* Kim Jong Woon a.k.a Yesung SUJU
* Cho Kyu Hyun a.k.a Kyu Hyun SUJU
* Jung So Jung a.k.a Krystal f(x)
* Lee Ji Ah as Eommanya Joon Hee
#bagi yg ga tau siapa lee ji ah, itu lho yg main di drama athena tpi klo tetep ga tau, cari aja di mbah google#
Support Cast :
* Park Jung Soo a.k.a Lee Teuk SUJU
* Im Yoon Ah a.k.a Yoona SNSD
* Lee Dong Hae a.k.a Dong Hae SUJU
* and other cast
*******
Joon Hee POV
Hari ini Kyu oppa mengajakku pergi tapi aku tidak tau pergi kemana soalnya pas ditanya, dia hanya tersenyum dan bilang, "Nanti juga kau tau."
Benar-benar penasaran tingkat akut nih.
"Jagi, ayo cepat naik." Suaranya membuyarkan lamunanku.
"Ne, oppa." Aku langsung menaiki mobilnya.
"Jagi, saudara sepupumu itu kemana? Kok sudah hampir sebulan ini dia tidak masuk." Tanyanya di sela perjalanan.
"Hmm, nado molla." Jawabku.
Sudah sebulan ini dia menghilang tanpa kabar bahkan fans-fansnya di sekolah banyak ngomongin dia. Aku baru sadar kalau dia sudah pergi selama itu. Kemana ya perginya?
"Kamu tidak terlalu dekat dengan saudara sepupumu itu ya?" Tanyanya lagi sembari matanya lurus ke depan.
"Hmm, begitulah. Kami tidak akrab. Bisa dibilang kami itu seperti air dan minyak, seperti tom & jerry. Tapi, kadang dia baik kadang dia menyebalkan sampai-sampai ingin rasanya aku mencekik lehernya sampai mati."
Kudengar Kyu oppa tertawa kecil mendengar penuturanku.
Tak lama kemudian,
"Akhirnya kita sampai." Ucapnya.
"Rumah siapa ini?" Tanyaku.
"Rumahku."
"Rumah oppa?!?" Aku tersentak kaget.
"Kenapa kau kaget? Santai saja. Aku mengajakmu kesini karena aku ingin mengenalkanmu pada appa, eomma juga noona."
"Mwo?"
DEG
Omona! Bertemu dengan keluarga Kyu oppa? Kalau mereka bertanya tentang keluargaku, aku harus jawab apa?
"Kajja." Dia menarik tanganku dan aku merasa detak jantungku kini sudah melebihi batas kecepatan.
Kami berdua memasuki rumah yang lumayan mewah dan mataku menangkap sesosok perempuan yang cantik dan anggun.
"Kyu, akhirnya kau bawa pacarmu juga kesini."
"Noona..."
Oh jadi dia kakaknya Kyu oppa. Cantik sekali.
"Annyeonghaseyo..." Sapaku sembari membungkukkan badanku.
"Annyeonghaseyo. Jadi ini yang namanya Lee Joon Hee yang selalu dibicarakan oleh adikku ini."
Yang selalu dibicarakan oleh Kyu oppa? Aku melirik ke arahnya dan dia tampak malu lalu menundukkan wajahnya.
"Noona, eomma dan appa ada?"
"Appa sedang pergi keluar ada urusan bisnis kalau eomma ada."
"Dimana eomma?"
"Di dapur."
Kyu oppa pergi meninggalkanku dan aku hanya berdiri.
"Aish, dasar Kyu. Masak tidak disuruh duduk sih. Oh ya, Joon Hee, silahkan duduk."
"Ne, eonnie."
******
Tak lama kemudian,
Seorang wanita paruh baya namun masih terlihat sangat cantik dalam balutan busana yang meski sederhana tapi aura kecantikannya tetap terpancar.
"Annyeonghaseyo." Aku bangkit dari kursi dan memberi salam juga membungkukkan badanku.
"Annyeonghaseyo. Jadi kau yang namanya selalu disebut-sebut oleh anakku, Kyu. Ternyata kau tidak salah pilih, Kyu. Dia cantik." Ucapnya dengan lembut dan dia tersenyum kepadaku.
Waahh, aku disebut cantik? Untung saja aku tidak punya sayap, kalau punya, aku sudah terbang ke langit ketujuh.
*****
Author POV
Joon Hee diajak makan siang disana dan mereka berbincang-bincang apalagi Eommanya Kyu sempat protes karena Joon Hee memanggilnya ajuhma katanya dia ingin dipanggil eomma oleh Joon Hee. Joon Hee merasa terharu dengan sikap eommanya Kyu juga kakaknya Kyu yang memperlakukannya dengan baik.
Tapi, dia mendadak gugup karena...
"Joon Hee, orang tuamu kerja apa?" Tanya Eommanya Kyu.
Joon Hee terdiam. Dia sibuk dengan pikirannya. Dia bingung mau jawab apa akhirnya...
"Ayahnya seorang pegawai negeri dan ibunya seorang pemilik butik di Busan." Ucap Kyu yang membuat Joon Hee melirik ke arah Kyu dengan tatapan kaget.
"Hmm, benarkah itu?" Tanya eommanya Kyu.
"Ng...Ne, eomma." Ujar Joon Hee.
"Kapan-kapan pertemukan aku dengan orang tuamu ya?"
"Ng..Ne..." Jawab Joon Hee gugup.
Joon Hee pamitan dan dia di antar pulang oleh Kyu Hyun.
"Kenapa oppa bohong?" Tanya Joon Hee.
"Itu...karena..karena..aku..."
"Karena oppa malu kalau aku ini adalah orang yang tidak jelas ayahnya siapa juga orang yang punya ibu seorang penyanyi klub malam. Benarkan?" Potong Joon Hee.
"....." Kyu terdiam.
"Berhenti!" Teriak Joon Hee.
"Joon Hee, aku..."
"AKU BILANG BERHENTI DISINI!" Tegas Joon Hee.
Lalu mobil pun berhenti dan Joon Hee keluar dari mobil.
"JOON HEE..." Panggil Kyu tapi Joon Hee tetap meneruskan langkahnya.
*****
Yesung POV
Sudah sebulan ini aku tak melihatnya. Dia sedang apa ya? Lho kok aku jadi memikirkan dia sih? Bukannya dia tidak ingin melihatku lagi. Lagipula sekarang aku sedang menikmati masa-masa trainingku. Akhirnya aku lolos audisi dan katanya aku harus menjalani training selama setahun. Aku pikir itu bagus karena aku pasti bisa melupakan gadis itu.
Aduuhh mendadak aku haus sekali. Aku ingin darah. Tapi, darah siapa yang akan kuhisap? Aku celingukan mencari mangsa dan akhirnya aku menemukan mangsaku di atas pohon. Tanpa pikir panjang, aku langsung memanjat pohon dan dalam hitungan detik, aku sudah menghisap darah seekor tupai. Hmm, sedap sekali.
"Hiks hiks hiks hiks."
Suara apa itu? Jangan-jangan hantu lagi! Iiihhh...
Mataku menangkap sosok yang sudah tidak asing lagi di mataku.
Dia?
Aku berjalan menghampirinya.
"Hei."
Dia mendongakkan kepalanya.
"Kau?" Tanyanya lalu dia buru-buru menyeka air matanya.
"Kau kenapa?" Tanyaku khawatir melihat matanya sembab dan wajahnya tampak pucat.
"Kau sakit?" Aku meraba dahinya tapi dia langsung menepis tanganku.
"Kau kemana saja? Kenapa kau tiba-tiba muncul di depanku hah?" Isaknya.
"Aku...Aku sedang berkelana." Dustaku.
*jiah berkelana kayak bang haji rhoma irama aja pke berkelana haha* --> author numpang lewat
"Kenapa kau menangis?" Tanyaku.
"Bukan urusanmu." Jawabnya dengan nada dingin.
"Ceritakan saja masalahmu. Aku akan jadi pendengar setia kok. Dan anggap saja ini pertemuan terakhir kita. Dan soal 3 permohonanku itu, anggap saja kau sudah membayarnya. Aku sudah anggap lunas."
"Jinjja?" Tanyanya tak percaya.
"Ne, jadi kau ceritakan saja masalahmu." Ucapku pasti.
"Terlalu rumit." Jawabnya dengan nada datar tanpa melihat ke arahku sedikit pun.
"Rumit kenapa?" Aku penasaran.
"Kau tau kan keluargaku seperti apa. Aku tidak tahu dengan jelas siapa ayahku, ibuku yang seorang penyanyi klub malam juga pacar yang malu mengakui latar belakang keluarga pacarnya. Miris sekali bukan."
Bisa kulihat dari wajahnya kalau dia menyimpan masalah yang tidak ringan tapi cukup berat untuk dipikul seorang gadis muda sepertinya.
Aku mengelus-elus pundaknya dan aku sandarkan kepalanya ke bahuku.
"Kalau kau ingin menangis. Menangislah sepuasmu. Aku pinjamkan bahuku untukmu. Gratis. Tak usah bayar."
"Jinjja?"
"Ne..."
Tak lama kemudian, aku mendengar isak tangis yang kini berubah jadi raungan.
*****
Joon Hee POV
Setidaknya aku merasa sudah baikan sekarang. Ternyata Yesung itu orang yang baik. Di balik sikapnya yang menyebalkan itu. Dia berjalan di belakangku. Katanya dia mau mengantarku pulang sampai depan rumah.
"Jebal...jebal..." Aku mendengar suara seorang wanita tengah kesakitan.
Aku melihat dari kejauhan, tampak seorang wanita sedang dipukuli oleh 3 orang pria.
Omona! Aku kenal wanita itu. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari ke arahnya.
"HENTIKAN!" Teriakku.
"Nuguseyo?" Tanya salah seorang laki-laki bertubuh besar.
"Aku anaknya. Dan kenapa kalian memukulinya hah?"
"Oh jadi kau anaknya Lee Ji Ah. Kalian berdua, cepat bawa gadis ini!" Perintahnya pada 2 laki-laki yang sama besarnya dengannya.
Mwo? Membawaku?
"Jebal...Kumohon jangan bawa dia. Bawa saja aku." Isaknya.
"Ahh, perempuan jalang! Karena kau tidak bisa membayar hutangmu, jadi kau bayar saja dengan anakmu."
"Mwo?!? Shirreo!" Teriakku.
PLAAAKK
Sebuah tamparan keras medarat di pipiku dan aku merasakan darah yang keluar dari ujung bibirku.
Dengan segenap kekuatan yang ada, aku berontak lalu aku meraih tangan eomma dan mencoba lari namun ternyata laki-laki bertubuh besar itu mencengkeram tanganku dengan kuat.
"Kalian berdua mau kemana huh?!?" Seringainya membuatku merinding.
"LEPASKAN!"
Yesung menghampiri kami, "Lepaskan mereka!"
"Ya! Bocah tengik, kau tak usah ikut campur!"
Tiba-tiba kulihat matanya berubah menjadi merah menyala. Dia melihat ke arah laki-laki itu dan tiba-tiba tubuh laki-laki besar itu terangkat alias kakinya tidak menapak di tanah. Dan dengan sekali gerakan matanya, tubuh laki-laki itu terhempas dan berulang kali di hempaskan tubuh laki-laki itu ke tembok. Lalu 2 laki-laki lainnya pun dia perlakukan sama. Sungguh kejadian itu memang tak dapat dipercaya tapi itu nyata di mataku.
"Kalian berdua. Cepat lari! Biar aku yang urus mereka."
Aku langsung berlari bersama ibu.
Sesampainya di rumah,
"Joon Hee, siapa pemuda itu? Dia menakutkan sekali. Matanya merah menyala. Apakah dia hantu atau apa?" Tanyanya dengan nada gemetar.
"Dia...dia..itu..vampire."
"Vampire?" Dia menutup mulutnya dan membelalakan matanya.
"Ne, aku menemukannya di ruang bawah tanah rumah ini."
"Ruang bawah tanah?"
"Ne, dan eomma kenapa eomma tadi dipukuli? Eomma buat ulah lagi?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Eomma tidak bisa membayar hutang eomma dan mereka bilang kalau mereka akan membawamu untuk dijual makanya eomma berniat menggagalkan mereka."
"Jadi itu alasan eomma kenapa eomma tidak mau mengakuiku karena eomma takut mereka menyakitiku."
"Ne." Ucapnya pelan sembari menundukkan kepalanya lalu aku meraih kotak P3K dan membersihkan luka-luka di tubuhnya.
"Lebih baik eomma berhentilah jadi penyanyi di klub malam."
"Tapi..."
"Biar aku saja yang cari uang. Kau tidak perlu khawatir padaku. Soal sekolah, bukankah aku dapat beasiswa."
"Mianhaeyo, Joon Hee."
"Waeyo?"
"Karena aku belum bisa jadi ibu yang baik untukmu."
"Sudahlah kau tidak perlu minta maaf. Pokoknya aku tidak mau eomma jadi penyanyi klub malam lagi karena kebanyakan orang-orang berpikir kalau penyanyi klub malam itu setara dengan pelacur dan aku tidak mau eomma di hina dan disamakan dengan pelacur."
*****
Author POV
Joon Hee mengayuh sepedanya dan tampak orang-orang mengamati wajahnya yang tampak memar.
"Joon Hee, kau kenapa?" Tanya salah satu dari mereka.
"Ohh, ini bekas jatuh dari sepeda kemarin." Dustanya.
"Aaa, kau harus hati-hati ya."
"Ne, gomawo." Ucap Joon Hee lalu dia melanjutkan lagi langkahnya.
Saat dia hendak memasuki kelas, Kyu Hyun menarik lengannya.
"Joon Hee, kumohon maafkan aku. Aku sudah mengatakan yang sebenarnya pada eomma juga noona. Awalnya eomma memarahiku karena aku telah berbohong tapi mereka bisa menerimanya. Mereka tidak mempermasalahkan latar belakang keluargamu. Yang terpenting adalah kebahagiaanku. Dan kaulah kebahagiaanku, Joon Hee." Ucap Kyu Hyun tulus.
"Jinjja?" Tanya Joon Hee, tak percaya.
"Ne, kau jangan marah lagi padaku ya, jagi."
Joon Hee tersenyum lalu Kyu langsung memeluknya.
"Ehem ehem. Kalau mau pelukan jangan di depan umum."
"Eh Shindong sunsaeng nim, mianhamnida sunsaeng nim." Ucap Kyu lalu dia berlalu pergi.
Sepulang sekolah, Joon Hee siap-siap dengan sepedanya tapi tiba-tiba ada yang menghampirinya.
"Annyeonghaseyo, maaf apakah benar anda nona Lee Joon Hee?" Tanya seseorang yang membuat Joon Hee membalikkan badannya.
"Ne, maaf anda siapa?" Tanya Joon Hee sembari memperhatikan seseorang di depannya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Saya disuruh untuk menjemput nona Joon Hee."
"Menjemput saya?"
"Ne."
"Disuruh oleh siapa?" Tanya Joon Hee dengan nada curiga.
"Jangan-jangan dia orang jahat yang mau menculikku." Batin Joon Hee.
"Anda tidak usah takut, saya bukan penculik. Saya hanya disuruh untuk menjemput anda." Ujar seseorang itu yang membuat Joon Hee mengernyitkan dahinya.
"Kok dia bisa baca pikiranku ya?" Batin Joon Hee.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Joon Hee penasaran.
"Nanti juga nona akan tahu. Baiklah kalau begitu, ikut saya."
Joon Hee tampak ragu dan akhirnya dia mengikuti orang itu dan masuk ke dalam mobil.
-TO BE CONTINUED-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar