sepi saat aku hendak pergi ke rumahmu dulu sebelum kau pindah ke istana kepresidenan. Jujur aku tak percaya dengan apa yang kulihat sampai dia sendiri yang bilang kalau dia bukan sepupumu tapi seorang vampir yang kau temukan di ruang bawah tanah."

Joon Hee speechless mendengar jawaban Kyu Hyun yang ternyata sudah mengetahui identitas asli Yesung.

"Tenang saja, Joon Hee. Aku tak akan membocorkannya kepada orang lain kok." Kyu Hyun tersenyum ke arah Joon Hee.

"Gomawo oppa." Ucap Joon Hee lalu dia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

"Oppa mianhaeyo. Aku ada les bahasa spanyol sekarang. Aku pergi dulu ya. Oh ya kapan kau kembali ke Amerika?" Tanya Joon Hee.

"Besok pagi aku berangkat kesana." Jawab Kyu.

"Oh begitu. Salam buat ajuhssi, ajuhmma juga Ah Ra eonnie ya."

"Ne. Aku juga titip salam buat semuanya ya."

"Ne. Annyeong." Joon Hee lalu pergi meninggalkan Kyu sendirian di taman kota.

Kyu melambaikan tangannya dan dia menatap punggung Joon Hee hingga sudah tak kelihatan lagi. Tiba-tiba bayangan massa lalu melintas di benaknya...

Flashback

"Apa kau benar-benar mencintai Joon Hee?" Tanya Yesung pada Kyu saat Kyu tak sengaja melihat Yesung sedang menghisap darah seekor anjing di pinggir jalan yang sepi hingga akhirnya mereka berdua berbincang-bincang di sebuah kedai mie.

"Ne. Kenapa kau bertanya seperti itu?" Kyu balik bertanya.

"Kau harus membahagiakan Joon Hee. Buat dia bahagia, buat dia tertawa dan buat dia tersenyum setiap hari. Kalau kau sampai melukai hatinya, kau akan berurusan denganku, Kyu Hyun." Jawab Yesung.

"Kenapa kau berkata seperti itu? Kau mencintai Joon Hee, benar kan?"

"......" Yesung terdiam.

"Kalau diam berarti benar."

"Ne, aku memang mencintainya tapi dia mencintaimu dan melihatnya bahagia, aku merasa bahagia. Kalau kau sampai membuatnya terluka. Aku tak segan-segan akan merebutnya darimu, Kyu Hyun."

end of flashback

Kyu Hyun tersenyum saat mengingat hal itu, "Kini aku yang akan berkata seperti itu. Jika Joon Hee terluka karenamu. Aku akan merebut Joon Hee dan membuatnya jatuh cinta lagi padaku." Batinnya dalam hati.

******

Joon Hee POV

Besok lusa adalah hari ulang tahunku dan 3 bulan lagi aku akan pergi ke Paris untuk melanjutkan studiku. Aku ingin sekali bertemu dengannya. Aku ingin bertemu dengan Yesung. Keinginanku sekarang adalah hanya ingin bertemu dengan Yesung.

"Joon Hee..." Aku menoleh dan ternyata eomma sudah ada di depan pintu kamarku.

"Kau kenapa sayang?" Tanyanya sembari mengusap kepalaku dengan penuh sayang.

"Eomma, aku sudah putus dengan Kyu oppa."

"Mwo? Putus? Kenapa?" Tanyanya. Kudengar dari nadanya kalau beliau kaget sekali.

"Aku tak bisa membohongi hatiku, eomma. Di saat bersama Kyu oppa malah aku memikirkan laki-laki lain."

"Laki-laki lain? Siapa dia?"

"Yesung."

"Yesung?!? Omona!" Pekiknya.

"Ne, Yesung yang sudah menolong kita dari preman-preman jahat itu."

"....." Eomma terdiam membisu.

Aku tau beliau pasti kaget saat mendengarnya karena dia sudah tau kalau Yesung adalah seorang vampir. Tapi, aku tak bisa membohongi hati ini karena ternyata perasaan ini mulai tumbuh dan berkembang di saat aku menyadari kehadirannya benar-benar sangat berarti untukku.

************

Yesung POV

Hari ini adalah hari ulang tahunnya dan aku mendapat undangan untuk menghadiri pesta ulang tahunnya. Aku bingung mau pakai baju apa ya? Kenapa aku mendadak jadi gugup seperti ini ya? Aish, Yesung bersikaplah yang wajar dan seperti biasa saja nanti ketika kau bertemu dengannya.

******

Author POV

Pesta ulang tahun Joon Hee sangat meriah apalagi Yesung mampu membius semua tamu disana dengan suaranya yang merdu bahkan Joon Hee tak bisa melepaskan tatapan matanya dari Yesung karena Yesung yang ia ada di depannya kini menjelma jadi seorang namja yang keren dengan potongan rambutnya yang pendek plus pakaiannya yang rapi membuat Joon Hee terpesona pada ketampanan Yesung.

*yeppa minta uang lembaran dong kan aku udh muji kmu...pluukk!! lho kok uang receh sih? saya btuh uang lembaran woy! dassar yeppa pelit :P * --> author numpang lewat lagi #kabuurr sblum kena lmpar bakiak krna nongol mulu nih hoho

Sampai akhirnya tiba di acara puncak yaitu pemotongan kurban eh kue ulang tahun. :)

"Sebelum tiup lili, make a wish ya nona." Ucap sang host saat sebelum pemotongan kue dimulai.

Lalu setelah lagu happy birthday versi korea berakhir, Joon Hee menutup matanya, mengucapkan keinginannya lalu dia meniup lilin. Tepuk tangan bergemuruh dan potongan kue pertamanya dia persembahkan untuk kedua orang tuanya lalu keluarganya.

"Terakhir potongan kue ini untuk siapa? Apakah ada laki-laki special?" Tanya host itu tampak penasaran.

Joon Hee melihat ke sekeliling lalu dia menemukan Yesung sedang berdiri di panggung dan menatap ke arahnya.

"Aku ingin memberikan potongan kue ini pada idolaku, Yesung." Ucap Joon Hee yang sontak membuat Yesung kaget luar binasa.

"Aku?" Tunjuk Yesung ke dirinya sendiri.

"Ne, cepat Yesung datang kemari." Ujar host itu.

Yesung menghampiri Joon Hee lalu dia sudah berdiri disamping Joon Hee dan dia merasakan detak jantungnya berdetak sangat kencang.

"Kamsahamnida, Joon Hee ssi." Ucap Yesung.

Lalu saat acara sedang berlangsung, Joon Hee menarik tangan Yesung dan membawanya ke halaman belakang istana sehingga tak ada orang disana.

"Selama 6 bulan kau kemana saja? Tiba-tiba saja kau muncul dan menjadi seorang penyanyi terkenal." Tanya Joon Hee.

"Aku menjalani training setelah aku lulus audisi Top Entetainment." Jawab Yesung sembari menundukkan wajahnya.

"Mana Kyu Hyun? Kok aku tak melihat dia?" Tanya Yesung.

"Aku sudah putus dengannya." Ucap Joon Hee sembari menatap ke arah Yesung.

"Putus?!?" Yesung menatap ke arah Joon Hee dengan tatapan kaget.

"Ne."

"Oohh..."

Hening.

"Apa kau mau tau apa permohonanku sebelum aku meniup lilin?" Tanya Joon Hee tiba-tiba.

"Hmm, memangnya apa permohonanmu?" Tanya Yesung yang tampak penasaran.

"Uang, harta, orang tua juga keluarga yang utuh dan kasih sayang, aku sudah punya semuanya. Tapi, hanya satu keinginanku. Keinginanku hanyalah kau, Yesung oppa. Aku ingin kau selalu disampingku selamanya." Jawab Joon Hee yang sukses membuat Yesung kaget setengah mampus.

"Mworago? Apa maksudmu, Joon Hee?" Tanya Yesung gugup.

"Aigo, masak kau tidak mengerti apa maksud perkataanku hah? Kau ini katanya vampir segala bisa, vampir yang keren tapi kau juga vampir payah yang pabo." Gerutu Joon Hee kesal.

"Jadi kau putus dengan Kyu karena kau...karena kau mencintaiku?" Tanya Yesung dengan hati-hati.

Joon Hee menganggukkan kepalanya. Tanpa pikir panjang Yesung langsung menarik tubuh Joon Hee ke dalam pelukannya.

"Saranghaeyo, Joon Hee." Bisik Yesung.

"Nado saranghaeyo, Yesung oppa." Balas Joon Hee.

"Baru kali ini kau memanggilku oppa. Aku senang sekali. Aku bahagia perasaanku kini berbalas. Gomawo, Joon Hee." Ucap Yesung.

Yesung melepaskan pelukannya lalu menatap mata Joon Hee lekat-lekat. Perlahan wajah Yesung mendekat dan Joon He merasakan sentuhan lembut di bibirnya. Waktu seakan berhenti. Dunia serasa milik mereka berdua. Rembulan bersembunyi dibalik awan hitam karena malu melihat sepasang kekasih tangah bercumbu dibawah sinarnya.

EPILOG

Author POV

Seorang gadis tengah berkutat di depan laptopnya,

"Akhirnya selesai juga fan fiction karanganku yang aku beri judul All I Want Is You. Tinggal di kirim ke majalah deh." Gumamnya lalu setelah selesai dia langsung mematikan laptopnya.

Namun dia tak beranjak dari tempat duduknya. Dia memandangi sebuah poster yang terpampang jelas di depannya. Sebuah poster boyband terkenal yang sangat ia idolakan, Super Junior.

"Membayangkan Yesung oppa jadi seorang vampire dan Kyu Hyun jadi pacarku hahaha khayalan tingkat tinggi." Ucapnya pelan sembari matanya tak lepas dari poster itu.

"JOON HEE...AYO CEPAT MAKAN! BUKANKAH NANTI SORE JADWAL PENERBANGANMU." Teriak seseorang dari luar kamarnya.

"Ne, eomma. Aku segera ke bawah."

Joon Hee langsung menuruni tangga dan dia langsung duduk bersama appa juga adik laki-lakinya, Taemin.

"Noona, kau akan berapa lama tinggal disana?" Tanya Taemin, adiknya.

"Tidak lama kok, Taemin sayang. Noona hanya 2,5 tahun disana. Lagipula kalau libur kan noona bisa pulang kesini." Ujar Joon Hee lalu mengusap-usap kepalanya Taemin.

"Tak terasa waktu berlalu dan anak eomma sudah besar. Sekarang kau akan pergi ke Paris untuk kuliah disana. Rumah ini pasti sepi tanpa kehadiranmu." Ujar eommanya.

"Eomma, jangan begitu. Lagipula sekarang kan tehnologi sudah canggih jadi kita bisa berkomunikasi lewat facebook, twitter juga video call." Ujar Joon Hee.

"Kau sudah menyiapkan semuanya?" Tanya appanya.

"Sudah appa. Tinggal berangkat saja nanti sore."

*****

Joon Hee lalu pamitan dengan kedua orang tuanya di Bandara Incheon.

"Jaga dirimu baik-baik disana ya, sayang. Jangan telat makan. Jaga kesehatan disana. Kalau kau sudah sampai, hubungi kami ya?" Ujar Eommanya sembari memeluk Joon Hee dengan erat seolah-olah tak ingin melepaskan pelukannya.

"Ne, eomma." Ucap Joon Hee.

Tiba-tiba terdengar suara...

"Penerbangan dengan nomor 376BW dengan tujuan Paris akan segera tinggal landas harap kepada penumpang untuk segera memasuki pesawat..."

"Eomma, appa, Taemin...Aku berangkat ya."

"Ne, hati-hati ya. Jangan lupa berdo'a agar kau selamat, Joon Hee."

"Ne."

Joon Hee menyeret kopernya lalu melambai-lambaikan tangannya.

Saat membalikkan badannya tiba-tiba dia merasa ada yang bergetar ternyata ponselnya. Joon Hee menundukkan wajahnya, membaca pesan yang masuk.

Tiba-tiba dia menubruk seseorang hingga ponselnya jatuh dari tangannya.

"Chusseonghamnida." Ucap Joon Hee sembari membungkukkan badannya.

"Agassi, kau tidak apa-apa?" Tanya seseorang yang ia tubruk begitu Joon Hee mendongak, dia tampak kaget sekali.

"......"

"Agassi?"

"Ne. Yesung oppa? Benarkah yang kulihat ini? Kau Yesung oppa?" Tanya Joon Hee tak percaya.

"Ne. Aku memang Yesung." Ujar orang itu yang ternyata adalah Yesung.

"Kyaaaa!!!" Teriak Joon Hee kegirangan.

"Oppa, aku fans berat oppa. Aku minta fotonya ya."

"Ne."

Lalu Joon Hee mengambil fotonya bersama Yesung.

"Siapa namamu?" Tanya Yesung.

"Jeoneun Lee Joon Hee imnida." Jawab Joon Hee dengan sangat antusias

"Hmm, Joon Hee, kau mau kemana?" Tanya Yesung.

"Ke Paris. Oppa mau kemana?" Joon Hee balik bertanya.

"Sama. Aku juga mau ke Paris. SM Town konser di adakan disana."

"Aaa..."

"Oh ya kau ikut saja bersama kami." Ajak Yesung.

"Mwo?"

"Ne. Gimana?"

Joon Hee menganggukkan kepalanya cepat. Dia sangat antusias.

"Ya Tuhan, impianku terkabul. Aku bertemu dengan idolaku disini. Tak kusangka. Terima kasih, Tuhan." Batin Joon Hee dalam hati.

"Ya Tuhan, dia gadis yang sangat cantik dan manis. Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama." Batin Yesung dalam hati sembari menatap ke arah Joon Hee


-THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar